Pilih Laman

Memasuki kuartal pertama tahun 2014 sejak diimplementasikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), nilai (value) penjualan farmasi mengalami penurunan. Bahkan setelah implementasi JKN pada 2015, pertumbuhan yang dicapai pada tri wulan pertama tahun 2014 hanya sebesar satu digit. Temuan fenomena tersebut mengidentifikasikan bahwa implementasi JKN berimplikasi pada terjadinya permasalahan corporate performance sustainability perusahaan-perusahaan farmasi. Mengacu pada fenomena tersebut, Yenny Prasetyawati mengangkat subjek penelitian disertasi dengan judul “Kesinambungan Strategi dan Kinerja Perusahaan di Era JKN (Kasus Perusahaan Farmasi di Indonesia untuk Produk Ethical).”

Pada sidang promosi yang berlangsung Selasa (19/1/2016), Yenny memaparkan bahwa penelitiannya bertujuan untuk menguji pengaruh variabel-variabel perubahan lingkungan bisnis, strategi politik, relasional, harga, corporate performance sustainability dengan pendekatan mixed method. Yenny mengatakan, tantangan utama dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis adalah mengelola perubahan yang terjadi agar perusahaan tetap dapat memiliki sustainability performance. Hal ini menyebabkan perusahaan farmasi perlu bereaksi pada perubahan tersebut (reacting to change) dengan menyesuaikan diri terhadap kebijakan pemerintah yang baru.

Artikel Lainnya:  Memahami Konstruksi Sosial dari Perayaan Sekaten

Penelitian Yenny menghasilkan sebuah model sinergi strategi yang memiliki kontribusi bagi strategi dan kinerja perusahaan yang berkesinambungan bagi perusahaan farmasi di Indonesia di era JKN. Sinergi strategi yang dikembangkan dalam penelitian ini mencakup strategi politik, strategi relasional, dan strategi harga. Strategi politik yang digunakan terkait dengan strategi-strategi yang digunakan oleh perusahaan dalam mempengaruhi kebijakan publik agar sejalan dengan visi dan misi perusahaan. Sedangkan strategi relasional diperlukan perusahaan untuk mendapatkan kepercayaan dan emotional bonding. Strategi harga merupakan cara instan yang dilakukan perusahaan farmasi untuk memperoleh manfaat bersaing dengan perusahaan-perusahaan farmasi lainnya. Ketiga strategi tersebut perlu dilakukan secara bersinergi dan komprehensif.