

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menggelar acara puncak Dies Natalis yang ke-58 di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP UI, Depok. Tahun ini Dies Natalis FISIP UI mengangkat tema FISIFUNTASI yang merepresentasikan semangat kebersamaan, kreativitas dan kolaborasi dalam suasana akademik yang inklusif dan menyenangkan sekaligus berdampak sosial.
Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan sejak bulan Februari untuk menyambut puncak acara. Kegiatan tersebut meliputi perlombaan olahraga, penampilan kreasi sivitas akademika, seminar tematik berbasis riset unggulan departemen, pasar murah, hingga bakti sosial. Puncak acara sendiri diisi dengan orasi ilmiah dan panggung gembira.
Dekan FISIP UI, Evi Fitriani, dalam sambutannya menyampaikan sejumlah capaian terbaru FISIP UI di tingkat global. Ia mengungkapkan bahwa bidang studi Anthropology berhasil menembus jajaran Top 100 dunia dalam QS World University Rankings by Subject. Selain itu, bidang Social Policy & Administration berada di peringkat 101–150, Politics & International Studies serta Sociology di peringkat 151–200, dan Communication & Media Studies di peringkat 201–250.

“Capaian ini menunjukkan performa FISIP UI yang konsisten di kancah global,” ujarnya.
Lebih lanjut, Evi menambahkan bahwa keunggulan tersebut diperkuat dengan diraihnya kembali sertifikasi internasional ISO 9001:2015 untuk Pusat Administrasi Fakultas FISIP UI. Sertifikasi ini menegaskan komitmen fakultas dalam menjaga kualitas layanan manajemen berstandar internasional.
“Prestasi ini adalah bukti nyata dedikasi seluruh sivitas akademika dalam menjaga marwah akademik dan profesionalisme,” tambahnya.
Ia berharap Dies Natalis ke-58 ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang aktualisasi potensi yang berkelanjutan. Melalui berbagai kegiatan yang digelar, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara sivitas akademika, masyarakat, dan mitra strategis, serta tercipta dampak positif jangka panjang dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan solidaritas sosial.
Sementara itu, Rektor UI, Heri Hermansyah, menekankan pentingnya peran historis FISIP UI dalam perjalanan bangsa. Selama 58 tahun, FISIP UI telah melahirkan berbagai tokoh penting, mulai dari pemikir, birokrat, diplomat, peneliti, aktivis, hingga pemimpin publik.

“Ini adalah modal sejarah yang sangat besar. Namun sejarah yang baik tidak boleh hanya dikenang; ia harus diteruskan dalam bentuk kontribusi nyata yang menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul, tetapi juga mampu membentuk kualitas percakapan publik yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab. Menurutnya, diperlukan lebih banyak intelektual yang mampu membaca dinamika global secara jernih dan menyampaikannya kepada publik dengan cara yang mencerahkan.
Sebagai penutup, Heri mengajak seluruh sivitas akademika FISIP UI untuk terus menjaga tradisi intelektual yang menjadi kekuatan fakultas, yakni berpikir kritis, keberanian moral, ketelitian ilmiah, serta adab dalam menyampaikan pandangan. Ia menegaskan bahwa ilmu sosial dan politik harus menjadi sarana untuk merawat demokrasi, memperkuat nalar publik, dan menjaga nilai kemanusiaan.
Setelah rangkaian seremoni, acara dilanjutkan dengan orasi ilmiah bertajuk “Gaya Hidup Sehat dan Kesejahteraan Holistik” yang disampaikan oleh Ade Rai, alumni Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI angkatan 1990. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow mengenai filosofi kain nusantara serta peragaan busana oleh Dhara Clothing, yang didirikan oleh Dhara yang merupakan alumni Ilmu Komunikasi FISIP UI angkatan 1989.
Perayaan Dies Natalis ke-58 FISIP UI ini turut didukung oleh sejumlah mitra dan sponsor, antara lain Krakatau Sarana Properti, Bank Syariah Indonesia, Pelindo, Perum Bulog, Maxx Coffee, Bejo, J.Chicken, Prodia, serta Republika.


