Pembangunan perkotaan berbasis ekonomi pengetahuan (Knowledge-Based Economy/ KBE) dikonstruksi melalui learning regions dalam konteks pembangunan Kota Bogor, Depok, dan Tangerang Selatan. Interaksi triple helix antarkota dan interkota di region Jabodetabekjur ini dilakukan melalui kolaborasi perencanaan/ strategi bersama, pertukaran sumber daya, dan proyek bersama. Topik ini menjadi isu yang diangkat dalam penelitian disertasi M. Rahmat Yananda. Dalam sidang promosi doktornya yang digelar pada Rabu (28/9/2016), Rahmat memaparkan bahwa penelitiannya menemukan penyebab belum terbentuknya kolaborasi yang bertujuan mendapatkan manfaat KBE berbasis learning regions akibat belum padunya region secara politik atau administrasi, ekologi, ekonomi, dan sosial; kegagalan kelembagaan; belum maksimalnya kerja sama daerah; ketidakpaduan strategi pembangunan nasional dengan perkotaan; serta kehilangan momentum pembangunan berbasis KBE. Learning regions dikonstruksikan dengan menggali lintasan pembangunan dan potensi perkotaan dikombinasikan dengan elemen-elemen pembentuk KBE di ketiga kota (Pemkot Bogor, Depok, Tansel, UI, IPB, Puspiptek, Komunitas Industri Kreatif Depok, dan TamanTekno (BSD)). Selain memanfaatkan potensi masing-masing maupun gabungan ketiga kota, learning regions dikonstruksi melalui pendekatan tata kelola dan pembangunan model organisasi. Pemerintah masing-masing kota berperan sebagai inisiator kolaborasi berdasarkan tipe dan aktivitas. Pembuatan strategi dan kebijakan memunculkan kolaborasi terkait: (1) tema pembangunan KBE; (2) penetapan visi dan misi; dan (3) penetapan prinsip keterlibatan dan kapasitas. Sedangkan dalam pertukaran sumber daya terdapat kesenjangan input untuk membangun proyek bersama, yaitu: (1) pusat inkubasi dan inovasi bersama; serta (2) pusat promosi bersama inovasi. Dalam sidang promosi doktor Rahmat, menghadirkan Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. (ketua sidang), Prof. Dr. Irfan Ridwan Maksum, M.Si. (Promotor), dan Dr. Heri Fathurahman, M.Si. (Ko-Promotor). Sedangkan anggota tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Sadu Wasistiono, M.S., Prof. Dr. Azhar Kasim, MPA., Prof. Dr. Martani Huseini, Dr. Roy Valiant Salomo, M.Soc.Sc., Dr. Linda Darmajanti, MT., dan Prof. Dr. Amy Yayuk Sri Rahayu, M.Si.
Related Posts
BeritaLiputan Media
Dekan FISIP Bicara Tren Popularitas Dunia Politik Saat Ini: Apapun yang Penting ViralDekan FISIP Bicara Tren Popularitas Dunia Politik Saat Ini: Apapun yang Penting Viral
Dekan FISIP Universitas Indonesia (UI), Semiarto Aji Purwanto mengatakan popularitas menjadi bagian penting dalam dunia politik saat…
Sri Indah Wijayanti12 Desember 2022
Berita
Seminar Politik Pajak Capres 2014Seminar Politik Pajak Capres 2014
Perpajakan menjadi isu utama dalam kampanye pemilihan presiden di kebanyakan negara maju. Karena perpajakan dinilai…
FISIP UI20 November 2014
Alumni
Taman Oval Persembahan Alumni FISIP UI 79Taman Oval Persembahan Alumni FISIP UI 79
Saat ini wilayah kosong untuk menanami tanaman sudah sedikit sekali bahkan pada lingkungan kampus. Kurangnya…
FISIP UI3 Maret 2016