Pilih Laman

Rabu (19/12), Cosmas Gatot Haryono menjalani sidang terbuka promosi doktor di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI. Dalam sidang kali ini, Cosmas menyampaikan desertasi yang berjudul Komodifikasi Pekerja Televisi di Indonesia (Studi Ekonomi Politik Media tentang Praktek Komodifikasi Pekerja dalam Produksi Program Siaran Televisi di Indonesia).

Sidang terbuka promosi doktor tersebut diketuai oleh Prof. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc dengan promotor Prof. Zulhasril Nasir, Ph.D, ko-promotor Dr. Pickey Triputra, M.Sc. serta tim penguji Prof. Alois Agus Nugroho, Ph.D, Prof. Dr.Ibnu Ahmad, M.Si., Prof. Dr. Billy K. Sarwono, M.A., Dr. Irwansyah, M.A., dan Dr. Eriyanto, M.Si.

Dalam era globalisasi ini, media diperlakukan layaknya entitas bisnis biasanya yang dikelola dengan menggunakan logika-logika industri pada umumnya. Maka tidak mengherankan bila tata kelola media tidak jauh dari tata kelola bisnis pada umumnya yang sering mengedepankan spirit khas kapitalisme dalam mengelola bisnis, yaitu pengeluaran biaya sedikit mungkin untuk mencapai laba sebesar mungkin.

Dalam konteks produksi program siaran dunia media, hal itu kemudian diterjemahkan dengen penetapan share dan rating menjadi satu-satunya justifikasi dari kesuksesan sebuah program. Akibatnya, para pekerja televisi dikondisikan untuk bekerja mati-matian tanpa pernah memperhatikan jam kerja dan hak-hak dasar mereka demi tercapainya rating yang tinggi. Celakanya, sebagian pekerja media televisi menikmatinya dan terjebak dalam suatu keadaan palsu yang membuai kehidupan mereka.

Artikel Lainnya:  Tiga Mahasiswa FISIP UI Ikuti Program Write to China

Dari hasil desertasinya, Cosmas menyimpulkan beberapa hal penting, yakni pemodal memenangkan pengetahuan tentang pekerja dalam praktek kerja televisi sehari-hari. Pemilik modal dengan segala sumberdaya yang dimilikinya, membangun sistem nilai untuk melanggengkan struktur yang mereka inginkan. Selanjutnya pekerja gagal menunjukan aspek kreativitas dan idealisme sebagai bagian terpenting dalam produksi program siaran televisi. Aliansi pemodal dan pengiklan mendistorsi pengetahuan tentang produksi program siaran dengan menempatkan rating dan share sebagai panglima, sehingga menjadi sumber acuan bagi setiap produksi program siaran.

Produksi dan reproduksi struktur eksploitatif ini pada dasarnya merupakan perwujudan atau cermin dari ”ketidakberdayaan” pekerja terhadap struktur eksploitatif yang ada. Hal itu terjadi karena kemapanan struktur eksploitatif berhasil merontokkan daya kritis pekerja.
Atas desertasinya, Cosmas dinyatakan lulus dengan yudisium sangat memuaskan.