Select Page
Undangan Puncak Acara Dies Natalis FISIP UI ke-53

Undangan Puncak Acara Dies Natalis FISIP UI ke-53

Berbagai acara untuk memperingati Dies Natalis FISIP UI ke-53 sudah diselenggarakan.

Dan kini saatnya untuk Puncak Acara Dies Natalis ke-53.
Mari secara bersama-sama bagi para Dosen, Mahasiswa, Alumnus serta Tenaga Kependidikan untuk bergabung dalam acara ini. 

Puncak Acara Dies Natalis FISIP UI ke-53 juga merupakan sebagai Pelepasan Wisudawan  FISIP UI Semester Gasal 2020/2021

Acara akan diselenggarakan pada :
📅 Sabtu, 6 Maret 2021
⏰ Pukul 13.00 – 15.00 WIB

Tautan registrasi👇
https://bit.ly/puncakdiesfisipui53

Live Youtube:
https://bit.ly/youtube-puncakdiesfisipui53

https://bit.ly/YoutubeTVUI

#DiesNatalisFISIPUI53
#TetapSemangat
#TerusBerprestasi
#DanBerkontribusi
EU Strategy in Coping with Multidimensional Impact and Challenges of Covid-19 Pandemic @ Dies Natalis FISIP UI 2021

EU Strategy in Coping with Multidimensional Impact and Challenges of Covid-19 Pandemic @ Dies Natalis FISIP UI 2021

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia
(FISIP UI) bekerja sama dengan Uni Eropa, menyelengarakan Public Lecture dengan topik: “EU Strategy in Coping with Multidimensional Impact and Challenges of Covid-19 Pandemic”.

Pembicara:

⚪ H.E Mr. Vincent Piket
(Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam)

Acara akan diselenggarakan pada :
📅 Jumat, 26  Februari 2021
⏰ Pukul 14.00 – 16.00 WIB

Public Lecture ini merupakan  salah satu acara dalam rangkaian Dies Natalis FISIP UI ke–53.

Tautan registrasi👇
https://bit.ly/eupubliclecturediesfisipui53

Live Youtube:
https://bit.ly/youtube-eupubliclecturediesfisipui53

DiesNatalisFISIPUI53
TetapSemangat
TerusBerprestasi
DanBerkontribusi
Melawan “Keletihan Sosial” di Masa Pandemi

Melawan “Keletihan Sosial” di Masa Pandemi

📣[Melawan “Keletihan Sosial” di Masa Pandemi]📣

Setelah beberapa fase pembatasan sosial, terlihat indikasi dimana masyarakat menjadi semakin tidak peduli akan kondisi pandemi yang berkepanjangan sehingga mengakibatkan kejenuhan, dan semakin mengabaikan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena ini disebut sebagai social fatigue (keletihan sosial) atau pandemic fatigue. Ini adalah kondisi dimana kondisi mental masyarakat sudah jauh menurun dalam usaha melawan pandemi. Kondisi ini adalah fenomena global yang terjadi di hampir semua belahan dunia. Contoh di Amerika Serikat, survey Gallup pada awal tahun 2021 menunjukkan semakin sedikit orang yang mewaspadai virus ini.

Keletihan sosial ini berbahaya karena masyarakat menjadi semakin skeptis terhadap kebijakan pemerintah, kurang responsif terhadap pesan yang disampaikan dalam kampanye publik, dan kurang peduli pada protokol kesehatan. Kasus kerumunan di tempat hiburan, acara sosial dan kegiatan politik adalah penanda yang jelas dari kondisi keletihan sosial ini. Alih-alih semakin waspada, masyarakat mulai menerima hidup dengan pandemi yang merupakan new normal namun dengan sikap dan perilaku yang tidak berbeda dengan sebelumnya, alias masih old normal”.

Pendekatan baru yang bersifat multidisiplin inilah yang  diperlukan untuk memecahkan masalah ini dengan hadirnya diskusi panel ini yang bertujuan mengupas solusi praktis untuk mendukung usaha mitigasi pandemi COVID-19 secara lebih efektif dengan melibatkan pakar dan praktisi di bidang Sosiologi, Kesehatan Masyarakat, Komunikasi dan Pemerintahan.

Para pembicara:

⚪ Baequni Boerman, SKM, MKes, Ph.D (Ketua Pengda IAKMI DKI Jakarta dan Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Terlibat dalam penyusunan Perang Akar Rumput COVID-19 (PARC-19);

⚪ Dr. phil. Idhamsyah Eka Putra
(Dosen Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia, yang juga sebagai Direktur Division for Applied Social Psychology Research (DASPR);

⚪ Prof. Dr. Paulus Wirutomo, M.Sc (Guru Besar Sosiologi FISIP UI yang akan berbagi hasil riset tentang kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan di masa pandemi mewakili tim peneliti Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sosial Politik FISIP UI)

Moderator:
Imam B Prasodjo, MA, Ph.D.
(Dosen Departemen Sosiologi FISIP UI)

Acara akan diselenggarakan pada :
📅Kamis, 25  Februari 2021
⏰Pukul 09.00 – 12.00 WIB

Kegiatan ini merupakan  salah satu bagian dari Selo Soemardjan Memorial Discussion–Panel Session yang merupakan salah satu acara yang termasuk dalam rangkaian Dies Natalis FISIP UI ke–53.

Tautan registrasi👇
https://bit.ly/panelsessiondiesfisipui53

Live Youtube:
https://bit.ly/youtube-panelsessiondiesfisipui53

DiesNatalisFISIPUI53
TetapSemangat
TerusBerprestasi
DanBerkontribusi
Mahasiswa FISIP UI Siap Melaju ke Ajang Mapres Nasional 2020

Mahasiswa FISIP UI Siap Melaju ke Ajang Mapres Nasional 2020

Dizza Aliftsa Agus, mahasiswa program studi Hubungan Internasional Program Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terpilih menjadi Mahasiswa BerprestasiUtama jenjang Sarjana Universitas Indonesia (UI) 2020.

Direktorat Kemahasiswaan UI, untuk kali pertama dalam sejarah UI, menyelenggarakan ajang pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat universitas secara daring. Pengumuman Mahasiswa Berprestasi 2020 dilakukan pada Jumat (5/6) yang disaksikan oleh RektorUI Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D, Wakil Rektor UI bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. rer. nat. Rosari Saleh, serta para jajaran pimpinan di fakultas maupun program yang ada di UI. Mapres Utama UI jenjang Sarjana dan Vokasi akan mewakili UI dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berpestasi Nasional, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Pusat Prestasi Nasional.

Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D menyampaikan, “Seluruh mahasiswa berprestasi yang berpartisipasi dalamajang ini adalah jagoan saya.Saya ucapkan selamat kepada pemenang Mapres Utama yang akan mewakili UI ke tingkat nasional serta kepada seluruh finalis. Apapun hasilnya, ini hanyalah suatu kejadian dari sebuah perjalanan yang masih panjang. Yang lebih penting adalah setelah ini, apakah ini bisa dijadikan sebagai modal untuk berkarya, berkontribusi, berkarir selanjutnya. Apa yang terjadi di bangku universitas, itu adalah situasi yang disimulasi – bukan situasi sebenarnya, karena yang sebenarnya adalah nanti di masyarakat/lapangan kerja. Disitu Anda akan belajar cara berinteraksi dengan yang lain. Yang dinilai adalah kerja sama tim bukan kerja individu. Dunia ini adalah suatu perlombaan dari jaringan-jaringan yang berisi orang. Di dalam jaringan Anda harus bisa bekerja sama, bernegosiasi, membujuk, memimpin, dan kadang perlu mengalah. Siapa yang staminanya yang paling kuat, maka itu jaringan yang menang. Bangsa yang unggul bukan karena mahasiswanya sangat pintar saja, melainkan keunggulannya secara kolegial. Maka, gunakanlah capaianmu saat ini sebagai modal ketika terjun ke dunia/masyarakat. Saya juga sampaikan apresiasi sebesar-besarnyakepada pimpinan fakultas/sekolah, juri, serta Direktorat Kemahasiswaan UI yang tetap mengupayakan ajang ini berlangsung walaupun di tengah masa pandemik COVID-19.”

Senada dengannya, Prof. Dr. rer nat Rosari Saleh menyampaikan, “Virtual tidak mengurangi makna dan signifikansi acara kita ini. Berjalannya ajang ini menunjukkan keberhasilan dan kesolidan sivitas akademika UI di tengah situasi sulit saat ini. UI tetap berupaya dan berhasil menjalankan fungsinya sebagai perguruan tinggi berkualitas dan tetap mencatat prestasi mahasiswanya yang luar biasa. Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada para dosen, yang dengan segala keterbatasan tetap bersemangat dan berjuang menggali potensi mahasiswa UI yang luar biasa. Begitu juga saya ucapkan terima kasih kepada juri, panitia penyelenggara, Direktorat Kemahasiswaan, jajaran pimpinan dan manajer kemahasiswaan di fakultas/program telah berhasil mengoptimalkan pemanfaatan IT di dalam pemilihan mapres UI sejak awal. Bagi para mapres, senantiasa tunjukkan kepada Indonesia, bahwa Anda sebagai wakil dari UI yang memiliki kecerdasan, nurani, nasionalisme yang utuh dan layak menjadi pemenang. Tunjukkan juga warga UI adalah warga inklusif yang mengatasi masalah di akar rumput dan mampu mencari alternatif solusi atas permasalahan bangsa.”

Dizza menyampaikan, “Saya percaya ajang ini adalah kesempatan yang baik untuk berkolaborasi di dalam pengembangan diri. Mapres UImerupakan wadah bagi gagasan dan inisiatif yang dibuahkan oleh sesama mahasiswa berprestasi dari masing-masing fakultas. Saya selalu berpegangan dengan pernyataan Niccolo Machiavelli bahwa bukan gelar yang meninggikan seseorang melainkan seseorang yang bertanggung jawab memantaskan dirinya di dalam menggunakan gelar tersebut. Quote tersebut sangat pantas dalam ajang pemilihan mahasiswa berprestasi ini. Saya beruntung dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya dan akan berjuang atas kepercayaan yang telah saya terima ini.”

“Dalam waktu singkat, Direktorat Kemahasiswaan UI bersama Juri dan Pimpinan Fakultas, melakukan persiapan untuk mengirimkan wakil terbaik dari 14 Fakultas Sarjana dan 1 Program Vokasi ke tingkat Universitas. Para mahasiswa ini kemudian harus saling unjuk gigi di ring kompetisi Presentasi Makalah Karya Tulis Ilmiah, Wawancara CV, Bahasa Inggris dan Test Psikologi. Arena pertarungan yang sengit berlangsung pada saat Presentasi Makalah dan Bahasa Inggris. Para mahasiswa saling mendemonstrasikan kecakapan, kelihaian dan ketrampilan mereka untuk meyakinkan serta menangkis berbagai serangan pertanyaan dari juri maupun sesama peserta.Tantangan lainnya ialah bagaimana para kandidat mapres menampilkan sisi humanis mereka, di balik gemilangnya capaian prestasi masing-masing pada saat penjurian psikologi. Tak sedikit para kandidat yang begitu terkuras emosinya, hingga menitikkan air mata, saat menceritakan perjalanan hidup mereka,” ujar Rosari Saleh.

Lebih lanjut, terdapat sejumlah penghargaan yang berhasil diraih oleh para finalis, yaitu kategori Karakter Terbaik diraih oleh Faris Abdurrachman (Fakultas Ekonomi dan Bisnis); Kategori Makalah dan Presentasi Terbaik diraih oleh Kenny Anderson (Fakultas Teknik) ; Berikutnya, pada kategori Rumpun Ilmu Kesehatan Terbaik diraih oleh Daniell Edward Raharjo (Fakultas Kedokteran); kategori Rumpun Ilmu Sains dan Teknologi Terbaik diraih oleh Kenny Anderson (Fakultas Teknik);Kemudian, Kategori CV Terbaik, Kategori Bahasa Inggris Terbaik, dan Kategori Rumpun Ilmu Sosial-Humaniora Terbaik, ketiga predikatnya diraih oleh Dizza Aliftsa Agus (FISIP).

Pemenang Mapres Utama UI Program Sarjana mendapatkan uang pembinaan pendidikan sebesar Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Sedangkan pemenang kedua mendapatkan uang pembinaan pendidikan sebesar Rp7.000.000 (tujuh juta rupiah) dan pemenang ketiga memperoleh Rp5.000.000 (lima juta rupiah). Pemenang Mapres Utama UI Program Vokasi mendapatkan uang pembinaan pendidikan sebesar Rp5.000.000 (lima juta rupiah), serta tigabelas finalis lainnya akan memperoleh masing-masing senilai Rp2.000.000 (dua juta rupiah). Sedangkan para peraih kategori terbaik memperoleh tambahan hadiah berupa tabungan pendidikan senilai total Rp5.000.000 (lima juta rupiah) untuk 13 kategori yang diberikan oleh BNI.

Surat Edaran Dekan FISIP UI Tentang Perpanjangan Bekerja Dari Rumah

Surat Edaran Dekan FISIP UI Tentang Perpanjangan Bekerja Dari Rumah

Sehubungan dengan Surat Edaran Nomor: SE-0196/UN2.F9.D/OTL.09/2020 tentang Keberlanjutan Periode Bekerja dari Rumah (Work From Home) Dalam Rangka Peningkatan Kewaspadaan Pencegahan Penularan Infeksi Covid-19 di Lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi ancaman Penyebaran Infeksi Covid-19 yang semakin serius, dan berdasarkan kesepakatan Rapat Pimpinan Universitas Indonesia yang dilaksanakan pada 3 April 2020 pukul 09:00 – 11:30, maka perlu dikeluarkan Surat Edaran Dekan. Yang menyatakan sebagai berikut

  1. Semua Unit Kerja di lingkungan FISIP UI baik  yang berada di Pusat Administrasi Fakultas, Departemen, Program Studi, maupun Unit Kerja Khusus (UKK), untuk menjalankan Bekerja Dari Rumah (WFH) secara penuh bagi semua Dosen dan Tenaga Kependidikan, sampai Akhir (Berakhirnya) Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020.
  2. Perlu kami tekankan lagi bahwa dalam situasi Bekerja Dari Rumah harap tugas kita masing-masing selaku Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa dapat terus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab disesuaikan pada situasi dan kondisi saat ini. Dengan koordinasi Pimpinan Fakultas, Pimpinan Departemen dan Kepala Unit Terkait, mohon para Tenaga Kependidikan berada dalam posisi terus siap melaksanakan tugas-tugas rutin yang diperlukan.
  3. Kegiatan Akademik mengikuti Kalender Akademik yang baru berdasarkan Keputusan Rektor Nomor 491/SK/R/UI/2020 tentang Perubahan Ketiga atas Keputusan Rektor tentang Kalender Akademik Universitas Indonesia Tahun Akademik 2019/2020.
  4. Berdasarkan Kalender Akademik sebagaimana disebutkan dalam butir 3, kegiatan perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020 berakhir pada 31 Juli 2020 dan batas akhir Unggah Nilai Mata Kuliah Semester Genap pada  7 Agustus 2020 pukul 16.00, serta batas akhir Penetapan Kelulusan Tahap 2 pada 14 Agustus 2020.
  5. Hal-hal lain terkait dengan kegiatan akademik melalui Pembelajaran Jarak Jauh dan kegiatan Bekerja Dari Rumah dilaksanakan dengan tetap mengikuti panduan yang sudah tercantum dalam SE-1 Dekan FISIP, SE-2 Dekan FISIP, dan SE Rektor.
  6. Sesuai Himbauan Pemerintah dan didasari oleh tanggung jawab yang tinggi untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19, Dekan FISIP UI menghimbau kepada para Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa yang biasanya melakukan kegiatan Mudik terkait Hari Raya Idul Fitri, maka untuk periode Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 ini, sejak jauh-jauh hari, saya minta agar tidak merencanakan kegiatan Mudik (catatan: sesuai Peraturan Pemerintah, bagi mereka yang Mudik harus melakukan Karantina Mandiri 14 hari di Daerah Tujuan Mudik, dan saat kembali lagi ke Kampus UI, sebelum masuk harus melakukan lagi Karantina Mandiri juga selama 14 hari).

Pimpinan Fakultas senantiasa melakukan pemantauan terhadap setiap perkembangan yang terjadi dan sewaktu-waktu dapat melakukan tindakan preventif lain yang diperlukan demi keselamatan semua Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa  FISIP UI. Apabila terdapat perkembangan situasi yang baru, maka akan diterbitkan Surat Edaran berikutnya.

Respons Dugaan Pelanggaran Tata Tertib Dalam Bentuk Pelecehan Seksual

Respons Dugaan Pelanggaran Tata Tertib Dalam Bentuk Pelecehan Seksual

Sehubungan dengan beredarnya informasi dugaan pelanggaran tata tertib dalam bentuk pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).  Perlu kami sampaikan respons sebagai berikut:

1. Tindakan asusila dan pelecehan seksual merupakan jenis perbuatan yang dilarang dilakukan oleh warga UI sebagaimana ditentukan di dalam Pasal 8 huruf (j) Ketetapan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Nomor 008/SK/MWA-UI/2004 tentang Perubahan Ketetapan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Nomor 005/SK/MWA-UI/2004 tentang Tata Tertib Kehidupan Kampus Universitas Indonesia;

2. Peristiwa pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa FISIP UI, baik sebagai terduga pelaku maupun sebagai korban, terjadi di luar lingkungan kampus UI dan tidak terjadi saat kegiatan akademik maupun kegiatan ekstrakurikuler berlangsung;

3. Proses penyelesaian dugaan pelecehan seksual tersebut akan dilakukan melalui mekanisme Panitia Penyelesaian Pelanggaran Tata Tertib Universitas Indonesia (P3T2 UI) dengan ancaman sanksi sesuai peraturan yang berlaku di Universitas Indonesia;

4. Proses penyelesaian yang telah coba dilakukan oleh Program Studi terkait adalah dalam rangka pengumpulan fakta dan upaya penyelesaian masalah. Informasi mengenai adanya ancaman kepada pihak-pihak yang terlibat adalah tidak benar; 

5. Proses penyelesaian akan diupayakan dilaksanakan sesegera mungkin meskipun kejadian luar biasa penyebaran infeksi Covid-19 saat ini akan berpotensi berdampak memperlambat proses; 

6. Tindakan seluruh warga/mahasiswa UI yang melanggar peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yang berlaku saat sebagai individu pribadi dan tidak terkait dengan kegiatan resmi UI merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.