Pilih Laman

Departemen Hubungan Internasional FISIP UI mengadakan dialog daring bertajuk “Defining Nurani #1 – Human Security dalam Advokasi Isu Gender. Sebagai pembicara, Andy Yentriyani (Komisaris Komnas Perempuan), sebagai pembahas Dr. Ani W. Soetjipto (Staf Pengajar Departemen Hubungan Internasional FISIP UI) dan sebagai moderator Yeremia Lalisang (Staf pengajar Departemen Hubungan Internasional FISIP UI).

Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemic global Covid-19 telah menghadirkan tantangan-tantangan yang tidak mudah bagi para pengambilan kebijakan. Mereka salah satunya dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan bagaimana membuat rencana penyelamatan stabilitas ekonomi dan politik tanpa harus mengorbankan human security saat layak untuk dipertanyakan. Dialog ini juga diselengarakan untuk memperingati 35 tahun Depratemen Hubungan Internasional FISIP UI.

Artikel Lainnya:  Inovatif Intervensi Sosial dalam Penanganan Masalah Covid-19

Andy menerangkan, sepertinya tidak mungkin membicarankan human security tanpa mengaitkan dengan gender, hal ini saling berkaitan. Gender salah satunya sebagai alat analisis sosial untuk mengenali dan menidentifikasi relasi kuasa antara perempuan dan laki-laki. Kritik feminis pada pengetahuan dan kebijakan untuk mengidentifikasi pengalaman khas berbasis jenis kelamin, pengakuan hak, kapasitas dan kapabilitas kesetaraan substantive serta mengenali strategi pemberdayaan dan langkah afirmasi. Hal itu terjadi akibat pembedaan berdasarkan jenis kelamin dalam masyarakat patriakis.

“Kritik atas konsep tradisional security terdiri dari state-centric dan militeristik. Human security terjadi dari pengalaman emipirs, non-state domain, suara dari pihak yang merasa terancam atau kehilangan rasa aman dalam berbagai variasi aspek dan wujudnya. Re-konsepsi ranah non negara ada dari pengalaman individual sebagai kolektif, bagian dari masyarakat yang berinteraksi dan dalam dinamika interaksi global,” ujah Andy.

Artikel Lainnya:  Pemberdayaan Sektor Informal di Masa Pandemi Covid-19

Human security menjadi agenda global  sejak tahun 1994 dan mendapatkan berbagai afirmasi. Tekanannya ada pada hak fundamental yang harusnya di nikmati untuk setiap orang pada kehidupan yang bermartabat bebas dari rasa takut dan rasa yang terancam  serta kehidupan kesejahteraan yang memenuhi kehidupan dasar manusia. Human security merupakan tanggung jawab utama negara. Kondisi human security dalam pengalaman perempuan Indonesia, kekerasan terhadap perempuan adalah wajah dari kesenjangan, ketidakamanan dan ketidakpastian di Indonesia serta penghapusan segala bentuknya mensyaratkan perubahan sistematik dan transformatif yang peka gender.