Select Page
Surat Edaran Dekan FISIP UI Terkait Pencegahan Penyebaran Covid-19

Surat Edaran Dekan FISIP UI Terkait Pencegahan Penyebaran Covid-19

Surat Edaran Dekan FISIP UI Terkait Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Infeksi Covid-19 di Lingkungan FISIP Universitas Indonesia. Kepada seluruh warga dan sivitas akademika FISIP UI, dimohon untuk tetap waspada dan selalu menjaga kesehatan serta kebersihan diri untuk menghadapi merebaknya infeksi Novel Coronavirus (2019-nCOV atau COVID-19).

Dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan FISIP UI diminta pula untuk senantiasa mematuhi dan menerapkan Protokol Kewaspadaan Pencegahan Corona Virus (Covid-19) bagi Sivitas Akademika UI dengan baik. (http://ui.id/protokolCOVID19).

Surat Edaran (SE) Dekan ini merupakan penjelasan lebih lanjut dan merupakan kesatuan dengan SE Rektor Universitas Indonesia (UI) Nomor SE-703/UN2.R/OTL.09/2020 tertanggal 13 Maret 2020 tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Infeksi Covid-19 di Lingkungan Universitas Indonesia. Dalam membaca SE Dekan ini harus dilakukan dalam satu kesatuan dengan SE Rektor tersebut. Beberapa hal yang ditambahkan dan bersifat penjelasan teknis melalui SE Dekan ini adalah:

  1. Sesuai SE Rektor butir 5.1 Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dapat diartikan secara luas. Prinsipnya, Dosen diberikan kebebasan untuk mendesain model kegiatan PJJ dengan mempertimbangkan aksesibilitas Mahasiswa. Alternatif pelaksanaan P JJ yang bisa digunakan, misalnya dengan platform P JJ yang dimiliki UI yakni E-Learning Management System (EMAS) UI. Namun bisa juga dengan menggunakan platform lain seperti Surat Elektronik (Email, mailing list), Aplikasi Percakapan (contohnya WhatsApp, Line, dan Telegram), aplikasi pertemuan daring (contohnya Skype for Business, Microsoft Team, Google HangOuts, Google Classroom, Zoom, dll). Dosen dapat mengatur tentang hal ini dengan Mahasiswa di kelasnya. Setiap pilihan moda yang diambil oleh Dosen dilaporkan kepada Ketua Program Studi. Bila diperlukan, Ketua Departemen bersama Pimpinan Fakultas memberikan dukungan fasilitasi yang diperlukan sepanjang dimungkinkan;
  2. Meskipun berdasarkan SE Rektor pemberlakukan PJJ akan efektif dilaksanakan mulai Rabu 18 Maret 2020, namun para Dosen yang telah siap untuk melaksanakan PJJ diizinkan untuk memulainya lebih awal;
  3. Sesuai SE Rektor butir 5.2, kegiatan perkuliahan lapangan, magang, dan sejenisnya yang dilakukan di berbagai institusi dihentikan sementara sampai waktu yang tidak ditentukan;
  4. Sesuai SE Rektor tersebut butir 6, Mahasiswa yang terpaksa harus tetap tinggal di Asrama atau Tempat Kos harus melaporkan diri kepada Kantor Manajer Bidang Kemahasiswaan FISIP UI dengan mengisi formulir daring (Google Form) yang diedarkan;
  5. Terkait pelaksanaan Ujian Tugas Akhir (tugas karya akhir, skripsi, tesis) dan sampai dengan tahapan Sidang Pra-promosi Program Doktor, dapat dilaksanakan secara daring. Untuk Sidang Promosi Program Doktor harus dilakukan tanpa kehadiran tamu undangan;
  6. Mahasiswa Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi Kelas Khusus Internasional yang dijadwalkan berangkat ke Universitas Mitra di Australia pada semester Genap TA 2019/2020 ditunda keberangkatannya sambil menunggu perkembangan dan kesepakatan dengan Universitas Mitra di Australia;
  7. Sesuai SE Rektor butir 9, kegiatan inbound dan outbound baik yang dilakukan oleh Mahasiswa maupun Dosen ditunda keberangkatannya sampai waktu yang memungkinkan. Bagi Mahasiswa dan Dosen yang kembali dari luar negeri harus mengikuti protokol karantina mandiri selama 14 (empat belas hari) sesuai Protokol Unit Pelaksana Teknis Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Universitas Indonesia yang dapat diakses pada tautan http://bit.ly/surveilanscoronaFKMUI;
  8. Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan berupa berbagai kegiatan bersama seperti rapat, diskusi, kegiatan penalaran, kesenian, olah raga dan kegiatan berkumpul lainnya harus dihentikan, baik di dalam maupun di luar lingkungan UI sampai waktu yang akan ditentukan kemudian;
  9. Sesuai SE Rektor butir 4 dan SE Rektor UI Nomor 713/UN2.R/SDM.03.00/2020, penugasan Tenaga Kependidikan diatur secara bergiliran dengan skema pembagian tugas 50% Working From Home/WFH dan 50% bekerja di kantor dan dilaksanakan di bawah koordinasi Kepala Unit Kerja masing-masing;
  10. Sesuai SE Rektor butir 8, Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan yang melaksanakan kegiatan dari rumah atau tempat tinggalnya harus benar-benar memahami bahwa masa bekerja dengan tinggal di rumah ini adalah karena situasi dan kondisi sangat khusus terkait Pencegahan Penyebaran Infeksi Covid-19. Oleh karenanya harus dimaksimalkan benar untuk tetap tinggal di rumah dan tidak justeru banyak melakukan kegiatan bepergian.

Senada dengan kalimat penutup pada SE Rektor, marilah kita semua tetap optimistis untuk melalui masa-masa sulit ini dengan dipenuhi rasa kebersamaan untuk saling mendukung. Tentu semua ikhtiar kita bersama ini harus disertai doa memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tracer Study UI Kini Dapat Diakses Melalui Ponselmu!

Tracer Study UI Kini Dapat Diakses Melalui Ponselmu!

Tracer Study UI dapat diakses melalui smartphone


Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni telah melaksanakan Tracer Study Universitas Indonesia (TSUI) secara online sejak tahun 2010. TSUI adalah studi untuk melacak jejak alumni dan memperoleh gambaran situasi transisi dari pendidikan tinggi ke dunia pasca-pendidikan tinggi terutama dunia kerja dan dunia pendidikan lanjutan. TSUI menyediakan data dan informasi mengenai outcome pembelajaran termasuk potret situasi transisi dari pendidikan tinggi ke dunia pasca-pendidikan tinggi terutama dunia kerja dan dunia pendidikan lanjutan.  Masa tunggu kerja, sebaran tempat bekerja, dan keselarasan baik vertikal (keseuaian antara posisi pekerjaan dengan level pendidikan) dan horizontal (antara disiplin keilmuan dengan jenis pekerjaan), juga informasi mengenai perolehan dan penggunaan kompetensi merupakan informasi kunci bagi penyusunan kebijakan mengenai pembinaan karir serta perbaikan input dan proses pembelajaran.

Data dan informasi yang diperoleh dari TSUI juga bermanfaat bagi mahasiswa dalam merencanakan masa depannya. Informasi ini akan sangat membantu mahasiswa dan calon alumni untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi. Posisi UI sebagai universitas terbaik di Indonesia juga tak lepas dari sukses karir alumninya.

Tahun ini, TSUI menggunakan online research tools baru yang lebih user friendly dan diakses baik melalui komputer maupun smartphone. Responden dapat mengakses kuesioner dengan mudah pada berbagai macam platform yaitu Windows, Mac Os, Linux, dan android. Dengan kemudahan ini, untuk mengisi kuesioner TSUI tidak perlu lagi harus berada di hadapan komputer atau laptop, dan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja responden memiliki waktu luang.

TSUI 2019 dengan target lulusan UI tahun 2017 akan dilaksanakan pada bulan Juli – September 2019. Undangan yang berisikan link kuesioner dan PIN akan dikirimkan melalui email, diharapkan seluruh lulusan UI tahun 2017 dari semua jenjang (Vokasi, S1, S2, dan S3) dan semua varian (Reguler, Ekstensi, Paralel dan Kelas Internasional) dapat merespons undangan tersebut. Bila ada perubahan alamat email, pastikan alamat email anda terupdate dengan melakukan konfirmasi ke tracerstudy@ui.ac.id.

Gambar 1. Tampilan laman muka kuesioner TSUI 2019 pada komputer dan pada smartphone

Gambar 2. Tampilan laman isi kuesioner TSUI 2019 pada komputer dan pada smartphone

Ayo Partisipasi dalam Tracer Study UI 2017

Ayo Partisipasi dalam Tracer Study UI 2017

Tahukah anda bahwa rata-rata masa tunggu kerja lulusan UI adalah 3 bulan? Sekitar 86% lulusan UI bekerja sesuai dengan disiplin keilmuannya, dan ada sekitar 24% lulusan UI yang dipercaya mengerjakan pekerjaan untuk tingkat pendidikan yang lebih tinggi.  Kebanyakan (75%) lulusan UI mencari kerja lewat internet.  Tiga aspek yang paling penting bagi lulusan UI dalam menembus dunia kerja adalah: kepribadian dan keterampilan antar-pribadi, Bahasa Inggris, serta reputasi perguruan tinggi. Nah, semua informasi tadi diperoleh dari hasil Tracer Study UI (TSUI) 2016.

Universitas Indonesia telah menyelenggarakan studi pelacakan lulusan sejak tahun 2010 dengan metode sensal, online, reguler dan  terpadu di tingkat universitas. Target populasi TSUI adalah mereka yang lulus dua tahun lalu. Hal ini dimaksudkan agar responden telah mengalami peristiwa dan proses transisi ke dunia kerja atau dunia pendidikan lanjutan. TSUI telah menjadi rujukan nasional dan internasional dalam hal manajemen dan metodologi. TSUI juga telah memberikan kontribusi bagi UI dan Indonesia dalam pemeringkatan perguruan tinggi secara global.

TSUI menyediakan data dan informasi mengenai outcome pembelajaran termasuk potret situasi transisi dari pendidikan tinggi ke dunia pasca-pendidikan tinggi terutama dunia kerja dan dunia pendidikan lanjutan.  Masa tunggu kerja, sebaran tempat bekerja, dan keselarasan baik vertikal (keseuaian antara posisi pekerjaan dengan level pendidikan) dan horizontal (antara disiplin keilmuan dengan jenis pekerjaan), juga informasi mengenai perolehan dan penggunaan kompetensi merupakan informasi kunci bagi penyusunan kebijakan mengenai pembinaan karir serta perbaikan input dan proses pembelajaran.

Di samping itu, data dan informasi yang diperoleh dari TSUI juga bermanfaat bagi para mahasiswa dalam merencanakan masa depannya. Mengingat makin kompetitifnya dunia kerja dan studi lanjut, informasi mengenai transisi dari TSUI akan sangat membantu mahasiswa dan calon alumni untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi. Posisi UI sebagai universitas terbaik di Indonesia tak lepas dari sukses karir alumninya.

Oleh karena itu, tingkat partisipasi yang tinggi dari alumni sangat diharapkan. Selama ini TSUI memiliki response rate yang cukup baik, yaitu sekitar 50%. Hal ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan. TSUI 2017 telah dimulai dan seluruh alumni lulusan tahun 2015 (2 tahun setelah lulus) diharapkan dapat membantu mengisi kuesioner TSUI 2017 secara online. Untuk itu diperlukan nomor PIN (password) untuk dapat masuk ke laman kuesioner TSUI online. Nomor PIN (password) dikirimkan oleh UI (melalui email dari Subdit Pendataan Alumni dan Tracer Study, DIrektorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni) ke alamat email seluruh alumni UI 2015 dari berbagai program studi dan fakultas, termasuk lulusan Vokasi, S1, S2, dan S3. Jika ada alumni lulusan tahun 2015 yang belum menerima email dan belum memiliki PIN (password) dipersilakan untuk menghubungi Sdr. Rahmatullah di 0838 9657 5365 atau email: tracerstudy@ui.ac.id.

 

Akses kuesioner:

Lulusan Vokasi: http://tracerstudy.ui.ac.id/qtafi/projects/tracer2017vokasi

Lulusan S1: http://tracerstudy.ui.ac.id/qtafi/projects/tracer2017s1

Lulusan S2: http://tracerstudy.ui.ac.id/qtafi/projects/tracer2017s2

Seleksi Calon Dekan FISIP Universitas Indonesia

Seleksi Calon Dekan FISIP Universitas Indonesia

FISIP UI mengundang Putra Putri terbaik untuk menjadi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

PERSYARATAN CALON DEKAN

[1] Calon Dekan harus memenuhi persyaratan pokok sebagai berikut:

  1. Berkewarganegaraan Indonesia dan tidak pernah kehilangan kewarganegaraan Indonesia.
  2. Bertempat tinggal tetap di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  3. Belum berusia 60 (enam puluh) tahun pada saat dilantik menjadi Dekan;
  4. Memiliki integritas;
  5. Memiliki komitmen tinggi terhadap Universitas
  6. Mampu menjalankan visi dan misi dalam mencapai tujuan UI;
  7. Sehat jasmani dan rohani[*]
  8. Berpendidikan dan bergelar Doktor, atau Spesialis yang disetarakan dengan Doktor;
  9. Memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi;
  10. Memiliki keterampilan manajerial dan jiwa kewirausahaan;
  11. Memiliki kreativitas untuk pengembangan potensi Fakultas/Sekolah/Program Pendidikan Vokasi dan UI;
  12. Berwawasan luas mengenai pendidikan tinggi;
  13. Tidak pernah menjadi terpidana ataupun didakwa melakukan tindak pidana dengan ancaman pidana penjara paling sedikit 5 (lima) tahun;
  14. Bebas dari kepentingan politik dan ekonomi, tidak berafiliasi dengan partai politik, dan bebas dari konflik kepentingan pribadi maupun golongan yang bertentangan dengan kepentingan UI;
  15. Bersedia melaksanakan tugas-tugas sebagai Dekan Fakultas di UI; dan
  16. Tidak pernah melakukan pelanggaran Kode Etik dan Kode Perilaku;

[2] Calon Dekan harus memenuhi kelengkapan persyaratan administratif yang meliputi;

  1. Menyerahkan fotokopi KTP sebagai bukti Warga Negara Indonesia;
  2. Menyerahkan pernyataan kesediaan menjadi Bakal Calon Dekan Fakultas di UI secara tertulis;
  3. Menyerahkan salinan (fotokopi) ijasah Doktor atau Spesialis yang disetarakan dengan Doktor, yang sah dari perguruan tinggi yang bersangkutan;
  4. Menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter*;
  5. Menyerahkan fotokopi NPWP;
  6. Menyerahkan daftar riwayat hidup lengkap yang mencakup data executive summary dari riwayat hidup (tidak lebih dari 2 halaman, dengan ketentuan: font: arial; size: 11, spasi: 1, margin kiri-kanan-atas-bawah: 4-3-3-3cm) **;
  7. Menyerahkan makalah yang menguraikan tentang motivasi calon untuk menjadi Dekan di UI, serta pemikirannya mengenai Renstra dan program kerjanyan berdasarkan visi, misi, dan kebijakan umum, yang harus diserahkan dalam 2 versi uraian ini yaitu:uraian lengkap;
  8. Executive Summary dari uraian ini (tidak lebih dari 10 halaman, ketentuan: font: arial; size: 12, spasi:1, margin kiri-kanan-atas-bawah: 4-3-3-3 cm)
  9. Memberikan pernyataan tertulis yang bermaterai cukup, bahwa tidak sedang dalam proses hukum, tidak sedang menjalankan hukuman, dan tidak dicabut haknya untuk memangku jabatan publik; dan
  10. Memberikan pernyataan tertulis bahwa calon bukan pengurus suatu partai politik dalam kurun waktu 5 (lima tahun terakhir).

[*]Melampirkan (1) Surat keterangan sehat dari RS. Pemerintah min.RSUD; (2) Hasil psikotes dari Lembaga Psikologi Terapan UI

** Melampirkan bukti

Pengambilan dan/atau pengembalian dokumen Bakal Calon  terletak di Sekretariat PPSCD-UI di Ruang Rapat B Lt.2 Pusat Administrasi Universitas Indonesia

 

SIARAN PERS: Menguatkan Peneliti, Pelaku, dan Praktisi Perlindungan Anak Indonesia

SIARAN PERS: Menguatkan Peneliti, Pelaku, dan Praktisi Perlindungan Anak Indonesia

Generasi muda adalah generasi yang menentukan kemajuan pembangunan Negara di masa mendatang. Sayangnya, hingga saat ini masih banyak dari mereka yang hidup dalam kemiskinan, terlantar, kekurangan gizi, putus sekolah, menjadi korban eksploitasi, tindak kekerasan, dan diskriminasi. Mereka tidak hanya saja menderita akibat kerentanannya sekarang, tetapi juga cenderung terenggut dari kesempatan untuk mewujudkan potensinya di masa depan. Sistem perlindungan anak yang kuat dapat memperbaiki keadaan anak-anak di Indonesia.

Sistem perlindungan anak terdiri dari akses dan kualitas pelayanan pencegahan, penanganan, dan pemulihan dari berbagai faktor risiko yang dihadapi anak sepanjang siklus hidupnya sebagai anak. Sistem ini sangat membutuhkan data dan kebijakan yang berbasis bukti, serta partisipasi inklusif dari masyarakat sipil.

Untuk menyiapkan para peneliti, pelaku, dan praktisi yang akan bekerja untuk meningkatkan perlindungan anak di Indonesia, terbentuk Program Magister Kriminologi Peminatan Perlindungan Anak. Program ini merupakan kerjasama antara Departemen Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) dan Pusat Kajian Perlindungan Anak Universitas Indonesia (PUSKAPA), yang dihususkan bagi mereka yang tengah atau berminat memiliki karir sebagai peneliti, pelaku di Pemerintahan, Legislatif, atau Sistem Peradilan, atau sebagai praktisi di organisasi masyarakat sipil di bidang perlindungan anak.

“Niat baik dan kepedulian terhadap anak merupakan bekal yang sangat penting, namun sistem perlindungan anak hanya akan benar-benar berjalan bila diisi oleh orang-orang yang terampil dan berpengetahuan luas,” ungkap Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc, Dekan FISIP UI.

Setelah tiga tahun berdiri, Program Magister Kriminologi Peminatan Perlindungan Anak Departemen Kriminologi FISIP UI bersama PUSKAPA menyelenggarakan acara Seminar Series bertema “Membangun Peneliti, Pelaku, dan Praktisi Perlindungan Anak Masa Depan”, pada tanggal 28–30 September 2016. Seminar ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi mengenai Program dan kerja serta keterlibatan nyata para mahasiswa, pengajar, dan penelitinya dalam menguatkan perlindungan anak di Indonesia.

Seminar selama tiga hari ini juga bertujuan untuk menyebarluaskan dan mendiskusikan hasil kerja nyata para mahasiswi-mahasiswa Program, pengajar, dan peneliti dalam menguatkan perlindungan anak di Indonesia, melalui riset, program intervensi, dan masukan kebijakan. Pada akhirnya, diharapkan semua peserta tidak hanya akan menemu-kenali prioritas isu perlindungan anak dan potensi-potensi kerjasama, namun juga mendapatkan suntikan semangat untuk terus memperbaiki kompetensi diri demi perlindungan anak di Indonesia.

 

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi:

Marsha Habib

Communication Officer

Pusat Kajian Perlindungan Anak Universitas Indonesia (PUSKAPA)

Email: marsha@puskapa.org

SIARAN PERS: FISIP UI TIDAK DIRIKAN CRIS

SIARAN PERS: FISIP UI TIDAK DIRIKAN CRIS

Terkait dengan maraknya viral yang disebarkan melalui media WhatsApp tentang isu terbentuknya Center for Region Innovation Studies (CRIS) yang mengatasnamakan kerja sama FISIP UI dengan Uni Eropa, The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dan Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, dengan ini kami sampaikan secara resmi bahwa FISIP UI tidak pernah melakukan kerja sama dengan pihak manapun untuk pembentukan CRIS.

Saat ini FISIP UI sedang melacak pendirian CRIS yang mengatasnamakan FISIP UI tanpa sepengetahuan dan seizin Pimpinan FISIP UI.

Menanggapi viral ini yang semakin luas penyebarannya, Pimpinan FISIP UI akan siapkan langkah hukum bagi pihak-pihak yang menggunakan nama FISIP UI tanpa seizin Pimpinan FISIP UI. Demikian bantahan dan klarifikasi ini disampaikan untuk diketahui secara proporsional.