Pilih Laman

Pada Selasa (25/02) FISIP UI mengadakan Dialog Nasional dan Diskusi Pakar Pemindahan Ibu Kota Negara “Membangun Kualitas Kehidupan Sosial Budaya”. Pembukaan acara dialog nasional ini dilaksanakan di Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia dan di buka oleh Dekan FISIP UI Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc dan Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D dilanjutkan oleh keynote speaker dari Bappenas.

Pada Agustus 2019, Presiden Joko Widodo memutuskan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia akan pindah ke wilayah Kalimantan Timur. Sebagai negara yang memiliki kawasan luas dengan kekayaan alam yang besar, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun ibu kota baru yang smart, green, beautiful dan sustainable. Ibu kota Jakarta saat ini telah tumbuh tidak hanya sebagai kota pemerintahan tetapi juga sebagai kota bisnis. Pada tahun 2017, Jakarta menempati peringkat ke 4 sebagai kota terpadat didunia, dan peringkat ke 7 sebagai kota dengan tingkat kemacetan tertinggi di dunia. Berbagai implikasinya menyebabkan Jakarta dinilai telah kelebihan beban (“overurbanization”). Jakarta sudah sangat “kritis” ditinjau dari berbagai aspek: geologis, demografis, planologis, infrastruktur, kesehatan lingkungan, dan juga kondisi sosial-budayanya.

Artikel Lainnya:  Kontribusi Indonesia Bagi Perdamaian Dunia

Pemindahan IKN akan diikuti oleh perubahan aspek sosial-budaya dan sosial-ekonomi, yang dirasakan tidak hanya oleh masyarakat lokal dan pendatang, namun juga akan memiliki dampak berantai ke seluruh penjuru tanah air. Pemindahan Sekitar 1,5 juta pendatang, yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara dan keluarganya, serta pelaku ekonomi lainnya akan hadir di wilayah ibu kota baru. Pertemuan budaya antara masyarakat lokal dan para pendatang akan merubah struktur sosial dan menciptakan berbagai potensi positif maupun negatif. Memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton namun ikut aktif dan maju membangun kota pintar IKN memerlukan sejumlah persiapan dan strategi. Perwujudan visi IKN untuk itu perlu disertai oleh upaya membangun kualitas kehidupan sosial budayanya.

Artikel Lainnya:  Departemen Ilmu Komunikasi Terima Kunjungan Mahasiswa Universitas Udayana

Pembangunan IKN akan menjadi batu penjuru kebangkitan peradaban bangsa Indonesia. Diperlukan suatu kajian Sosial-Budaya yang lebih menyeluruh dan mendalam, yang dapat memastikan terwujudnya kondisi struktural yang ideal (seperti mengecilnya kesenjangan sosial, membaiknya pemerataan ekonomi, meningkatnya kapasitas sumber daya manusia, dan terwujudnya kesetaraan hak); kondisi kultural yang harmonis (akulturasi, asimilasi antar etnis, agama, kearifan lokal, serta berkurangnya kerentanan konflik dan eksklusi sosial); dan proses sosial yang dinamis (komunikatif, aspiratif, dan inklusif).

Kajian Awal Aspek Sosial Pemindahan Ibu Kota telah dilakukan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas). Temuan dan rekomendasi kajian tersebut perlu didiskusikan bersama para pakar dan pihak lainnya agar dapat disusun tindak lanjut yang komprehensif. Untuk itu, Kementerian PPN/Bappenas bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), sebagai rangkaian perayaan Dies Natalis UI yang ke 52, bermaksud menyelenggarakan Dialog Nasional dan Diskusi Pakar dengan tema “Pemindahan Ibu Kota Negara – Membangun Kualitas Kehidupan Sosial Budaya.”

Artikel Lainnya:  “Meretas Batas Ilmu” Sebuah Karya Perjalanan Intelektual Guru Besar Sosial Humaniora

Tujuan dari Dialog Nasional dan Diskusi Pakar ini adalah untuk mensosialisasikan rencana dan perkembangan pemindahan ibu kota, terutama kepada sivitas akademika; mendapatkan masukan perspektif sosial yang komprehensif bagi pembangunan IKN; mengidentifikasi, mengantisipasi, dan mencari pemecahan praktis dan konkrit berbagai masalah sosial dan budaya terkait dengan pemindahan IKN; serta Memberi wadah pada para ahli ilmu sosial, politik dan budaya menyumbangkan pemikiran dalam Membangun Kualitas Kehidupan Sosial-Budaya masyarakat IKN.

Dialog Nasional merupakan sesi pleno yang berisi paparan Menteri PPN/Kepala Bappenas tentang rencana pemindahan IKN, dilanjutkan dengan talkshow yang akan menghadirkan pembicara dari pihak pemerintah, perguruan tinggi dan generasi milenial. Isi talkshow berisi tentang bagaimana membangun IKN sebagai pusat kebudayaan nasional, Aspek sosial pemindahan IKN, Strategi peningkatan kesempatan kerja dan berusaha di IKN, Aspirasi generasi milenial dalam konteks IKN baru.