Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) mendukung penuh pelaksanaan Misi Budaya Eropa 2026 yang akan dilaksanakan oleh Komunitas Tari FISIP UI (KTF UI) Radha Sarisha. Program ini merupakan bagian dari upaya diplomasi budaya Indonesia melalui pertunjukan seni tradisional di festival folklor internasional di Prancis dan Spanyol.

Sebagai bentuk persiapan menuju keberangkatan, KTF UI menyelenggarakan Gelar Pamit pada Jumat (19/6) di Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia, Depok. Kegiatan tersebut menjadi momentum pelepasan sekaligus penampilan teater yang memadukan tari dan musik tradisional Indonesia dalam satu kesatuan narasi artistik.

Pada Juli hingga Agustus 2026, sebanyak 47 mahasiswa yang terdiri atas 28 penari dan 9 pemusik akan mewakili Indonesia sebagai duta budaya muda dalam sejumlah festival folklor internasional di Prancis dan Spanyol. Melalui berbagai pertunjukan seni, delegasi akan memperkenalkan keragaman budaya Indonesia melalui tari tradisional, musik daerah, serta berbagai ekspresi budaya Nusantara.

Wakil Dekan FISIP UI Bidang Sumber Daya, Ventura dan Administrasi Umum, Dr. Ni Made Martini Putri, menegaskan bahwa partisipasi KTF UI dalam festival internasional tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga merupakan bagian dari misi diplomasi budaya Indonesia.

Menurutnya, budaya merupakan identitas bangsa yang terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, setiap penampilan yang dibawakan para mahasiswa memiliki makna lebih dari sekadar pertunjukan artistik.

“Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi cerita yang hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui setiap tarian, musik, kostum, dan karya yang ditampilkan, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga menunjukkan nilai keberagaman, gotong royong, dan penghormatan terhadap perbedaan yang menjadi kekuatan bangsa kita,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dedikasi seluruh anggota KTF UI yang telah menjalani proses latihan dan persiapan secara intensif selama berbulan-bulan. Menurutnya, keberhasilan sebuah pertunjukan merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari penari, pemusik, penata kostum, hingga tim tata rias dan pendukung teknis lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ni Made Martini Putri berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga keselamatan, kekompakan, dan semangat kebersamaan selama menjalankan misi budaya di luar negeri. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik Universitas Indonesia dan Indonesia di tingkat internasional.

“Kalian bukan hanya tampil sebagai seniman muda, tetapi juga sebagai duta budaya yang membawa nama baik bangsa. Tunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman budaya dan mampu menjadikannya sebagai kekuatan untuk membangun persahabatan antarbangsa,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Misi Budaya Eropa 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sukses serta menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam memperkuat peran generasi muda sebagai pelestari sekaligus promotor budaya Indonesia di tingkat global.

Sementara itu, Project Officer Misi Budaya Eropa 2026, Andine Clorinda Riasty Anggoro, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan wujud komitmen KTF UI untuk terus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

“Misi Budaya Eropa 2026 merupakan wujud komitmen kami untuk terus membawa cerita Indonesia ke panggung dunia. Langkah ini menjadi awal untuk memperkenalkan budaya Indonesia,” ujarnya.

Gelar Pamit yang diselenggarakan KTF UI juga menjadi ruang bagi sivitas akademika dan masyarakat untuk menyaksikan secara langsung repertoar yang akan dibawa ke Eropa. Pertunjukan dikemas dalam format teater yang memadukan tari dan musik tradisional Indonesia dalam satu narasi artistik yang menggambarkan kekayaan budaya Nusantara.

Melalui partisipasi dalam festival-festival internasional tersebut, KTF UI tidak hanya berupaya menampilkan keindahan seni tradisional Indonesia, tetapi juga memperkuat peran budaya sebagai sarana diplomasi, pertukaran budaya, dan pembangunan hubungan antarbangsa. Kehadiran para mahasiswa di panggung internasional diharapkan dapat memperkenalkan wajah Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya, sekaligus memperkuat posisi generasi muda sebagai aktor penting dalam diplomasi budaya global.