Pilih Laman

Jumat (6/7) M. Zainor Ridho menjalani sidang terbuka promosi doktor di Auditorium Juwono Sudarsono. Dalam sidang kali ini, M. Zainor Ridho menyampaikan disertasinya yang berjudul Blater dan Kekuasaan: Peran Politik R. KH. Moh. Fuad Amin Imron pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Secara Langsung Tahun 2012 di Kabupaten Bangkalan Madura.

Sidang terbuka promosi doktor kali ini diketuai oleh Dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., dengan promotor Dr. Nur Iman Subono, ko-promotor Dr. Kamarudin, M.SI., serta tim penguji yang beranggotakan Prof. (Riset) Dr. Lili Romli, M.Si., Dr. Isbodroini Suyanto, M.A., Julian Aldrin Pasha Rasjid, M.A., Ph.D., dan Meidi Kosandi, SIP., M.A., Ph.D.

Artikel Lainnya:  LIFE AFTER CAMPUS; Follow Your Passion

Dalam disertasinya, M. Zainor Ridho tertarik untuk meneliti keterlibatan Fuad Amin Imron dalam mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati serta peran politik dari Fuad Amin Imron dalam pemilukada Bangkalan pada tahun 2012. Fenomena kemunculan figur seperti Fuad Amin Imron banyak terjadi setelah lahirnya otonomi daerah di Indonesia.

Fuad Amin Imron adalah salah satu figur dari elit politik lokal daerah Bangkalan Madura yang memiliki pengaruh kuat sehingga dapat dikatakan sebagai blater–yaitu seseorang yang memiliki kekuasaan formal dan/atau informal serta individu yang “berstatus ganda” baik sebagai blater maupun kiai dalam masyarakat lokal. Fuad Amin Imron adalah keturunan dari pemimpin kharismatik daerah Bangkalan bernama Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan.

Artikel Lainnya:  Pusat Diminta Tak Hanya Bangun Infrastruktur Tapi Juga Pemuda Papua

Dalam penelitiannya M. Zainor Ridho menemukan dua hal. Pertama, keterlibatan Fuad Amin Imron dalam pemilukada adalah untuk mempertahankan status quo keluarganya terhadap penguasaan sumber dana untuk kepentingan politik elektoral di Bangkalan.

Kedua, keterlibatan Fuad Amin Imron memiliki peran struktural dan peran kultural. Peran struktural terlihat dalam penguasaan politik dalam sistem pemerintahan dan struktur politik lokal, hingga penguasaan terhadap lembaga penyelenggara pemilu (seperti KPUD, Panwaslu, PPK, dan KPPS tingkat kecamatan dan desa). Sedangkan, peran kultural terlihat dalam pembangunan jejaring modal sosial, modal kultural, modal simbolik (fisik), serta modal patron-klien (jaring-jaring kiai, santri, klebun, dan blater).

Bahkan, peran kultural Fuad Amin Imron dipandang sebagai tokoh yang menjamin stabilitas keamanan masyarakat, mulai dari tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten dari segala bentuk ancaman yang akan mengganggu keadaan kondusif masyarakat.

Artikel Lainnya:  Mengkaji Faktor Penyebab Pernikahan Anak Usia Dini

Atas disertasinya, M. Zainor Ridho berhasil meraih gelar doktor Ilmu Politik dengan yudisium sangat memuaskan.