Select Page
Puncak Perayaan Dies Natalis FISIP UI ke-53

Puncak Perayaan Dies Natalis FISIP UI ke-53

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia menyelenggarakan peringatan hari kelahiran (Dies Natalis) ke – 53. Ada sejarah panjang yang terentang sejak kelahiran hingga capaian usia pada tahun ini sehingga Dies Natalis tahun ini patut dirayakan sebagai ungkapan rasa syukur dan pengingat bagi FISIP UI sebagai lembaga pendidikan yang berkontribusi melalui tridarma perguruan tinggi, yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Tahun 2021 juga ditandai dengan masih terjadinya pandemi Covid 19 yang mendorong percepatan adopsi teknologi digital secara global dalam hampir semua aktivitas sehari-hari. Dies Natalis FISIP ke – 53 juga tidak luput  dari dampak pandemi sehingga kegiatan yang diselenggarakan sepenuhnya dilakukan secara daring. 

Secara umum, kegiatan Dies Natalis FISIP UI ke-53 ditujukan untuk membangun keterlibatan (engagement) dari seluruh pemangku kepentingan FISIP UI. Berbagai acara untuk memperingati Dies Natalis FISIP UI ke-53 sudah diselenggarakan.  Puncak Acara Dies Natalis FISIP UI ke-53 juga merupakan sebagai Pelepasan Lulusan  FISIP UI Semester Gasal 2020/2021.

Rektor Universitas Indonesia mengucapkan, “selamat Dies Natalis kepada FISIP UI ke 53, sesuai dengan tema Dies Natalis tahun ini, yaitu tetap semangat terus berprestasi dan berkontribusi semoga para pimpinan, dosen, karyawan, mahasiswa dan alumni FISIP UI tetap memelihara pijar semangatnya memberikan sumbangsih, gagasan dan karya terhadap bangsa dan negara. Saya harap hubungan era tantara civitas akademika, tenaga kependidikan, dosen dan karyawan mampu mengantarkan fakultas FISIP ke jenjang yang lebih membanggakan.”

Acara Puncak Dies Natalis FISIP UI ke – 53 akan diselenggarakan terintegrasi dengan Wisuda Mahasiswa Sarjana dan Pasca Sarjana FISIP UI pada Sabtu (06/03). Acara ini merupakan selebrasi bagi pemangku kepentingan FISIP UI yang memuat segmen acara seperti ucapan Selamat dari Rektor UI, Dekan dan Direktur Sekolah serta Vokasi di lingkungan Universitas Indonesia, Relaunching TVUI, Penampilan dari Departemen/Unit Kerja/Unit Kegiatan di lingkungan FISIP UI, serta yang ditunggu-tunggu adalah pembagian undian hadiah dan doorprize yang diberikan oleh sponsor kepada para pemenang undian, hal ini untuk menyemarakan puncak acara Dies Natalis.

Undangan Puncak Acara Dies Natalis FISIP UI ke-53

Undangan Puncak Acara Dies Natalis FISIP UI ke-53

Berbagai acara untuk memperingati Dies Natalis FISIP UI ke-53 sudah diselenggarakan.

Dan kini saatnya untuk Puncak Acara Dies Natalis ke-53.
Mari secara bersama-sama bagi para Dosen, Mahasiswa, Alumnus serta Tenaga Kependidikan untuk bergabung dalam acara ini. 

Puncak Acara Dies Natalis FISIP UI ke-53 juga merupakan sebagai Pelepasan Wisudawan  FISIP UI Semester Gasal 2020/2021

Acara akan diselenggarakan pada :
📅 Sabtu, 6 Maret 2021
⏰ Pukul 13.00 – 15.00 WIB

Tautan registrasi👇
https://bit.ly/puncakdiesfisipui53

Live Youtube:
https://bit.ly/youtube-puncakdiesfisipui53

https://bit.ly/YoutubeTVUI

#DiesNatalisFISIPUI53
#TetapSemangat
#TerusBerprestasi
#DanBerkontribusi
European Union Strengthens Collaboration with University of Indonesia

European Union Strengthens Collaboration with University of Indonesia

The European Union (EU), in collaboration with the Faculty of Social and Political Sciences of the University of Indonesia (FISIP UI), held a public lecture today (26/2). Titled “The EU Strategy in Coping with Multidimensional Impacts and Challenges of the COVID-19 Pandemic”, the public lecture was delivered by the EU Ambassador to Indonesia, H.E. Mr Vincent Piket. The virtual talk gathered lecturers and hundreds of students, and was attended by University of Indonesia Rector Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D, as well as the Dean of FISIP UI Dr Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc.

The Dean of FISIP UI give the opening remark, “The EU Strategy in Coping with Multidimensional Impacts and Challenges of the COVID-19 Pandemic is a very relevant topic these days as we have been experienced the pandemic Covid-19, changing our our lives in more than one year. The intensity of the impact and the magnitude of the intensity of pandemic is beyond our imagination. In this context of faculty of social and political sciences, in this public lecture Indonesian people can learn and take important lessons from the experience of the European union in copying with the impact and challenges of this pandemic to build stronger social relations and also more effective and stronger governance. I hope this public lecture can be a good beginning for future productive coorperation between University of Indonesia and the European Union Delegated.”

“Ensuring quality education and investing in youth have been strong factors which connect Indonesia and the EU. For decades, the EU has supported Indonesian scholars, students and universities through scholarships and university collaboration under the Erasmus plus programme,” said EU Ambassador to Indonesia Vincent Piket. “Therefore, capacity development through various forms of cooperation must be continuously enhanced,” Ambassador Piket added.  

The EU is also highly emphasising cooperation in research. “Research and innovation are increasingly global initiatives that require cooperation between multiple partners to offer solutions to global challenges that do not recognise national borders, including the COVID-19 pandemic. Since the onset of the COVID-19 pandemic, the EU has been active in support of collaboration in research and innovation within the EU and worldwide, including with researchers in ASEAN. Until January 2021, the EU has invested over EUR 780 million through Horizon 2020, for research and innovation programmes specifically targeting the pandemic,” said Ambassador Piket.

The EU is also a strong supporter of the COVAX Facility, the global initiative that engages 90% of the world’s population and aims to ensure fair and equitable access to COVID-19 vaccines for all.  “Through Team Europe, the EU and its Member States are providing approximately half of the funding of the COVAX Facility with EUR 2.2 billion. This funding will bring us closer to achieving COVAX’s target to deliver 1.3 billion doses of vaccines to 92 low- and middle-income countries by the end of 2021, including Indonesia. For the first batch of the vaccines which will be distributed by the COVAX facility in Q1 and Q2 of 2021, Indonesia is expected to receive more than 13 million vaccines,” added Ambassador Piket.

This public lecture is part of the EU Ambassadorial Talk series, aimed to address topical issues and increase understanding of EU views, policies and priorities. The series of lectures will continue throughout the year, involving various universities across Indonesia.

European Union Strengthens Collaboration with University of Indonesia

Uni Eropa Perkuat Kolaborasi dengan Universitas di Indonesia

Uni Eropa bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), menyelenggarakan Kuliah Umum Jumat (26/2) secara daring melalui zoom dan youtube FISIP UI. Kuliah Umum yang bertajuk ”The EU Strategy in Coping with Multidimensional Impacts and Challenges of COVID-19 Pandemic” tersebut dibawakan oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E Mr. Vincent Piket. Kegiatan ini dihadiri para dosen dan ratusan mahasiswa, serta disaksikan oleh Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D dan Dekan FISIP UI Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc.     

Dekan FISIP UI memberikan sambutan, ”kuliah umum yang bertajuk The EU Strategy in Coping with Multidimensional Impacts and Challenges of COVID-19 Pandemic sangat relevan dengan kondisi sekarang ini, dimana kita sedang berjuang melawan COVID-19 yang merubah hidup kita lebih dari satu tahun. Dalam konteks ilmu sosial, pada kuliah umum hari ini masyarakat Indonesia diharapkan dapat mengambil pelajaran yang berharga dari pengalaman negara-negara Eropa. Tidak hanyak relasi sosial yang kuat tetapi juga pemertintahan yang lebih kuat dan efektif. Saya sangat berterimakasih kepada Duta Besar Vincent Piket karena telah membagikan hal ini. Saya berharap kuliah umum ini menjadi efektif kedepannya antara Universitas Indonesia dengan delegasi Uni Eropa”.

Salah satu fokus terkuat yang menghubungkan Indonesia dan Uni Eropa adalah seputar upaya-upaya kedua belah pihak untuk memastikan tersedianya pendidikan yang berkualitas dan menjadi investasi bagi kaum muda. Selama beberapa dekade, Uni Eropa telah memberikan dukungannya bagi para akademisi, pelajar, dan perguruan tinggi melalui penyediaan beasiswa dan berkolaborasi dengan perguruan tinggi melalui program Erasmus. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi dalam berbagai bentuk kerja sama, harus terus ditingkatkan.

Uni Eropa juga sangat menekankan kerja sama dalam bidang penelitian. “Riset dan inovasi merupakan inisiatif global yang semakin membutuhkan kerja sama antara banyak mitra guna menawarkan solusi terhadap tantangan global yang tidak mengenal batas negara, seperti pandemi COVID-19. Sejak COVID-19 merebak, Uni Eropa telah aktif berkolaborasi dalam penelitian dan inovasi di Eropa dan di seluruh dunia, termasuk dengan para peneliti di ASEAN. Hingga Januari 2021, Uni Eropa telah menginvestasikan lebih dari EUR 780 juta melalui Horizon 2020 untuk program penelitian dan inovasi yang secara khusus menargetkan solusi pandemi,” jelas Duta Besar Piket.

Uni Eropa juga mendukung Fasilitas COVAX, sebuah inisiatif global yang melibatkan 90 persen populasi dunia dan bertujuan untuk memastikan tersedianya akses yang adil dan merata bagi vaksin COVID-19 untuk masyarakat.

“Bersama Tim Eropa, Uni Eropa dan negara-negara anggotanya menyediakan sekitar setengah dari pendanaan Fasilitas COVAX sebesar EUR 2,2 miliar. Pendanaan ini akan membawa kita lebih dekat untuk mencapai target COVAX dalam mendistribusi 1,3 miliar dosis vaksin ke 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah pada akhir tahun 2021, termasuk Indonesia. Untuk vaksin gelombang pertama yang akan didistribusikan oleh Fasilitas COVAX pada kuartal 1 dan 2 tahun 2021, Indonesia diharapkan dapat menerima lebih dari 13 juta vaksin,” tambah Dubes Piket.

Sebelum acara ditutup, Piket memberikan statement terakhirnya, bahwa kegiatan Kuliah Umum ini merupakan salah satu bentuk diplomasi antara Uni Eropa dengan Indonesia, untuk lebih mempromosikan kebijakan-kebijakan Uni Eropa khususnya di bidang pendidikan. Universitas Indonesia telah melahirkan banyak pemimpin yang memiliki kemampuan untuk memajukan Indonesia melalui inovasi-inovasi yang brilian, khususnya dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Melawan “Keletihan Sosial” di Masa Pandemi

Melawan “Keletihan Sosial” di Masa Pandemi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia menyelenggarakan Selo Soemardjan Memorial Discussion–Panel Session dengan topik Melawan “Keletihan Sosial” di Masa Pandemi pada Kamis (25/02) secara daring. Acara ini merupakan salah satu acara yang termasuk dalam rangkaian Dies Natalis FISIP UI ke–53.

Setelah beberapa fase pembatasan sosial, terlihat indikasi dimana masyarakat menjadi semakin tidak peduli akan kondisi pandemi yang berkepanjangan sehingga mengakibatkan kejenuhan, dan semakin mengabaikan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini disebut sebagai social fatigue (keletihan sosial) atau pandemic fatigue.

Ini adalah kondisi dimana kondisi mental masyarakat sudah jauh menurun dalam usaha melawan pandemi. Kondisi ini adalah fenomena global yang terjadi di hampir semua belahan dunia. Contoh di Amerika Serikat, survey Gallup pada awal tahun 2021 menunjukkan semakin sedikit orang yang mewaspadai virus ini.

Keletihan sosial ini berbahaya karena masyarakat menjadi semakin skeptis terhadap kebijakan pemerintah, kurang responsif terhadap pesan yang disampaikan dalam kampanye publik, dan kurang peduli pada protokol kesehatan. Kasus kerumunan di tempat hiburan, acara sosial dan kegiatan politik adalah penanda yang jelas dari kondisi keletihan sosial ini.

Pendekatan baru yang bersifat multidisiplin inilah yang  diperlukan untuk memecahkan masalah ini dengan hadirnya diskusi panel ini yang bertujuan mengupas solusi praktis untuk mendukung usaha mitigasi pandemi COVID-19 secara lebih efektif dengan melibatkan pakar dan praktisi di bidang Sosiologi, Kesehatan Masyarakat, Komunikasi dan Pemerintahan, dengan narasumber yaitu : Baequni Boerman, SKM, MKes, Ph.D (Ketua Pengda IAKMI DKI Jakarta dan Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.); Dr. phil. Idhamsyah Eka Putra (Dosen Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia); Prof. Dr. Paulus Wirutomo, MSc (Guru Besar Sosiologi FISIP UI) serta moderator Imam B Prasodjo, MA, Ph.D. (Dosen Departemen Sosiologi FISIP UI).

Di Indonesia, setelah beberapa fase pembatasan sosial, terlihat indikasi dimana masyarakat menjadi semakin tidak peduli akan kondisi pandemi yang berkepanjangan sehingga mengakibatkan kejenuhan, dan semakin mengabaikan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terefleksikan pada data yang menunjukkan bahwa kebijakan pembatasan sosial yang diterapkan setelah pembatasan di awal tahun 2020 semakin tidak efektif menekan angka penularan baru.

Didalam kesehatan masyarakat, permasalahan Covid bisa dikendalikan. “Bahwasannya kunci dari permasalahan Covid ini adalah protokol kesehatan, seperti di Wuhan yang melaksanakan lock down diawal terjadinya pandemi maka angka positif Covid semakin turun. Tidak seperti di Indonesia, saat ini kita masih berjuang. Indonesia punya pekerjaan rumah yang besar, seluruh penduduk harus di vaksinasi, kalau kita mau menurunkan tingkat insiden rate dari kasus Covid di Indonesia karena vaksin ini sangat efektif untuk menurunkan angka positif Covid” jelas Baequni.

Selain itu masih banyaknya masyarakat yang enggan di vaksin karena berbagai faktor seperti tidak yakin tingkat keamananya, efektifitasnya, efek samping, kepercayaan agama dan lain sebagainya. Hal tersebut menjadi pekerjaan besar dan masalah untuk bidang sosial  untuk meyakinkan masyarakat.

Di sisi Psikologis Idhamsyah menjelaskan “Keletihan sosial saat pandemi ini muncul karena informasi sering tidak konsisten, tidak jelas, banyak aturan, melakukan segala sesuatu melalui online dan ini tidak mudah karena naluriah manusia itu bergerak dan bersosialisasi berkumpul dan bertemu orang lain. Pandemi terjadi masyarakat tidak bisa berkumpul, muncul rasa kesepian, ketika orang sudah merasa kesepian hal itu memunculkan rasa letih”.

Usaha yang dapat dilakukan untuk menghadapi kondisi keletihan sosial yaitu hindari menyerap informasi yang kebenarannya belum terpercaya, jika bingung dan merasa banyak tenaga medis tidak dapat dipercaya maka cari orang terdekat yang bekerja di bidang ini untuk ditanyai.

“Kelelahan sosial itu adalah gejala pada masyarakat luas baik kolektif maupun individu berupa menurunnya bahkan hilangnya motivasi untuk bertahan, kepatuhan pada aturan dan lainnya. Mengapa kita merasa lelah karena daya tahan sosial bangsa Indonesia dalam rangka menghadapi Covid karena tidak punya pengetahuan, pemahaman atau kesadaran untuk bertahan bersama. Sejak awal pandemi pemerintah cenderung mengandalkan birokrasi, terpusat dan elitist” jelas Prof. Paulus.

Dari sisi Sosiologi, pentingnya pendampingan dan pendekatan komunitas itu yang diperlukan. Tantangan terberatnya menemukan mekanisme komunikasi yang efektif yang bisa mencerdaskan masyarakat. Indonesia saat ini mengalami kesadaran baru yaitu PPKM, secara sosiologis ini akan memperkuat ketahanan sosial masyarakat Indonesia. Kebijakan baru ini sangat cerdas, perlu diterapkan secara konsekuen, harus dijaga bersama dan disempurnakan untuk memasuki era baru untuk perubahan berikutnya.

Prof. Paulus memberikan statemen penutup bahwa PKPM merupakan kebijakan yang sangat tepat, karena pendekatannya manusiawi, menjadikan seluruh masyarakat menjadi subyek dan pelaku bukan hanya obyek dari kebijakan pemerintah, sifatnya merupakan pendekatan komunitas yaitu peran pemerintah pusat yang terlalu dominan dibagikan pada pemerintah daerah memberi ruang pada dinamika masyarakat, pendekatan gotong royong yang partisipatif supaya menghasilkan pemahaman kepada masyarakat. 

EU Strategy in Coping with Multidimensional Impact and Challenges of Covid-19 Pandemic @ Dies Natalis FISIP UI 2021

EU Strategy in Coping with Multidimensional Impact and Challenges of Covid-19 Pandemic @ Dies Natalis FISIP UI 2021

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia
(FISIP UI) bekerja sama dengan Uni Eropa, menyelengarakan Public Lecture dengan topik: “EU Strategy in Coping with Multidimensional Impact and Challenges of Covid-19 Pandemic”.

Pembicara:

⚪ H.E Mr. Vincent Piket
(Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam)

Acara akan diselenggarakan pada :
📅 Jumat, 26  Februari 2021
⏰ Pukul 14.00 – 16.00 WIB

Public Lecture ini merupakan  salah satu acara dalam rangkaian Dies Natalis FISIP UI ke–53.

Tautan registrasi👇
https://bit.ly/eupubliclecturediesfisipui53

Live Youtube:
https://bit.ly/youtube-eupubliclecturediesfisipui53

DiesNatalisFISIPUI53
TetapSemangat
TerusBerprestasi
DanBerkontribusi