Pilih Laman

Jakarta, 26 Juni 2016 – Komunitas Tari FISIP UI (KTF UI) Radha Sarisha hari ini menyelenggarakan Gelar Pamit Misi Budaya IV bertajuk “Cakra Gantari” (Menari Laksana Matahari) yang bertempat di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Gelar Pamit Misi Budaya IV ini merupakan sebuah pagelaran tari dan musik yang diadakan sebagai wujud persembahan delegasi Indonesia sebelum berangkat ke Eropa untuk menjalankan misi budaya. Dalam pagelaran ini ditampilkan 5 tarian dan 2 musik tradisional nusantara yang merupakan bagian dari tarian dan musik yang akan ditampilkan di Eropa nanti.
Tema “Cakra Gantari” yang berarti menari laksana matahari, diambil sebagai wujud misi KTF UI Radha Sarisha untuk menyinari dunia dengan kebudayaan Indonesia. Misi tersebut telah diwujudkan diantaranya dalam bentuk misi budaya pertama ke Eropa pada tahun 2012, kedua ke Filipina pada tahun 2012, ketiga ke Amerika Serikat pada tahun 2014, dan keeempat ke Eropa pada Juli hingga Agustus 2016 mendatang.
Pada misi budaya ke Eropa mendatang, KTF UI Radha Sarisha mengirimkan 32 orang sebagai delegasi Indonesia. Para delegasi akan berangkat menuju Eropa pada 7 Juli. Misi budaya tersebut dimulai pada 12 Juli di Polandia, dan berakhir pada 17 Juli di Perancis. Pada misi budaya tersebut akan diibawakan 13 tarian dan 24 musik tradisional nusantara yang akan ditampilkan pada beberapa festival di 4 negara, yaitu Polandia, Jerman, Swiss, dan Perancis.
Diantara tarian dan musik tradisional yang akan ditampilkan di Eropa nanti, 5 tarian dan 2 musik beserta 2 tarian tambahan ditampilkan pada Gelar Pamit Misi Budaya IV. Acara dimulai pada pukul 19.30 WIB, dibuka dengan Tari Cerana, sebuah tari dari NTT. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan dari Project Officer Gelar Pamit Agung Kurniawan, Ketua KTF UI Edra Prameskara, dan Project Officer Misi Budaya Yuni Ermaliza. Pertunjukan dilanjutkan dengan Tari Kontemporer dan diikuti dengan sambutan dari Dekan FISIP UI, sambutan dari Duta Besar Polandia, dan pemberian plakat kepada Duta Besar Polandia sebagai bentuk penghargaan atas dukungan beliau terhadap acara ini.
Setelah pembukaan, pagelaran dimulai dengan menampilkam serangkaian tarian dan musik. Tarian dan musik yang ditampilkan secara berurutan dari awal hingga akhir acara adalah:

Artikel Lainnya:  Kebijakan Luar Negeri Inggris dan Hubungan Diplomasi dengan Indonesia

Tari Mambri
Tari Mambri ini berasal dari Papua. Tari yang ditarikan oleh laki-laki menggunakan panah ini menunjukkan keeksotisan Papua dalam bentuk penampilan yang enerjik, sebagai wujud dari masyarakat Papua yang berjuang mempertahankan kekokokah sukunya.
Tari Kartina
Tari Kartina menampilkan gadis-gadis yang menari dengan lincah sebagai simbol dari gadis-gadis Jakarta yang tetap teguh dengan tradisi betawi di tengah perkembangan zaman dan keberagaman etnis di Jakarta.
Musik Manuk Dadali
Para pemusik menampilkan pertunjukan musik Manuk Dadali yang merupakan lagu bernuansa Sunda ciptaaan Sambas Mangundikarta. Lagu ini menggambarkan keperkasaan lambang negara Indonesia, Burung Garuda.
Tari Selayang Pandang
Tari Selayang Pandang yang ditampilkan secara berpasang-pasangan ini merupakan tari yang menunjukkan kehidupan harmonis antara pemuda dan pemudi di tanah melayu. Pemuda menunjukkan kejantanannya dengan melindungi pemudi, dan pemudi menerimanya dengan baik. Sehingga tercipta nuansa masyarakat madani dalam penampilan ini.
Tari Burung Enggang Le’to
Tari Burung Enggang Le’to merupakan simbol dari turunnya burung Enggang dari khayangan. Burung ini memiliki nilai spiritual tinggi di tanah Borneo. Tarian ini ditampilkan oleh perempuan dengan nuansa magis.
Musik Tak Tong Tong
Lagu Tak Tong Tong merupakan lagu yang dinyanyikan secara turun temurun oleh masyarakat Minangkabau tanpa diketahui penciptanya. Lagu ini bercerita mengenai cinta dan dibawakan dengan suka cita oleh para pemusik.
Tari Coga
Tari Coga yang ditampilkan oleh laki-laki ini melambangkan pribadi coga, pribadi yang mengalir kecerdasan emosional, empati, serta pesona spiritual yang mengilhami dan terpatri pada jiwa raga. Tarian ini ditampilkan dengan musik bertempo cepat, enerjik, keras, dan dinamis. Tari ini merupakan penutup pagelaran Gelar Pamit Misi Budaya IV KTF UI Radha Sarisha.
Serangkaian pertunjukan tari dan musik ini merupakan bentuk dari misi untuk menyinari dunia dengan budaya Indonesia. Setiap penampilan ditunjukkan dengan wiraga, wirama, dan wirasa, laksana matahari, di tanah yang mereka pijak.

Artikel Lainnya:  Pendekatan Integratif sebagai sebuah Program Deradikalisasi di Lapas

Oleh: KTF UI