Select Page
Closing Cabang Liga FISIP UI 2022: Dekan FISIP berpesan untuk hidup berprestasi dan menjaga kesatuan antar sesama mahasiswa.

Closing Cabang Liga FISIP UI 2022: Dekan FISIP berpesan untuk hidup berprestasi dan menjaga kesatuan antar sesama mahasiswa.

Liga FISIP UI telah hadir sejak tahun 2016 dengan membawa isu sosial politik dalam bidang olahraga dan terus berlangsung hingga saat ini. Liga FISIP UI 2022, mengangkat tajuk “Sambut dan Rayakan Hari Baru” sebagai pembuka kultur olahraga baru tanpa cacian dan makian atau hate speech. Tahun ini Liga FISIP UI membawakan dua cabang kompetisi yaitu basket dan futsal.

Liga FISIP UI merupakan salah satu program kerja dari League Council of FISIP yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terkait isu sosial politik di bidang olahraga, melalui social campaign dan kompetisi olahraga berskala nasional untuk mahasiswa rumpun sosial dan humaniora di Indonesia.

Liga FISIP UI 2022 secara resmi diikuti oleh 24 Tim Futsal dan 20 Tim Basket dari berbagai mahasiswa rumpun sosial dan humaniora di Indonesia. Untuk venue pertandingannya akan berlangsung di lingkungan UI. Basket dilaksanakan di Gymnasium UI. Futsal dilaksanakan di Sarana Olahraga (SOR) standar internasional Universitas Indonesia.

Closing Cabang Liga FISIP UI 2022 telah berlangsung, yang diselenggarakan di Gymnasium UI pada Kamis (19/05). Pada acara tersebut diumumkan pemenang basket dan futsal. Untuk tim basket di menangkan oleh FISIP Universitas Diponegoro (juara 1), FISIP Universitas 17 Agustus 1945 (juara 2) dan FEB Trisakti (juara 3). Tim futsal yang memenangkan Liga FISIP UI 2022, FE Perbanas (juara 1), FEB Trisakti (juara 2) dan FISIPOL UKI (juara 3).

Dalam acara Closing Cabang Liga FISIP 2022, Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto memberikan sambutannya, “acara seperti ini memberikan kesempatan untuk para pemuda, mahasiswa, mahasiswa untuk bertanding dalam cabang olahraga yang sudah ditentukan, tentunya menjaga kesatuan dan solidaritas. Dalam masa pandemi ini semoga kegiatan pertandingan olahraga seperti ini membuat para mahasiswa sehat selalu.”

Dalam konteks olaharaga khususnya Liga FISIP UI, basket dan futsal bahwa kalah dan menang adalah hal yang biasa, “saya harap kedepannya FISIP UI bisa lebih berprestasi dalam kegiatan olahraga tapi yang lebih dari itu adalah bagaimana kita bisa mengembangkan persahabatan antara universitas di Indonesia dan Liga FISIP UI bisa menjangkau lebih banyak univesitas-universitas lainnya,” ujar Prof. Semiarto.

Dekan FISIP UI itu juga menyampaikan pesan agar mahasiswa untuk hidup berprestasi dan menjaga kesatuan antar sesama mahasiswa.

Dua Alumni Kriminologi Berbagi Pengalaman Penelitian Menggunakan Metode Etnografi

Dua Alumni Kriminologi Berbagi Pengalaman Penelitian Menggunakan Metode Etnografi

Setiap peneliti dalam sebuah riset harus melalui proses pengumpulan data untuk kemudian diolah dan dianalisa. Prosedur tata cara dan langkah-langkah yang digunakan untuk memperoleh data dilakukan secara sistematis dengan menggunakan metode penelitian yang dipilih oleh peneliti namun dalam prosesnya peneliti seringkali mengalami berbagai kendala seperti keterbatasan akses terhadap narasumber, perbedaan waktu dan jarak dengan lokasi penelitian, keterbatasan dalam mendapatkan data skunder dan kendala lainnya.

Peneliti yang melakukan riset terkait kejahatan, kekerasan dan penyimpangan ataupun isu-isu sensitif memiliki tantangan tersendiri yaitu akses terhadap data sensitif yang cenderung rahasia sehingga informasi sulit digali lebih dalam. Sejalan dengan hal tersebut maka Departemen Kriminologi FISIP UI bekerjasama dengan Intitut Français Indonesia dan France Alumni Indonesia mengadakan webinar dengan topik Metode Etnografi dan Etnohistori dalam Penelitian Kejahatan di Indonesia pada Jumat (13/04).

Menghadirkan narasumber Eduardo Erlangga Drestanta (Peneliti Laboratoire Médiations Université Paris-Sorbonne) dan Gloria Truly Estrelita (Kandidat Doktor Centre Asie du Sud-Est EHESS/Co-Founder AlterSEA) yang akan berbagai pengalaman tentang penelitian etnografi dan etnohistori dalam penelitian kejahatan di indonesia.

Eduardo Erlangga Drestanta, yang saat ini sedang melakukan penelitian terkait etnik yang ada di Maluku yaitu etnis Alifuru yang berjudul Kebangkitan Adat – Konflik Etnis Pulau Seram Maluku, dalam penelitiannya Eduardo menggunakan metode etnografi untuk menjelaskan pemetaan. “Kebangitan adat menjadi fenomena pasca reformasi, kurang lebih tahun 2015 undang-undang desa adat di sahkan namun di Indonesia Timur tepatnya di Maluku malah terjadi banyak gesekan padahal permintaan kebangkitan adat menjadi salah satu yang dibutuhkan,” ujar Eduardo.

Lebih lanjut Eduardo mengatakan bahwa etnografi intinya adalah suatu deskripsi yang menggambarkan dan menjelaskan bagaimana kebudayaan suatu suku bangsa. Kualitatif bersifat subjektif, peneliti melakukan interaksi secara langsung terhadap onjek yang ditelitinya menggunakan kata-kata personal, prosesnya induktif dan desainnya dapat berkembang dan dinamis. Etnografi juga mempunyai beberapa bentuk dan jenis seperti etnografi klasik, etnografi sistematis, etnografi interpretive dan critical ethnography

“Ada Sembilan unsur wajib kerangka laporan penelitian etnografi seperti lokasi, lingkungan alam, demografi, asal mula sejarah subjek penelitian, Bahasa, sistem teknologi, sistem matapencarian atau ekonomi, sistem pengetahuan, organisasi sosial, kesenian, sistem kepercayaan atau religi. Dalam penelitian yang menggunakan etnografi yang pertama adalah identifikasi masalah dan sampel/fokus area penelitian, kedua pembuatan timeline, lalu pengumpulan data di lapangan, terakhir analisis dan laporan akhir,” jelas Eduardo.

Selain itu tentunya ada kelemahan dan keunggulan penelitian yang menggunakan metode etnografi ini seperti proses waktu lama, kurang berperan dalam penyelesaian masalah sosial secara cepat dan cenderung memotret dalam satu kurun waktu tertentu. Keunggulannya lebih dalam, tidak membosankan, holistic, fleksibilitas analisis.

Berbeda dengan Eduardo, Gloria Truly menggunakan metode etnografi dalam kajian pemenjaraan di Indonesia, “kita bisa paham debat agama dan politik di Indonesia melalui kehidupan di penjara. Metode etnografi ini sebagai metode lintas ilmu dan bukan hanya mengumpukan data tetapi juga terjun langsung kedalam sebuah komunitas tertentu unutk melakukan observasi. Ada hal yang menarik ketika melakukan penelitian dengan menggunakan metode etnografi yaitu ketika terjun langsung kedalam komunitas tertentu kita menanggalkan semua penghakiman agar tidak ada asumsi apapun”.

“Sumber untuk penelitian juga menggunakan kulitatif dengan wawancara secara langsung agar dapat mengeksplorasi hal-hal tersembunyi yang tidak ada di arsip, dokumen maupun tertulis. Dari pengalaman saya ada beberapa kesalahan yang saya lakukan seperti berusaha menjadi bagian dari komunitas padahal ternyata itu tidak diwajibkan, lalu saya sudah mengeneralisasi duluan padahal setiap orang mempunyai ceritanya masing-masing walaupun dikomunitas yang sama,” ungkap Gloria.

Selain itu, ia menambahkan bahwa metode penelitian etnografi ini mempunyai keterbatasan seperti sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah, terkadang juga tidak akurat, bias, tidak lengkap. Dilebih-lebihkan bahkan imajiner.

Halalbihalal FISIP UI 2022: Merajut Ukhuwah dalam Bingkai Kebhinekaan Hal yang Penting Bagi Bangsa

Halalbihalal FISIP UI 2022: Merajut Ukhuwah dalam Bingkai Kebhinekaan Hal yang Penting Bagi Bangsa

Setelah dua tahun FISIP UI menggelar acara Halalbihalal secara hybrid yang sebelumnya diadakan secara virtual di kediaman masing-masing, tentunya acara ini diselenggarakan dengan protokol kesehatan di Taman Tunas Bangsa pada Selasa (17/05), acara ini dilaksanakan karena melihat angka positif Covid-19 yang sudah melandai di Indonesia. Halalbihalal ini rutin digelar setiap tahun usai ramadhan.

Halalbihalal tahun 2022 ini, menjadi acara Halalbihalal pertama bagi Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto. Acara ini juga di hadiri oleh para Pimpinan Fakultas, Senat Akademik Fakultas, para Dewan Guru Besar, para wakil dosen, para wakil tenaga kependidikan dan wakil mahasiswa.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto yang mewakili jajaran Eksekutif (Wakil Dekan, Manajer, Kepala Departemen), dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al Quran oleh Nurul Azizah mahasiswi dari Departemen Ilmu Komunikasi.

Dalam sambutannya, Prof. Semiarto mengatakan bahwa merajut silaturahmi atau ukhuwah dalam bingkai kebhinekaan adalah satu hal yang amat penting bagi bangsa kita. Momen perayaan idul fitri menjadi saat yang sangat tepat untuk bersama-sama memaknainya. Dengan semangat ukhuwah, umat Islam Indonesia tidak hanya menjaga persaudaraan dengan sesama muslim tetapi bertanggung jawab menjaga persatuan dan kebhinekaan Indonesia.

“Sebagai umat yang percaya dan beriman, kita meyakini bahwa nilai ukhuwah ini adalah perintah langsung dari Allah SWT. Kita membaca dan mendengarkan pesan tersebut. Dan selanjutnya kita taati karena kebenarannya. Dengan mentaatinya maka perilaku kita niscaya juga akan senantiasa merujuk pada nilai-nilai persatuan dan persaudaraan antar sesama Muslim dan dengan seluruh umat manusia yang berbeda keyakinan. Kita pahami perbedaan yang menyusun bangsa Indonesia ini adalah juga merupakan karunia Allah SWT yang karenanya wajib kita jaga Bersama,” ujar Prof. Semiarto.

Debat Calon Ketua ILUNI FISIP, Dekan Ingin ILUNI FISIP Lebih Guyub

Debat Calon Ketua ILUNI FISIP, Dekan Ingin ILUNI FISIP Lebih Guyub

Salah satu kegiatan penting dalam ILUNI FISIP salah satunya yaitu Pemilihan Ketua Umum ILUNI FISIP UI. Pada tahun ini ada dua calon Ketua ILUNI FISIP yang akan menjabat untuk Periode 2022-2025, Budi Arie Setiadi (Alumni Departemen Ilmu Komunikasi tahun 1990) dan Cecep Rukendi (Alumni Departemen Antropologi tahun 1997). Pada Sabtu (14/05) diadakan debat antar kedua kandidat yang dilaksanakan secara hybrid dari Auditorium Juwono Sudarsono.

Debat kandidat calon Ketua ILUNI FISIP ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada alumni FISIP UI untuk mengenal lebih jauh para kandidat yang mencalonkan diri menjadi Ketua Umum ILUNI UI. Selain itu para alumni FISIP juga bisa memberikan suaranya untuk vote calon Ketua ILUNI FISIP melalui aplikasi UI Connect, one system one vote. Kegiatan debat kandidat calon Ketua ILUNI FISIP ini di hadiri oleh Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto dan Ketua ILUNI FISIP UI Periode 2018-2021, Binsar M. L. Tobing.

“Alumni FISIP UI selalu dipandang sebagai striker oleh ILUNI fakultas lain dan termasuk alumni terbesar di UI. Hal ini semoga menjadi motivasi kita semua untuk bersama menggalang sumberdaya kekuatan, berlomba memajukan FISIP, dengan one system one vote merupakan sejarah baru untuk pertama kalinya pemilihan Calon Ketua Iluni FISIP. Kita buktikan bahwan alumni FISIP adalah alumni yang besar, aktif dan guyub,” ujar Binsar dalam sambutan pembuka acara Debat Kandidiat Calon Ketua ILUNI FISIP.

Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto juga setuju dengan ucapan yang disampaikan oleh Binsar, “saya ingin ILUNI FISIP ini bisa tampil lebih guyub dan solidaritas. ILUNI FISIP di satu sisi membanggakan, kaum yang independen dan mandiri namun saya juga berharap kedepannya alumni FISIP bisa saling membantu dan lebih solidaritas terhadap sesama alumni. Saya yakin kedua kandidiat Calon Ketua ILUNI FISIP, orang-orang yang mempunyai kapasitas mengorganisir dan dapat menjalin hubungan yang baik dan kuat. Untuk kedepannya kegiatan ILUNI FISIP yang berbasis kerjasama akan semakin banyak. Saya juga mengapresiasi kedua calon Ketua ILUNI FISIP yang sudah bersedia mengajukan diri untuk ILUNI FISIP ini. Kedua kandidat ini merupakan figur terbaik alumni FISIP UI.”

ILUNI FISIP UI ikatan alumni yang menjadi bagian dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).  Sebagai wadah keanggotaan dari para alumni, ILUNI FISIP UI berusaha berperan aktif dalam memberikan masukan dan program-program nyata bagi kemajuan fakultas.

Para anggota ILUNI FISIP UI diharapkan dapat menjadi inspirasi, sarana pembuka jalan dan membantu memperluas jaringan bagi mereka yang masih menjadi mahasiswa/mahasiswi ataupun yang baru lulus untuk masuk dalam dunia kerja maupun professional. Menjadi ujung tombak dalam meningkatkan reputasi FISIP UI di masyarakat luas dan menjaga nama baik fakultas dalam membangun sebuah komunitas yang memiliki kompetensi tinggi dalam pergaulan warganegara di tingkat nasional maupun internasional.

Malik Ayub Sumbal: Belt and Road Initiative Program yang Mendorong Pembangunan Seluruh Dunia Khususnya Infrastruktur

Malik Ayub Sumbal: Belt and Road Initiative Program yang Mendorong Pembangunan Seluruh Dunia Khususnya Infrastruktur

Meskipun mengalami penurunan aktivitas selama terjadinya pandemi Covid-19 pada 2020-2022, proyek Belt and Road Initiative (BRI) terus dikembangkan oleh China untuk meningkatkan konektivitas di Kawasan Indo-Pasifik yang di masa lalu pernah menjadi jalur sutra perdagangan China dengan negara-negara di kawasan tersebut.

Di inisiasi oleh presiden Xi Jinping pada tahun 2013, BRI melibatkan 70 negara di kawasan Asia, Eropa dan Afrika. Di Indonesia sendiri terdapat puluhan kerjasama yang ditandatangani oleh para pengusaha dari China dan Indonesia dalam rangka pembangunan konektivitas di dalam kerangka BRI.

Persoalannya adalah bahwa BRI memiliki beberapa implikasi geopolitik yang penting terhadap tatanan politik dan ekonomi regional maupun global. Inisiatif China mengembangkan jejaring kerjasama di dalam kerangka BRI ini.

Departemen Ilmu Politik FISIP UI mengadakan seminar tentang geopolitik yang berjudul “China Belt and Road, Connectivity for Shared Future”. Menghadirkan Malik Ayub Sumbal, Analis Geopolitik Senior sekaligus pendiri Caucasus Centre for Strategic and International Studies sebagai pembicara untuk menjelaskan mengenai Belt and Road Initiative pada Selasa (10/05) secara hybird di Auditorium Juwono Sudarsono.

Seminar geopolitik kali ini mendiskusikan tentang inisiatif tersebut dan implikasinya terhadap tata ekonomi dan politik global di tengah perubahan ekonomi dan politik yang sedang terjadi. Topik Ini sangat penting untuk dipahami, terutama bagi indonesia yang memiliki visi untuk meningkatkan peran internasionalnya di dalam menyongsong posisi baru Indonesia di masa depan sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Malik memiliki pandangan yang begitu positif terkait BRI yang diupayakan oleh Tiongkok. Menurutnya, BRI merupakan program yang mendorong pembangunan seluruh dunia. Utamanya, BRI mewadahi pembangunan infrastruktur dan memberdayakan masyarakat.

“Skema win-win yang ditawarkan dapat menjadi jawaban dari masalah yang dihasilkan dari hegemoni bangsa barat. Prinsip shared future atau masa depan bersama menunjukkan bahwa Tiongkok memiliki niatan untuk membangung masyarakat di seluruh dunia. Program tersebut juga dimaksudkan untuk melibatkan masyarakat dan membawa mereka ke arah yang lebih baik. Dalam hal ini, Tiongkok menjadi panutan karena berhasil membawa masyarakatnya dari negara miskin menjadi rising power,” jelas Malik.

Terkait hubungan antara bangsa timur dan barat, Malik berpendapat bahwa pendekatan yang digunakan oleh Tiongkok, yaitu shared future sama sekali berbeda dengan pendekatan okupasi yang digunakan dalam kolonialisme bangsa barat, “kolonialisme pada dasarnya berusaha mengambil milik orang lain untuk kepentingan sendiri, mengabaikan kepentingan orang lain. Ketegangan dunia masa kini menunjukkan bahwa bangsa barat khawatir akan apa yang dapat dicapai oleh Tiongkok,” ujar Malik.

Dalam penjelasannya, Malik berargumen bahwa upaya bangsa barat untuk menghentikan upaya Tiongkok bukan untuk mencegah Tiongkok mengambil keuntungan dari negara lain, melainkan untuk menghentikan pembangunan ekonomi dunia secara menyeluruh.

Bangsa barat tidak ingin negara-negara lain dapat mencapai tingkat kemakmuran yang sama dengan mereka. Hal tersebut juga berkaitan dengan standar ganda dan hipokrisi bangsa barat, mengenai bagaimana mereka mengecam penyerangan yang dilakukan oleh bangsa lain tetapi mengabaikan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh bangsa sendiri.

“Kini, bangsa barat sendiri semakin terpecah karena masing-masing memiliki kepentingannya sendiri. Hal tersebut, diiringi dengan hadirnya Tiongkok sebagai kekuatan baru, membentuk tatanan dunia multipolar,” tambah Malik.

Malik melihat hal tersebut sebagai hal yang positif, karena dunia multipolar berpotensi menghasilkan perdamaian dunia melalui hadirnya berbagai power corridors. Tatanan dunia yang harus dihindari adalah unipolar karena unipolar berarti bahwa satu negara memonopoli tatanan dunia.

Dalam sesi tanya jawab, Malik juga menjelaskan bahwa ‘debt trap’ atau ‘jebakan hutang’ yang seringkali dikaitkan dengan BRI merupakan wacana oleh bangsa barat untuk mencegah pembangunan dalam kerangka BRI. Tiongkok sendiri memiliki kebijakan non-intervensi, yang artinya Tiongkok tidak akan mencampuri urusan domestik negara lain.

Pembukaan Liga FISIP UI 2022 Mengangkat Isu Hate Speech dalam Olahraga

Pembukaan Liga FISIP UI 2022 Mengangkat Isu Hate Speech dalam Olahraga

Liga FISIP UI merupakan salah satu program kerja dari League Council of FISIP yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terkait isu sosial politik di bidang olahraga, melalui social campaign dan kompetisi olahraga berskala nasional untuk mahasiswa rumpun sosial dan humaniora di Indonesia. Tahun ini Liga FISIP UI hadir dengan tajuk “Sambut dan Rayakan Awal Yang Baru” dengan tagline “Kita Untuk Awal Yang Baru” sebagai upaya untuk menghadirkan kultur baru dalam melawan hate speech di dunia olahraga. Membawa isu hate speech dalam olahraga, berupaya untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran akan pentingnya menjaga iklim sosial media dan kehidupan nyata terkait hate speech dalam dunia olahraga.

Pada Selasa (10/05) Liga FISIP 2022 resmi dibuka dengan acara Opening Ceremony yang diadakan di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PUSGIWA) UI. Di hadiri oleh Nurul Isnaeni, Ph.D (Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan), Drs. Raymond Michael Menot (Wakil Manajer Khusus Bidang Kemahasiswaan), Binsar Tobing (Ketua Ikatan Alumni FISIP UI) dan Dr. Badrul Munir, ST., M.Eng (Direktur Kemahasiswaan UI).

Dalam sambutannya, Nurul mengatakan bahwa sangat bangga atas diadakannya Liga FISIP 2022, apalagi dengan mengusung isu tentang hate speech, “harapannya semoga hate speech ini bisa dihilangkan dari budaya anak muda khususnya mahasiswa. Diharapkan mahasiswa sosial dan humaniora ini bisa menjadi pelopor untuk budaya baru yang lebih produktif dan positif bagi banyak hal di tengah-tengah masyarakat. Melalui olahraga ini anti hate speech ini bisa ditumbuhkan dan dikembangkan.”

“Kami dari UI sangat menyambut baik dan mendukung kegiatan Liga FISIP UI dan dengan bangga karena event ini menjadi yang pertama dilaksanakan secara offline dan juga tentunya melakukan protokol kesehatan. Lalu dengan diangkatnya isu tentang hate speech ini, kita harus menjunjung tinggi etika berolahraga dan etika hubungan antar manusia,” ujar Badrul Munir.

Dari sisi mahasiswa yang berhasil diwawancarai oleh reporter Humas FISIP, Aldo mengatakan pada tahun ini, Liga FISIP UI 2022 membawakan Cabang Olahraga Basket Putra dan Futsal Putra, “hal ini berdasarkan survey yang kami lakukan secara kuantitatif dan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan berbagai universitas di Indonesia. Hasilnya, mengungkapkan bahwa komunitas olahraga mereka belum aktif kembali berlatih dan belum siap untuk mengikuti turnamen olahraga, selain tim futsal dan basket.”.

Meski begitu antusias mahasiswa dari Rumpun Sosial dan Humaniora di Indonesia tidak berkurang. Steering committee Humas Liga FISIP itu sangat senang karena antusiasme dari mahasiswa sangat tinggi dalam mengikuti Liga FISIP UI tahun ini, “hal ini dapat kami rasakan sejak tim Humas melakukan Kunjungan Kerja dengan 40 Tim Basket dan Futsal dari berbagai universitas di Indonesia. Sejak agenda kunjungan kerja tersebut dilangsungkan pada bulan November dan Desember 2021, setiap tim sudah menunjukkan ketertarikannya dengan kompetisi Liga FISIP UI 2022 dan berlomba untuk mendapatkan piala juara. Antusiasme tersebut diwujudkan secara nyata oleh mereka dengan mendaftarkan tim terkait di Kompetisi Liga FISIP UI 2022.”

Selama dua tahun Liga FISIP harus di tiadakan karena efek dari pandemi Covid-19, tentunya tidak mudah mengadakan event seperti ini tetapi seiring melandainya angka positif Covid-19, maka Liga FISIP UI pun diadakan kembali dengan protokol kesehatan.

“Setelah dua tahun Liga FISIP UI tidak aktif, sejalan dengan kondisi nasional, maka kita harus beradaptasi dengan kondisi yang ada pada saat ini. FISIP untuk pertama kalinya menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang tentu saya mengapresiasi dengan baik apalagi kegiatan ini olahraga yang merupakan kegiatan positif. Harapannya semoga kegiatan ini kondusif dan menumbuhkan semangat serta bisa menjadi stress realease untuk para mahasiswa yang selama dua tahun terkahir ini kuliah secara online dan tidak ada aktivitas kampus lainnya,” ujar Raymond.

Aldo menambahkan, terkait protokol kesehatan. Hal itu bukan merupakan tantangan, namun lebih ke arah kewajiban yang akan kami jalani dengan disiplin. Vaksinasi menjadi syarat utama bagi para peserta untuk dapat mengikuti pertandingan Liga FISIP UI 2022, “selain itu, kompetisi ini akan menggunakan Sistem Bubble Liga FISIP UI 2022 yang mengadopsi metode Clear Area pada venue untuk meminimalisir kemungkinan penyebaran Covid-19. Sehingga, setiap tim peserta hanya dapat bertemu satu sama lain pada jadwal pertandingan mereka saja. Tentunya, Liga FISIP UI 2022 juga akan terus menjaga protokol kesehatan yang berlaku.

Liga FISIP UI 2022 secara resmi diikuti oleh 24 Tim Futsal dan 20 Tim Basket dari berbagai mahasiswa rumpun sosial dan humaniora di Indonesia. Untuk venue pertandingannya akan berlangsung di lingkungan UI. Basket akan dilaksanakan di Gymnasium UI. Futsal akan dilaksanakan di Sarana Olahraga (SOR) standar internasional Universitas Indonesia.