Pilih Laman

Indonesia baru saja menerima tongkat estafet Keketuaan Forum Kerjasama MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia) di Istanbul, Turki, pada Desember lalu. Dalam rangka menyosialisasikan Keketuaan Indonesia pada forum kerjasama MIKTA untuk periode 2018 ini, Kementerian Luar Negeri cq. Direktorat Jenderal Kerjasama Multilateral bekerjasama dengan Departemen Hubungan Internasional FISIP UI mengadakan Talk Show “MIKTA Goes to Campus 2018”. Kampus FISIP Universitas Indonesia dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan talkshow MIKTA pada 8 Februari 2018.

Salah satu tujuan diadakannya talkshow ini adalah untuk menjaring masukan terkait penyusunan agenda dan program kegiatan MIKTA di bawah Keketuaan Indonesia. Hal ini yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, H.E Febrian A. Ruddyard, yang hadir dalam kesempatan ini sebagai salah satu pembicara.

Artikel Lainnya:  Duta Besar Denmark Memberikan Kuliah Umum Mitigasi Perubahan Iklim

“Melalui program outreach seperti ini, diharapkan dapat juga menjaring masukan terkait bentuk-bentuk kerja sama dalam rangka meningkatkan peran Indonesia di forum MIKTA dan global”, ungkap Febrian dalam sambutannya.

Hadir pula sebagai pembicara, H.E Armando Gonzalo Álvarez Reina (Ambassador of Mexico), Allaster Cox (Chargé d’Affaires of the Embassy of Australia), Jae-Kyung park (Chargé d’Affaires of the Embassy of the Republic of Korea), Ihsan Eralp Semerci (Chargé d’Affaires of the Embassy a.i of the Embassy of Turkey). Sementara, Direktur Eksekutif The Habibie Center, Rahimah Abdulrahim, hadir sebagai pembahas bersama dengan Shofwan Al-Banna Choiruzzad (Departemen Hubungan Internasional FISIP UI). Talkshow ini dimoderatori oleh Rakhmat Syarif, Sekretaris Departemen Hubungan Internasional FISIP UI.

Artikel Lainnya:  Meneropong Sikap Indonesia Menghadapi Eskalasi Ketegangan di Laut Cina Selatan

Keketuaan Indonesia pada MIKTA tahun 2018 mengusung tema “Fostering Creative Economy and Contributing to Global Peace”, mencerminkan fokus Indonesia pada isu ekonomi kreatif dan isu perdamaian serta keamanan. Ekonomi kreatif merupakan isu yang dikategorikan penting mengingat sektor ini telah menyumbang kontribusi sebesar 7,3% untuk GDP Indonesia dan telah mempekerjakan kurang lebih 16 juta orang Indonesia. Sementara, untuk isu perdamaian serta keamanan, Indonesia diakui keberhasilannya dalam penanggulangan terorisme, dan pemeliharaan perdamaian antara lain melalui pengiriman 38.000 personel misi perdamaian.


MIKTA merupakan kerjasama inovatif yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia. Kerja sama ini terbentuk pada tahun 2013 di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. 

(Sumber: Direktorat Pembangunan, Ekonomi dan Lingkungan Hidup, Kementerian Luar Negeri RI)