Pilih Laman

Pada 22 dan 23 Agustus 2016, FISIP UI menggelar acara forum diskusi yang mengangkat topik Eksklusi Sosial. Annual Social Exclusion Discussion Series merupakan salah satu kegiatan seminar internasional tahunan yang diselenggarakan oleh empat universitas dalam jaringan Southeast Asia McDonnell Scholar Academi Network. Keempat universitas anggota jaringan tersebut adalah Washington University, Universitas Indonesia, National University of Singapore, dan Chulalongkorn University, Thailand. Akademisi senior dari keempat institusi pendidikan ini akan berpartisipasi dengan mempresentasikan serta mendiskusikan bidang kajian yang ditekuni dan keterkaitannya dalam konteks ekslusi sosial, baik konteks, konsep, serta aplikasi, dan berbagai tantangannya.

Konferensi yang diselenggarakan di Auditorium Juwono Sudarsono ini mengangkat isu sosial yang penting, yaitu masalah eksklusi sosial. Secara terminologis, yang dimaksud dengan eksklusi sosial adalah suatu proses yang membatasi akses sumber daya bagi seseorang atau sekelompok orang untuk dapat berpartisipasi di dalam kehidupan sosial, politik atau ekonomi. Secara empiris, contoh eksklusi sosial sangat banyak dan beragam. Misalnya anak jalanan, buruh migran perempuan, ataupun petani dalam konteks industri dan perdagangan agrikultur. Anak jalanan dan buruh migran perempuan merupakan dua golongan sosial yang cenderung lemah. Petani khususnya memang diuntungkan dengan adanya demokrasi desa, sehingga terinklusi dalam pembuatan keputusan di tingkat desa. Namun ketika berhadapan dengan harga pasar, kebijakan impor, dan sebagainya, posisinya tidak jauh berbeda dengan kedua golongan sosial yang disebutkan sebelumnya.

Artikel Lainnya:  Surat Edaran Dekan FISIP UI Tentang Perpanjangan Bekerja Dari Rumah

Eksklusi sosial muncul sebagai isu sosial dan politik yang penting karena (1) mencakup banyak kelompok dan mempengaruhi keberagaman di dalam masyarakat; dan (2) memiliki dampak yang luas terhadap kebijakan serta program dan berbagai praktek sosial yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan sosial. Memahami serta mengembangkan kebijakan serta strategi untuk menghadapai masalah eksklusi sosial sangat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh warga dunia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Acara yang digelar selama dua hari ini dibuka dengan sambutan dari Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. (Dekan FISIP UI) yang menyambut baik kegiatan tersebut. Welcome remark dilanjutkan prakata dari Prof. John Bowen (McDonnell Ambassador Representative for Indonesia) dan Dr. Erna Dinata (Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI) selaku moderator. Para pembicara dalam diskusi ini antara lain Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc. (Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI), Prof. Mohan Dutta (Department of Communications and New Media, National Univesity of Singapore), Prof. Hasbullah Thabrany (Fakultas Kesehatan Masyarakat UI), Prof. Vithaya Kulsomboon, Ph.D. (Chulalongkorn University-Social Research Institute), Prof. Irene Ng (Department of Social Work, National Univesity of Singapore), Dr. Mia Siscawati (Center of Gender Studies UI), Dr. Tony Rudyansyah (Departemen Antropologi FISIP UI), Prof. Decha Sungkawan (Dean of Faculty of Social Administration at the Social Policy and Development Program, Thammasat University), Prof. Molly Metzger (Washington University, St. Louis, USA), dan akademisi lainnya.

Artikel Lainnya:  Seminar dan Eksibisi “Climate Change: It’s Danger for our Production and Why It Escapes our Prediction”