Select Page
Bedah Buku Kiprah Diplomat Indonesia di Mancanegara

Bedah Buku Kiprah Diplomat Indonesia di Mancanegara

Diplomat harus bergerak secara dinamis, menjawab tantangan jaman namun tetap berpedoman pada amanah konsitusi dan kepentingan nasional serta tetap mematuhi rambu-rambu hubungan internasional.

Begitu yang disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Argentina merangkap Uruguay dan Paraguay, Niniek Kun Naryati pada acara bedah buku ‘Diplomasi: Kiprah Diplomat Indonesia di Mancanegara’ yang digelar Fakultas llmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) pada Jumat (23/4). Selain itu Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan, Prayono Atiyanto juga memberikan paparannya tentang buku tersebut.

Dalam sambutan pembukaan acara bedah buku ini, Dekan FISIP UI, Arie Setiabudi mengatakan “saya sendiri sudah membaca buku buku yang berjudul Diplomasi: Kiprah Diplomat Indonesia di Mancanegara dan senang sekali karena semua pengalaman-pengalaman para bapak dan ibu Diplomat di berbagai posisinya merupakan data yang tentu bisa dimanfaatkan dan digunakan oleh semua pihak tidak hyanya dosen tetapi juga mahasiswa. Buku ini juga menjadi ilmu bagi teman-teman khususnya di Departemen Hubungan Internasional.”

Buku ini adalah true story dari pada Diplomat Indonesia yang ada di berbagai negara. Buku ini berisi tentang pelaksanaan dan fungsi Diplomat seperti, representing, protecting, negotiating, promoting, reporting dan managing di berbagai belahan dunia.

“yang coba dituangkan para Diplomat di buku ini ada tiga poin penting yaitu pertama, angka itu penting karena sebagai indicator pelaksanaan diplomasi politik, ekonomi, sosial, budaya dan perlindungan WNI. Kedua tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, diplomasi adalah kerja Bersama antara pemerintahan pusat dengan daerah, masyarakat, pihak swasta, diaspora Indonesia di luar negeri dan multistakeholder. Ketiga, kinerja harus bisa diukur dan di pertanggungjawabkan” Dubes Prayono.

Menurut Dubes Niniek, pada krisis di Ukraina, ternyata Perwakilan RI tidak bisa mengandalkan laporan semata-mata dari sumber terbuka yaitu dari berita lokal atau regional, namun juga perlu memeriksa sendiri validitasnya di lapangan untuk itu diperlukan jejaring yang kuat dari semua pemangku kepentingan. Ketika kendala di lapangan sangat sulit seperti bahasa, kepentingan dua kubu yang bertikai dan akses resmi ditutup, maka mau tidak mau harus mencari sumber berita secara langsung dengan memanfaatkan kedekatan dengan semua pihak.

Menurut Niniek, Konflik Ukraina yang semula merupakan ketidakstabilan politik internal bereskalasi menjadi krisis internasional. Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negerinya yang ditujukan untuk terciptanya perdamaian.

Para pembahas dari Universitas Indonesia memberikan pandangan yang bervariasi dan menambah bobot diskusi. Dr. Asra Vergianita, Ketua Jurusan Hubungan Internasional menyatakan bahwa beragamnya bidang tugas yang ditangani diplomat membuat spektrum pengalaman dan pengetahuan seseorang diplomat menjadi luas: mulai dari politik, ekonomi sampai perlindungan.

Selanjutnya Dr. Nurul Isnaeni menyoroti tentang peranan LSM khsusnya pekerja migran Indonesia (PMI) perlu diberikan highlight tersendiri mengingat jasa mereka untuk membantu perekonomian keluarganya di Indonesia.

Promosi Doktor: Fajrul Rahman Mengangkat Judul ‘Distingsi Pemilih di Indonesia’ Untuk Penelitian Disertasinya

Promosi Doktor: Fajrul Rahman Mengangkat Judul ‘Distingsi Pemilih di Indonesia’ Untuk Penelitian Disertasinya

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menggelar sidang terbuka Promosi Doktor Ilmu Komunikasi dengan promovendus atas nama M. Fajrul Rahman. Fajrul menyampaikan penelitian disertasi dengan judul, “Distingsi Pemilih di Indonesia (Studi Interpretative Phenomenological Analysis Habitus Kelas dan Perilaku Pemilih dengan Pendekatan Strukturalisme Genetik Pierre Bourdieu)”.

Promotor Fajrul adalah Prof. Dr. Ilya R. Sunarwinadi, M. Si. dengan Kopromotor Dr. Pinckey Triputra, M. Sc. Fajrul menjalani sidang terbuka secara daring pada Rabu (21/4), dan berhasil dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Penguji dalam sidang ini adalah Prof. Dr. Alois Agus Nugroho, Ph.D.; Prof. Effendi Gazali, MPS ID., Ph.D.; Sirojuddin Abbas, Ph.D.; Prof. Dr. Billy K. Sarwono, M.A.; Dr. Eriyanto, M.Si.; Inaya Rakhmani, M.A., Ph.D. Sidang diketuai oleh Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc.

Disertasi Fajrul adalah penelitian komunikasi politik, khususnya perilaku memilih (voting behavior), yang bertujuan untuk menemukan bagaimana pemrosesan informasi oleh pemilih berdasarkan distingsi (distinction) kelas sosial dan habitus kelas sosial pemilih untuk memproduksi opini politik dan pilihan politik pada pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April 2019. Kelas sosial, distingsi kelas dan habitus kelas pemilih dalam formasi sosial masyarakat kontemporer Indonesia (historical situatedness) tersebut dianalisis dengan memakai model kelas sosial baru berdasarkan pendekatan strukturalisme genetik Pierre Bourdieu.

Metode yang digunakan adalah convergent parallel mixed method, pendekatan kuantitatif dengan analisis kluster digunakan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kelas-kelas sosial di Indonesia. Sementara pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan para informan kunci digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang habitus kelas dan modus produksi opini politik masing-masing kelas sosial dengan menggunakan the modes of production of opinion Bourdieu.

Fajrul, yang juga Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di bidang komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden tersebut, menemukan melalui analisis kuantitatif dan kualitatif dengan interpretative phenomenological analysis berhasil mengidentifikasi empat kelas sosial di Indonesia lengkap dengan habitus kelas masing-masing, yakni kelas elite, kelas menengah profesional, kelas menengah tradisional, dan kelas marhaen. Tiap-tiap kelas sosial memiliki jumlah dan komposisi kapital ekonomi, budaya, dan sosial yang berbeda, serta habitus kelas dan kapital simbolik yang berbeda pula, juga memiliki modus produksi opini politik yang juga menunjukkan perbedaan (distinction).

Perbedaan modus produksi opini politik berhubungan langsung dengan perbedaan habitus kelas  masing-masing kelas sosial. Penelitian Fajrul ini juga menunjukkan bahwa modus produksi opini politik dan pilihan politik tersebut terkondisikan secara sosial. Kelas elite dan kelas menengah profesional mengalami modus produksi opini dan pilihan politik berdasarkan etos kelas atau produksi orang-pertama (first person production), di mana opini dan pilihan politik pemilih dari kelas ini berdasarkan kesadaran diskursif dan pengetahuan kognitif. Sementara kelas menengah tradisional dan kelas marhaen mengalami modus produksi opini dan pilihan politik berdasarkan production by proxy, di mana opini dan pilihan politik pemilih dari kelas ini berdasarkan kesadaran non-diskursif dan rentan terhadap doxa (realitas dunia yang dirumuskan pihak dominan), propaganda dan kekerasan simbolik.

Dalam penelitian ini Fajrul juga menemukan bahwa habitus kelas merupakan mediator dari modus produksi opini dan pilihan politik pada pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April 2019. Habitus kelas elite: visioner, rasional, outward looking, etos pengusaha dan profesional yang penuh passion dan resilience; habitus kelas menengah profesional: rasional, berkembang ke arah kemajuan pendidikan dan profesionalisme serta pro-perubahan sosial dan meritokrasi; sedangkan habitus kelas menengah tradisional: konservatisme nilai, dan kecemasan dalam kepemilikan kapital serta kehidupan sosial; terakhir habitus kelas marhaen: subsistensi, ketidakpedulian sosial, serta keputusasaan hampir total di semua bidang kehidupan.

Selain itu dalam temuan kualitatif terhadap informan kunci penelitian, berdasarkan distingsi kelas sosial dan habitus kelas sosial masing-masing, Fajrul menemukan bahwa para pemilih pada pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April 2019 pada dasarnya sudah menentukan pilihan politik mereka masing-masing bahkan sebelum pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April 2019 itu berlangsung. Meminjam konsep Lazarfeld et al dari Columbia School para pemilih tersebut adalah deciders (sudah memilih dengan keputusan tetap).

Bisakah kelas sosial dan habitus kelas sosial berubah? Bisa! Konsep habitus yang menyatakan bahwa individu adalah produk sosial melalui dialektika struktur mental dan struktur sosial atau dialektika internalisasi eksternalitas (structuring structure) dan eksternalisasi internalitas (structured structure) memberikan peluang untuk perubahan sosial. Caranya? Merombak struktur sosial, merombak kepemilikan kapital ekonomi, kapital sosial dan kapital budaya melalui strategi transformasi struktural terukur dan progresif.

Perombakan kelas sosial yang ada melalui strategi transformasi struktural terukur dan progresif akan menghasilkan individu atau agen sosial yang berbeda. Berarti akan menghasilkan pemilih dengan disposisi habitus yang berbeda dan lebih baik, yang diharapkan merupakan pemilih yang mampu mendemokratisasikan demokrasi sesuai agenda Reformasi Mei 1998. Dengan demikian komunikasi politik khususnya dan ilmu komunikasi umumnya menjadi kekuatan perubahan sosial substantif di Indonesia.

Strategi Komunikasi L’Oréal untuk Keberlangsungan Lingkungan Hidup

Strategi Komunikasi L’Oréal untuk Keberlangsungan Lingkungan Hidup

Pada hari kedua, Rabu (07/04) Pekan Komunikasi UI mengadakan webinar tentang Public Relation, yaitu Public Relations Vaganza adalah mata acara dari Pekan Komunikasi UI yang diselenggarakan oleh peminatan Hubungan Masyarakat. Public Relations Vaganza berjudul “Action, Advocacy and Trust: Strategies for Communicating Sustainability” dalam seminar tahun ini. Membahas tentang bagaimana strategi perusahaan dalam pembangunan yang berkelanjutan termasuk keberlanjutan lingkungan, ekonomi dan sosial. Webinar tersebut adalah salah satu rangkaian acara dari PR Vaganza Pekan Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI.

Perusahaan-perusahaan baik di Indonesia dan di dunia saat ini tengah mengadopsi dan mengimplementasikan prinsip sustainability  ke dalam aktivitas operasional dan proses pengambilan keputusan bisnis mereka. Sustainability sudah menjadi sebuah urgency dan komitmen global untuk memastikan kelangsungan hidup dan kualitas hidup saat ini dan di masa depan. 

Hadir sebagai pembicara, Melani Masriel selaku Communication, Sustainability & Public Affair Director dari Loreal Indonesia.

Perubahan iklim yang terjadi beberapa tahun terakhir ini semakin terlihat jelas seperti banjir bandang, kebakaran hutan, angin topan dan gelombang panas karena dampak dari perilaku manusia. Selain itu pemasanan global dan perubahan lingkungan berpotensi untuk menciptakan degradasi permanen terhadap habitat manusia dan spesies lainnya.

Pada tahun 2020, Loreal meluncurkan kegiatan yang sustainability yaitu “Loreal For the Future” adalah komitmen Loreal untuk membangun model bisnis yang lebih ramah lingkungan, mentransformasi aktivitas untuk menghormati batasan planet dan berkontribusi menyelesaikan berbagai tantangan sosial dan lingkungan.

Melani menjelaskan, “ada tiga pilar utama komitmen ini. Pertama transformasi bisnis untuk menghargai batasan-batasan planet, menerapkan program transformasi internal baru, dengan langkah-langkah yang terukur, untuk membatasi dampak kami pada iklim, air, keanekaragaman hayati dan sumber daya alam. Kedua, memberdayakan pihak-pihak yang ada dalam ekosistem bisnis kami, membantu mereka bertransisi ke dunia yang lebih berkelanjutan. Ketiga membantu mengatasi tantangan dunia, dengan mendukung kebutuhan dari langkah-langkah pemecahan masalah sosial dan lingkungan yang mendesak.”

Selain itu Loreal sendiri sudah menggunakan green formula materials, sustainiable packaging dan green parcel. L’Oréal juga memutuskan untuk melakukan upaya lebih jauh melalui program “L’Oréal for the Future”. Komitmen menuju tahun 2030 menandai awal dari transformasi yang lebih baik dan mewujudkan pandangan tentang seperti apa visi, tujuan dan tanggung jawab perusahaan untuk memenuhi tantangan yang dihadapi dunia.

Webinar Jurnalistik Pekan Komunikasi UI

Webinar Jurnalistik Pekan Komunikasi UI

Webinar ini dilaksanakan pada Kamis (08/04) melalui media stream Zoom. Menghadirkan pembicara M. Taufiqqurahman (Edior in Chief The Jakarta Post), Dr. Eriyanto, S.I.P, M.Si (Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UI), dan Citra Dyah Prastuti (Chief in Editor Kantor Berita Radio).

Journalight adalah mata acara dari Pekan Komunikasi UI yang diselenggarakan oleh peminatan Jurnalisme. Mata acara Journalight terdiri dari lomba, seminar, workshop, dan company visit. Tahun ini, Journalight membawakan judul “Stream on Edge: Finding the Alternatives in Times of Uncertainty”. 

Perkembangan media saat ini sedang mengalami disrupsi teknologi digital. Disrupsi teknologi digital  adalah era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena hadirnya teknologi digital, mengubah sistem yang terjadi di Indonesia maupun global. Secara perkembangannya teknologi digital ini mampu menggantikan pekerjaan manusia. Ketika muncul platform digital mampu mengubah produksi, distribusi dan iklan di media. Belajar dari media-media yang berguguran para pengusaha media belajar dan cepat beradaptasi mengubah model bisnis.

Taufiqqurahman menjelaskan, “ketika pertama kali The Jakarta Post mulai melakukan investasi di online journalism sepuluh tahun lalu kami sangat optimis ternyata the future of media itu ada di internet jika kita bisa melakukan transisi digital dan mempresentasikan produk kita melalui internet akan berhasil seperti buzzfeed, vice dan lain sebagainya tetapi kenyataannya berbeda saat ini.”

“Ketika memindahkan konten ke online, maka dihadapkan dengan ekosistem yang sangat besar yang diluar kontrol seperti search engine, sosial media dan kekuatan sistemik yang tidak bisa dipecahkan artinya kita bisa bikin konten tetapi delivery nya di kontrol oleh orang lain yang punya infrastruktur yang massive yang mengendalikan semua akses orang di dunia ke internet” tambah Taufiqqurahman.

Sementara Citra menjelaskan dari sisi Kantor Berita Radio. “Adaptasi KBR sebelum pandemi adalah banyak memproduksi podcast. Ketika pandemi terjadi kenaikan traffic di podcast sangat tinggi, tidak hanya di KBR saja tapi secara global karena saat pandemi tidak bisa kemana-mana dan manusia itu sifatnya cepat bosan maka mendengarkan podcast salah satu untuk menghilangkan kebosanan.”

Strategi KBR sendiri memikirkan audience yang akan di tuju oleh podcast karena audience radio network KBR berbeda dengan posdact KBR. KBR membentuk konten agar sesuai dengan yang dibutuhkan oleh target audience tersebut.

“Disrupsi tidak hanya sekedar perubahan inovasi karena disrupsi mengubah model bisnis. Sebetulnya media-media yang mati itu karena tidak mengikuti perubahan model bisnis. Pada situasi disrupsi media tidak cukup hanya mengingkatkan performance seperti kualitas liputan tetapi media harus mengubah model bisnis. Mengapa digital men-disrupsi media karena internet mengubah konsep mengenai institusi media. Kita lihat saat ini di internet isi media sangat beragam dan demassifikasi berbeda dari masa lalu yang isinya standar dan seragam” jelas Eriyanto.

Eriyanti menambahkan, media saat era digital seperti ini tidak bisa berdiri sendiri tanpa kehadiran telekomunikasi, teknologi informasi dan ecommerce, maka media harus berkolaborasi dan terintegrasi. Pesaing media saat ini bukan hanya sesama media tetapi juga aplikasi IT dan mesin pencarian atau search engine.

“Strategi The Jakarta Post yaitu sudah melakukan revenue stream. Strategi untuk meraih market secara online The Jakarta Post melakukan dari hulu ke hilir artinya memperbaiki sistem delivery agar konsumen dapat menerima berita dengan mudah, memproduksi konten-konten yang bagus yang menarik orang-orang untuk membaca. Saat ini fokus The Jakarta Post membuat berita yang bentuknya cerita bukan lagi news tapi feature, opini dan indepth” tutup Taufiqqurahman.

Reza Juniarshah: Inovasi Traveloka ditengah Era yang Tidak Pasti Saat ini

Reza Juniarshah: Inovasi Traveloka ditengah Era yang Tidak Pasti Saat ini

Berangkat dari keresahan akan pandemi dan berbagai kejadian yang terjadi belakangan ini, Pekan Komunikasi UI 2021 hadir dengan tema besar “Adaptation in the Uncertainty Era”.  Tema ini diangkat untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran mengenai cara beradaptasi di era pandemi yang membawa implikasi terhadap sendi-sendi kehidupan, melalui optimalisasi penggunaan teknologi di era hyper-connected society (keterhubungan antar masyarakat). 

Penggunaan teknologi ini diyakini dapat menjadi celah untuk tetap bertahan di era ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi dan menjawab kebutuhan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Tahun ini, Pekan Komunikasi UI mengangkat tagline “See the Unseen” untuk mendorong semangat berpikir kreatif dan melihat peluang dalam pengoptimalan teknologi digital agar dapat beradaptasi di era pandemi.

Pada tahun 2021, Pekan Komunikasi UI di mulai dengan Opening Ceremony sekaligus seminar pada Senin (05/04) yang disiarkan langsung melalui Zoom dan streaming melalui detik.com, menghadirkan pembicara salah satunya, Reza Juniarshah sebagai Corporate Communication Director di Traveloka dan Alumni Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Pada seminar pembukaan kagiatan Pekan Komunikasi UI ini, mengangkat judul Communication Strategy: Seize the Opportunity in the Uncertainty Era. Berbicara mengenai aspek komunikasi yang akan melihat bagaimana strategi komunikasi dapat merebut peluang di era ketidakpastian seperti saat pandemi ini.

Salah satu faktor penyebaran Covid-19 yaitu mobilitas dan traveling. Ketika itu terjadi yang sangat jelas terdampak adalah industri pariwisata. Selama pandemi terdapat perubahan pola kebutuhan dan perilaku masyarakat dalam menentukan aktivitas berwisata.

“Traveloka melakukan studi melibatkan beberapa ribu pengguna dan menghasilkan tiga kesimpulan yaitu penerapan protokol kesehatan yang terjaga, fleksibilitas pemesanan dan promosi harga yang selalu dicari customers. Dari hal tersebut lahirlah inovasi-inovasi baru Traveloka dan strategi untuk tetap bisa melayani para customers pada saat pandemi, seperti Clean Partners merupakan komitmen dari partners Traveloka untuk mematuhi protokol kesehatan, Order Now and Delivery untuk mengaja social distancing, serta Traveloka Live Stream untuk menawarkan program seru dan promosi dari aplikasi dan media sosial Traveloka,” jelas Reza Juniarshah.

Reza juga menjelaskan, “tim komunikasi di Traveloka berperan untuk membangun brand awarness perusahaan dan produk, memastikan pesan perusahaan konsisten dan sesuai dengan narasi perusahaan, manajemen isu dan krisis serta memastikan komunikasi dua arah antara manajemen perusahaan dan seluruh karyawan.”

Sebagai penutup, Reza membagi hal yang harus disiapkan untuk masuk ke dunia pekerjaan khususnya Traveloka kepada para mahasiswa yaitu mempersiapkan dan mengasah hard skill maupun soft skill, melakukan observasi terhadap situasi terkini untuk memahami perkembangan industri dan membangun koneksi untuk memperkaya sudut pandang dan membuka kesempatan kerja yang luas.

Pekan Komunikasi UI Hari Ketiga Mengadakan Seminar Advertising

Pekan Komunikasi UI Hari Ketiga Mengadakan Seminar Advertising

Pekan Komunikasi UI sudah diadakan sejak tahun 2007, merupakan ajang yang mempertemukan mahasiswa dan mahasiswi terbaik se-Indonesia untuk memecahkan fenomena yang ada dengan pendekatan ilmu komunikasi yang rutin diselenggarakan oleh jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia. Pekan Komunikasi UI juga merupakan sebuah tempat berkumpulnya bagi semua orang yang berniat untuk belajar mengenai ilmu komunikasi. Pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, ataupun praktisi lintas jurusan, semua dapat berpartisipasi dalam rangkaian acara Pekan Komunikasi UI.

Advertising War adalah mata acara dari Pekan Komunikasi UI yang diselenggarakan oleh peminatan Periklanan. Mata acara Advertising War terdiri dari lomba, seminar, workshop, dan company visit. Tahun ini, seminar Advertising War menghadirkan judul “Marketing in Adaptive Era: How Effective Communication Can Win Consumer Trust” membahas mengenai fenomena berubahnya pola perilaku consumer behaviour dan cara meyakinkan konsumen atau audience trust di Indonesia di era pandemi yang penuh tidak kepastian dari berbagai sudut pandang.

Membahas lebih lanjut dalam mengenai bagaimana mengidentifikasi krisis pesona yang dialami para konsumen Indonesia di era pandemi serta bagaimana mengatasi efek tersebut dengan komunikasi yang efektif dan tepat sekaligus memenangkan Kembali kepercayaan konsumen terhadap merchant maupun brand dari UMKM. Seminar Advertasing War menghadirkan pembicara Yoga Triharso (ADA Regional Director Telco Data Portofolio), Ekhel Chandra Wijaya (External Communication Senior Lead Tokopedia), dan Handoko Hendroyono (CEO M Bloc Space).

“Di lihat dari sisi data yang dipunyai oleh ADA, yang berhubungan dengan dunia industri ada perubahan signifikan di akhir tahun 2020 setelah terjadinya pandemi Covid-19 yang masuk ke Indonesia, terutama perilaku berbelanja di tiga area utama, yaitu footfall jumlah pelanggan dan pengunjung yang mendatangi mall secara langsung atau secara fisik. Kedua, dunia pariwisata dan yang ketiga eCommerce mengalami peningkatan penjualan yang signifikan” ujar Yoga

Yoga juga menjelaskan, “pada pandemi seperti saat ini masyarakt banyak melakukan online shopping dibanding harus ke mall.  Persona terkait yang terlihat terlibat secara luas dengan layanan eCommerce adalah mereka yang tertarik pada aksesori mobil, home and living, serta kategori kebugaran. Tiga barang tersebut mempengaruhi konsumsi dan ekonomi brand. Dari hal tersebut kita bisa melihat kedepannya potensi orang lebih ke home oriented, personal oriented dan bersosialisasi lebih ke pola online

Rekomenadi dari ADA untuk membantu mempertahankan bisnis di masa pandemi saat ini, yaitu differentiation brand, identifikasi, evaluasi dan lebih mengetahui target audience atau taget consumers.

Menurut Handoko, Saat ini yang paling penting adalah authenticity. Menjadi otentik sangat penting bukan fokus lagi pada kompetisi, positioning intinya adalah bagaimana kita menjadi diri sendiri kalau di produk itu bagaimana kita membangun karakter dan cerita. Sekarang juga banyak bermunculan produk-produk lokal dengan packaging yang sangat keren-keren yang diciptakan oleh anak-anak muda Indonesia. Selain itu saat ini menjual produk dari offline  ke online itu menjadi suatu keharusan.

“Membangun M Bloc Space bekerjasama dengan musisi, arsitek, dan bisnismen menghasilkan sebuah budaya baru yang sustainiable living sekaligus menghidupkan budaya lama yang otentik. Ketika sustainiable living dan sustainiable business dikembangkan bisa membangun dan membuat kategori baru. M Bloc Space adalah sebuah ekosistem yang dibangun dengan melibatkan banyak steakholder seperti pelaku dunia kreatif” jelas Handoko.

Ia juga menekankan, intinya adalah membangun brand saat ini menurut saya pentingnya kekuatan komonitas jadi bukan modal tetapi jaringan bisnis yang kuat bukan lagi iklan yang besar-besaran tetapi engagement dengan konsumen, publik dan media dengan baik. Membangun brand sebenarnya seperti membangun movement.

Ekhel menjelaskan bahwa Tokopedia membangun sebuah super ecosystem dimana siapapun bisa memulai apapun dan konsisten mendorong pemerataan ekonomi secara digital. Berbicara mengenai transformasi ke digital banyak sekali aspek penting yang harus diperhatikan, baik dari pengambilan foto yang bagus, packaging dan melayani customers di platform online.

“Upaya-upaya Tokopedia untuk penerapan digitalisasi dalam mendukung UMKM seperti program pelatihan dan pendampingan, skema nya adalah pembekalan untuk mengenali pemanfaatan fotur-fitur Tokopedia, kelas akusisi yaitu digitalisasi pembuatan toko online kepada UMKM, program inkubasi adalah pendampingan Tokopedia kepada para UMKM hingga mendapatkan transaksi” jelas Ekhel.

Tidak hanya itu, Tokopedia juga membantu digitalisasi pasar basah atau pasar tradisional. “Bekerjasama dengan dua pasar tradisional Cikurubuk Tasikmalaya dan pasar Sabilulungan. Kegiatan ini juga mendukung kebijakan physical distancing dan pasar Cikurubuk online berhasil menjual lebih dari 27 ribu produk. Selain itu 76,4% penjual merasa mudah mengelola bisnis dengan bergabung Bersama Tokopedia, 68,6% penjual bergabung di Tokopedia saat pandemi” ujar Ekhel.