Pilih Laman

Selasa (4/12) Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia mengadakan Peluncuran Website “Warung Ilmuah Lapangan(WIL)” dan Sistem Informasi Data Agrometeorologi Petani di Balai Sidang Universitas Indonesia. Pelucuran tersebut merupakan hasil kejasama antara Pusat Kajian Antropologi, Departemen Antropologi FISIP UI dengan pakar agrometeorologi dan trans-disiplin dengan petani.

Berbagai konsekuensi perubahan iklim bagi pertanian seperti naiknya suhu minimum di malam hari, keragaman pola pergantianmusim dan kemungkinan terjadinya peristiwa iklim ekstrim, membuat petani tidak lagi dapat menggantungkan diri hanya pada pengetahuan tradisional dan pengetahuan empiris. Menanggapi hal itu, para antropolog menyarankan suatu inovasi dalam pembelajaran petani menghadapi konsekuensi perubahan iklim. Untuk itu, Website Warung Ilmiah Lapangan dan Sistem Informasi Data Agrometeorologi Petani (aplikasi omplog) diluncurkan dengan menyajikan beragam kegiatan petani, termasuk aplikasi data curah hujan dan agroekosistem yang memungkinkan petani mengunggah dan mengunduh data yang dihimpunnya sendiri. Data-data petani dan hasil olahannya tersebut dapat menjadi rujukan bagi petani bersangkutan dalam menentukan strategi antisipasicocok tanam yang jitu ditengah ketidakteraturan datangnya musim hujan, ancaman peristiwa iklim ekstrim (banjir, kekeringan, angin puting beliung, dsb) dan kemungkinan serangan hama. 

Artikel Lainnya:  Mahasiswa FISIP UI Siap Melaju ke Ajang Mapres Nasional 2020

Pemaparan tentang Warung Ilmiah Lapangan disampaikan oleh Prof. M.A Yunita T. Winarto, M.Sc(Katua Tim Warung Ilmiah Lapangan); Nurkilah (KetuaAsosiasi Pengukur Curah Hujan Indramayu); dan Rhino Ariefiansyah (Koordinator Pengembangan Website dan Sistem Informasi Warung Ilmiah Lapangan). Lalu tidak ketinggalan juga Prof. Jatna Supriatna, M.Sc., Ph.D (Pimpinan Research Center for Climate Change Universitas Indonesia) yang membahas mengenai kegiatan agrometeorologi serta website WIL.

Harapannya website dan aplikasi itu dapat bermanfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan serta menjadi sarana bebagai hasil penemuan yang dilakukan para antropolog sebagai bentuk pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dalam menghadapi persoalan yang dihadapi oleh khalayak luas khususnya petani Indonesia.