


Depok, 21 Juli 2025 – Pesatnya perkembangan ilmu sosial di Indonesia akhir-akhir ini ditandai dengan maraknya aktivitas penelitian sosial yang dilakukan oleh berbagai pihak mulai dari akademisi, pemerintahan, hingga lembaga internasional.
Dukungan yang diberikan khususnya oleh institusi pendidikan, pemerintah, maupun swasta juga mulai bermunculan dalam bentuk hibah penelitian, konferensi hasil riset, seminar ilmiah, hingga berbagai kompetisi ilmiah yang melibatkan siswa dan mahasiswa.
Maka, Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Sosial Universitas Indonesia (FISIP UI) bekerja sama dengan Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universiras Negeri Jakarta (FIS UNJ) mengadakan kegiatan kolaborasi program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) “Workshop Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru Sosiologi Daerah Khusus Jakarta” pada Senin (21/07) yang bertempat di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP UI, Depok.

Pengabdian masyakat ini juga bekerjasama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Daerah Khusus Jakarta dan didukung oleh Dinas Pendidikan Daerah Khusus Jakarta. Kegiatan ini di ikuti oleh 30 guru dari berbagai sekolah menegah atas dari Jakarta.
Dekan FISIP UI, Prof. Semiarto Aji Purwanto mengatakan bahwa Departemen Sosiologi Universitas Indonesia telah mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan serangkaian workshop yang tidak hanya berhenti pada hari ini saja, tetapi berlanjut ke seri berikutnya.
“Kita paham bahwa nantinya negara akan tetap menyediakan kurikulum sebagai acuan utama. Itu adalah satu hal yang memang menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional. Namun di sisi lain, perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia berkewajiban memberikan bekal yang lebih mendalam, bukan sekadar mengikuti isi buku teks, tetapi juga memperkaya pemahaman guru tentang substansi keilmuan Sosiologi,” ujar Prof. Aji.
Prof. Aji berharap, guru-guru Sosiologi di sekolah bisa lebih percaya diri saat menghadapi pertanyaan-pertanyaan kritis dari siswa yang ingin tahu lebih banyak. Dengan adanya pengayaan ini, guru tidak hanya mengajar sesuai buku teks, tetapi juga mampu memfasilitasi pembelajaran yang lebih eksploratif dan mendalam, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih hidup dan bermakna. “Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik untuk kolaborasi berkelanjutan di bidang pendidikan ilmu sosial,” tegas Prof Aji.
Kemampuan para siswa menengah atas dalam melakukan aktivitas penelitian sosial secara umum pada dasarnya tidak merata. “Untuk mengatasi perbedaan dukungan dari pihak sekolah dan kesenjangan kapabilitas para guru untuk mendampingi para siswa dalam penelitian sosial yang menghasilkan karya ilmiah perlu alternatif strategi intervensi, dengan melakukan sebuah kegiatan pengabdian dalam bentuk pelatihan penelitian sosial dan penulisan karya ilmiah bagi para guru untuk meningkatkan kapabilitasnya,” jelas Dr. Indera Ratna Irawati Pattinasarany, M.A (Ketua Departemen Sosiologi FISIP UI) mengatakan,
Senada dengan hal tersebut, Nahdiana (Kepala Dinas Pendidikan Jakarta), mengatakan peningkatan kemampuan para guru dalam melakukan penelitian sosial dan penulisan karya ilmiah dapat menjadi sebuah investasi sumber daya intelektual dalam mendorong para murid di sekolah untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kompetisi ilmiah.
“Harapannya, bapak dan ibu guru dapat menyerap materi dengan baik, mengolahnya, dan mengimplementasikannya dalam pembelajaran di kelas, serta berkolaborasi dengan sesama guru dan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran,” ujar Nahdiana.
Kegiatan pengmas ini berlangsung mulai dari Mei 2025 hingga September 2025, dengan berbagai kegiatan seperti pelatihan pengantar penelitian sosial dan penulisan karya ilmiah, workshop rancangan metode dan penulisan laporan penelitian sosial, dilanjutkan dengan seminar dengan mempresentasikan hasil laporan penelitian sosial hingga publikasi.







