Pilih Laman

Untuk pertama kalinya Departemen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menyelenggarakan konferensi internasional dua tahunan yang berlangsung pada 2—3 November 2015. Berlokasi di Kampus FISIP UI-Depok, konferensi internasional ini mengusung judul “Biannual International Conference on Indonesian Politics and Government” (BICOIPG) 2015.Tema yang diangkat pada tahun ini adalah“Directions of Democratic Reforms and Government Effectiveness” atau Arah Perkembangan Reformasi Demokratis dan Efektivitas Pemerintah.

Konferensi internasional ini dibuka dengan sambutan Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met, dilanjutkan sambutan dari Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Mohammed Ali Berawi M.Eng. Sc. Ph.D., dan sambutan Dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., serta sambutan dari Ketua Departemen Ilmu Politik FISIP UI, Dr. Valina Singka Subekti, M.

Konferensi ini menghadirkan empat keynote speaker, yaitu Prof. Burhan D. Magenda, M.A, Ph.D (Universitas Indonesia), Julian Aldrin Pasha,Ph.D (Universitas Indonesia), Dr. Nankyung Choi (University of Hongkong), dan Prof.Richard Robison, M.A, Ph.D (Murdoch University).

Artikel Lainnya:  Fenomena Slacktivism dan Filter Bubble Sebagai Dampak Clicking Monkey di Media Sosial

Untuk menunjang pembahasan, konferensi tersebut juga menampilkan lima pembicara dari berbagai universitas internasional lainnya, yaitu Andreas Ufen (German Institute of Global & Area Studies), Tomas Petru (Oriental Institute, Czech Academy of Sciences), Jae Hyeok Shin (Korea University), Diego Fossati (Cornell University), dan Adam Tyson (University of Leed).

“Tema tentang perkembangan reformasi politik dan efektivitas pemerintahan memang tema yang hangat dan sangat sesuai dengan kebutuhan kita, baik sebagai institusi pendidikan dan riset di bidang politik, maupun sebagai bangsa”, tutur Valina.

Selanjutnya Ketua Pelaksana BICOIPG, Meidi Kosandi, Ph.D. menyampaikan, Indonesia saat ini memang sedang dalam proses perubahan politik untuk mencari format terbaik dalam menjalankan demokrasi. Setelah 16 tahun reformasi, praktik demokrasi di Indonesia masih diwarnai oleh nilai-nilai lama seperti nepotisme dan oligarki. Hal ini yang membuat Demokrasi Indonesia pantas disebut yang terbaik di Asia Tenggara secara prosedural, akan tetapi tidak demikian secara substansial.

Artikel Lainnya:  Refleksi Dua Dekade Demokrasi Indonesia Era Reformasi

“Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, tentu kita ingin memberikan kontribusi berupa kegiatan konferensi, yang mengumpulkan berbagai kajian dari seluruh dunia untuk dipresentasikan di sini. Mudah-mudahan konferensi ini dapat berkontribusi tidak hanya bagi perkembangan ilmu tapi juga bagi praktik demokrasi dan pemerintahan Indonesia,” lanjut Meidi. Menurutnya, Universitas Indonesia berharap bahwa dari kegiatan seperti ini akan ada masukan bagi pemerintah, politisi, ataupun masyarakat luas untuk memperbaiki praktik demokrasi dan pemerintahan.

Wakil Ketua Pelaksana BICOIPG, Jona Widhagdo Putri, menyampaikan bahwa acara ini akan menjadi sangat menarik karena melibatkan empat keynote speakers, lima pembicara undangan, dan 30 pemakalah terseleksi. Keempat keynote speakers yang dimaksud adalah Richard Robison, Burhan Magenda, Julian Aldrin Pasha, dan Nankyung Choi. Selain itu, lima pembicara undangan juga akan mengisi acara, yaitu Andreas Ufen, Tomas Petru, Jae Hyeok Shin, Diego Fossati, dan Adam Tyson. Sedangkan ke-30 pemakalah yang terseleksi datang dari delapan negara berbeda. Sepuluh di antara mereka merupakan dosen Universitas Indonesia dan delapan lainnya merupakan peserta dari berbagai negara antara lain Amerika, Jepang, Tiongkok, Filipina, Belanda, dan Inggris. Sisanya berasal dari berbagai institusi riset dan pendidikan di Indonesia.

Artikel Lainnya:  Praktik Pembangunan Alternatif dan Kemajuan Sosial dalam Konteks Indonesia

Konferensi yang didanai oleh Departemen Ilmu Politik FISIP UI,  Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Indonesia (DRPM UI), serta American Association for Indonesian Studies (AIFIS) ini memberikan kesempatan publikasi internasional bagi para pesertanya. Bekerjasama dengan jurnal Pacific Affairs, 12 makalah terbaik berkesempatan untuk dipublikasikan dalam tigaspecial sections di jurnal internasional tersebut. Sisanya juga berpeluang untuk dipublikasikan oleh penerbit internasional dalam bentuk book-series. Kesempatan untuk publikasi internasional ini diharapkan dapat semakin menumbuhkan budaya dan minat riset ilmu politik di Indonesia pada umumnya, dan di UI khususnya (HUMAS FISIP UI).