
Joint Minor Program FISIP UI – LDE 2025 resmi dibuka untuk tahun ke-2 setelah tahun pertama sukses diselenggarakan. Pembukaan dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto pada Senin (25/08) di Auditorium Juwono Sudarsono, Gedung A, FISIP UI.
Joint Minor Program merupakan bentuk kerja sama antara FISIP UI dengan Leiden, Delft, Erasmus (LDE) Universities Alliance yang kembali berlangsung selama satu semester pada semester ganjil tahun akademik 2025/2026. Program ini di mulai pada Agustus-Desember.
Program ini dirancang sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan pendidikan interdisipliner yang melampaui batas negara, memungkinkan mahasiswa untuk terlibat dengan berbagai perspektif dan mengembangkan wawasan global terkhususnya future challenge di Indonesia. Melalui kerja sama FISIP UI dan Aliansi LDE yang kembali berlanjut, program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendorong inovasi, pemikiran kritis, dan pemahaman lintas budaya.
Jumlah mahasiswa pada tahun kedua ini ditingkatkan dari yang sebelumnya berjumlah 27 orang menjadi 40 orang. Antusiasme tidak hanya datang dari mahasiswa FISIP UI saja, namun juga dari fakultas lain. Setelah melewati proses seleksi yang cukup kompetitif, mahasiswa yang dinyatakan lulus untuk mengikuti program ini berjumlah 40 orang, yaitu 14 orang dari FISIP UI, 1 orang dari FMIPA UI, 6 orang dari TU Delft, 5 orang dari Erasmus University Rotterdam, dan 14 orang dari Leiden University.



Dalam sambutannya, Dekan FISIP UI, Prof. Aji mengatakan ini merupakan sebuah kehormatan untuk kembali bekerja sama dengan LDE Alliances kedua kalinya melalui Joint Minor Program
“FISIP UI terus memperkuat kemitraan dengan Leiden University, TU Delft, dan Erasmus University Rotterdam. Dengan mengusung tema ‘Future Challenges Beyond the Indonesian City’ program ini mengajak para mahasiswa untuk secara kritis merefleksikan dan bersama-sama merumuskan solusi atas isu-isu mendesak seperti tata kelola, perubahan sosial, dan transformasi perkotaan.”
Prof Aji sangat bangga dengan progaram ini, “Atas nama FISIP UI, saya bangga menjadi tuan rumah bagi sebuah wadah pembelajaran, pertumbuhan, dan kolaborasi internasional yang bermakna dan kami meyakini akan memberikan dampak yang berkelanjutan.”
Secara spesifik kerja sama ini menjadi salah satu jalan untuk semakin memperkuat hubungan kerja sama antar kedua belah pihak. Bagi mahasiswa juga dapat memahami dan mempelajari lebih jauh terkait kebudayaan masing-masing terutama kebudayaan dan tantangan di Indonesia.
Hal ini sejalan dengan salah satu pernyataan dari Marrik Bellen, perwakilan dari LDE Universities Alliance serta juga Direktur dari KITLV Jakarta, yaitu “Kami berharap program ini dapat memperluas wawasan para mahasiswa mengenai ‘Future Challenges Beyond the Indonesian City’, serta menjadi wadah untuk mendiskusikan berbagai solusi yang mungkin dari perspektif Barat maupun Indonesia.
Bellen menambahkan, “kami juga berharap pengalaman ini menjadi pengalaman yang bermakna bagi para mahasiswa UI dan LDE, serta memberikan kesempatan untuk menjalin pertemanan baru dan menciptakan kenangan yang berharga selama berada di Indonesia.”
Ini juga didukung oleh salah satu mahasiswa Joint Minor Program yaitu Koos Goudswaard yang merupakan mahasiswa dari TU Delft, ia menyebutkan bahwa keikutsertaannya pada program ini dilatarbelakangi oleh keinginannya untuk banyak belajar dari Indonesia, khususnya tantangan yang ada di Indonesia saat ini.
“Mengikuti program joint minor ini merupakan kesempatan istimewa untuk belajar tentang Indonesia, sambil berkontribusi melalui kegiatan riset. Tinggal di Jakarta selama beberapa hari saja sudah memberikan saya begitu banyak pengalaman baru dan teman-teman baru. Saya sangat berterima kasih kepada Universitas Indonesia, LDE Centre, dan seluruh mahasiswa atas sambutan hangat yang saya terima” ujar Goudswaard.
Alecia Hasna Mahira Farliando, mahasiswa dari departemen Antropologi Sosial FISIP UI yang bergabung dalam program ini menyebutkan, “Program Joint Minor ini menarik perhatian saya karena temanya relevan dengan isu global dan mendorong pendekatan interdisipliner. Saya antusias berdiskusi dan bertukar perspektif dengan mahasiswa dari LDE melalui kegiatan kelas maupun fieldwork. Pengalaman ini saya harap dapat memperkaya pemahaman saya tentang Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi antara FISIP UI dan LDE di masa depan.”
Melalui program ini juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia yang beragam. Bersamaan dengan itu, pada acara pembukaan ini menampilkan tarian tradisional dari wilayah Indonesia yakni Tarian Hanareswa yang dibawakan oleh Komunitas Tari FISIP UI (KTF).
Joint Minor Program FISIP UI – LDE tahun kedua ini diharapkan dapat kembali menuang kesuksesan seperti tahun sebelumnya, khususnya dapat menjadi sarana dan wadah untuk mahasiswa dari FISIP UI dan LDE untuk saling mempelajari Indonesia dari berbagai multi disiplin.







