
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) bersama Aliansi Universitas Leiden-Delft-Erasmus (LDE) kembali memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui Program Joint Minor Future Challenge Labs FISIP UI–LDE 2026. Memasuki tahun ketiga pelaksanaan, program ini menjadi ruang pembelajaran interdisipliner yang mempertemukan perspektif akademik Indonesia dan Belanda dalam merespons berbagai tantangan global.
Program yang berada di bawah naungan Departemen Antropologi, bekerja sama dengan Departemen Sosiologi dan Departemen Hubungan Internasional, resmi dibuka pada Senin (24/8) di Auditorium Juwono Sudarsono, Kampus FISIP UI, Depok. Program berlangsung selama empat bulan, Agustus–Desember 2026, dengan melibatkan 25 mahasiswa dari LDE dan 15 mahasiswa UI. Proses pembelajaran didukung oleh 7 dosen FISIP UI dan 4 dosen LDE melalui format perkuliahan di kelas, kunjungan lapangan, serta penelitian sederhana.
Program ini dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan pendidikan interdisipliner yang semakin penting di tengah kompleksitas persoalan global. Melalui program ini, mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik dan negara dapat berinteraksi dengan beragam perspektif, memperluas wawasan global, sekaligus mengembangkan kemampuan analisis dan penelitian sosial-politik.
Ketua Program Joint Minor Future Challenge Labs FISIP UI–LDE, Dr. Phill. Imam Ardhianto, menjelaskan bahwa desain program berakar pada komitmen bersama FISIP UI dan Aliansi LDE untuk menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi yang tidak hanya kuat secara akademis, tetapi juga relevan dengan dinamika sosial. Kemitraan tersebut mencerminkan pentingnya pembelajaran kolaboratif dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Melalui program ini, mahasiswa diperkenalkan pada kurikulum yang mengintegrasikan pengetahuan teoretis dengan pengalaman praktis, memungkinkan mereka untuk menerapkan apa yang mereka pelajari dalam konteks dunia nyata,” ujar Imam.
Ia menambahkan, rangkaian pembelajaran selama empat bulan dikemas dalam beberapa modul, meliputi Bahasa Indonesia Language Course, Indonesia-Netherlands Comparative Course, Future Indonesia Course, Designing an Interdisciplinary Project, serta Interdisciplinary Project Fieldwork and Workshop. Khusus dalam Designing an Interdisciplinary Project, mahasiswa mengikuti sembilan sesi kelas yang menjadi bagian dari proses persiapan proyek interdisipliner.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menghubungkan pengetahuan teoritis dengan pengalaman dan keterampilan praktis. Pembelajaran melalui pengalaman juga menjadi bagian penting dari filosofi pendidikan yang dikembangkan kedua institusi.
Sementara itu, Dekan FISIP UI, Prof. Evi Fitriani, menyampaikan apresiasi kepada mitra LDE, yaitu Leiden University, TU Delft, dan Erasmus University Rotterdam. Menurutnya, komitmen yang terjalin sejak 2024 telah menjadi fondasi penting dalam menjaga sekaligus memperkaya visi kolaborasi akademik kedua pihak.

“Tema tahun ini, Future Challenges Lab: Co-create Sustainable Practices in and Beyond the Indonesian City, merefleksikan semangat dan misi bersama untuk menghadapi berbagai tantangan global di masa depan, mulai dari transformasi perkotaan dan perubahan sosial hingga perkembangan tata kelola global. Persoalan-persoalan tersebut begitu kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan secara parsial. Kita membutuhkan refleksi kritis, keberagaman perspektif budaya, serta pendekatan yang inovatif dan lintas disiplin,” ujar Prof. Evi.
Prof. Evi juga mengajak mahasiswa menjalani program dengan pikiran terbuka, kerendahan hati intelektual, dan rasa ingin tahu yang mendalam. “Belajarlah dari pengalaman satu sama lain, berinteraksilah secara bermakna dengan masyarakat yang Anda temui, dan pahami realitas kehidupan kota secara langsung,” pesannya.
Melalui program ini, FISIP UI dan Aliansi LDE menargetkan penguatan kemampuan penelitian dan analisis sosial-politik mahasiswa, peningkatan pengalaman internasional melalui interaksi akademik dan budaya, serta penguatan kerja sama kelembagaan antara FISIP UI dan universitas anggota LDE.
“Atas nama FISIP Universitas Indonesia, kami bangga menjadi tuan rumah dan menyediakan ruang kolaboratif tempat pengetahuan tidak hanya dibagikan, tetapi juga diuji dan dikembangkan. Semoga empat bulan ke depan menjadi perjalanan yang bermakna bagi pertumbuhan, pembelajaran yang mendalam, serta terbangunnya kolaborasi yang berkelanjutan,” tutup Prof. Evi.




