Pilih Laman

Dengan tujuan membangun kerja sama serta membahas isu lingkungan di kawasan ASEAN, Thammasat University Thailand melakukan kunjungan ke Departemen Ilmu Hubungan Internasional, FISIP UI. Agenda pertemuan hari itu adalah seminar, tur keliling UI, Focus Group Discussion (FGD), serta pertunjukan budaya antar bangsa.

Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (15/1/2016) di ruang 302 Gedung Nusantara 2 FISIP UI tersebut dihadiri oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional UI, Indonesian Students Association for International Studies (ISAFIS), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UI, serta Komunitas Tari FISIP (KTF) UI.

Dalam sambutannya, Dra. Nurul Isnaeni sebagai pemimpin pertemuan mengatakan sangat bangga menerima kunjungan dari Thammasat University. Ia mengatakan, melalui pertemuan ini akan terjalin kesepahaman mengenai pentingnya isu lingkungan di kawasan ASEAN. Bagi Thammasat University ini adalah kunjungan pertama yang dilakukan ke Universitas Indonesia.

Seminar pada kunjungan mengangkat tema The Future of ASEAN We Want: Strategic Role of University Students in Implementing the Agenda of ASEAN Socio-Cultural Community. Dengan dimoderatori oleh Azira, seminar tersebut memaparkan tentang masalah lingkungan yang menjadi tantangan bagi masyarakat ASEAN. Salah satu tantangan di bidang lingkungan bagi ASEAN adalah polusi asap dari kebakaran hutan yang terjadi di tahun 2015. Total korban meninggal yang mencapai 10 orang serta terdapat 503.875 jiwa yang terdampak asap sangatlah mengkhawatirkan. Kebakaran hutan sering kali diduga disebabkan oleh adanya eksploitasi alam untuk digunakan dalam kegiatan industri.

Artikel Lainnya:  Konsolidasi Publik RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Oleh karena itu, seminar ini berusaha mencapai beberapa tujuan antara lain untuk memahami signifikansi dan urgensi dari penurunan kualitas lingkungan, memahami hubungan kritis antara masalah lingkungan dengan pengembangan regional, serta memahami posisi strategis sebagai mahasiswa yang menjadi agen perubahan dalam pembangunan ASEAN yang berkelanjutan. Selain itu, perusahaan juga ditekan untuk melakukan tanggung jawab sosial korporasi dalam hal mencegah terjadi kepustakaan alam yang disebabkan oleh kegiatan industrial.

Project Institusi lingkungan Global (ILG) Presentation dan Focus Group Discussion

Acara hari itu dilanjutkan dengan presentasi dari proyek ILG. ILG merupakan salah satu mata kuliah HI. Tugas akhir dari mata kuliah tersebut ialah membuat proyek peduli lingkungan. Presentasi dilakukan oleh Rhifa Ayudhia, mahasiswa Departemen Ilmu Hubungan Internasional. Pada presentasinya, Rhifa menampilkan ECO Bottle Project, yaitu sebuah proyek yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan kemasan botol plastik. Dalam proyek tersebut terdapat empat agenda, yaitu kampanye melalui sosial media, penukaran kemasan botol air mineral dengan tumblr, menggalang suara untuk menandatangi petisi mendorong reinstalasi pancuran air siap minum, serta mendonasikan kemasan botol yang terkumpul ke Bank Sampah Kartini.

Artikel Lainnya:  Shortcut to Flawless

Setelah presentasi Proyek ILG, agenda selanjutnya adalah Focus Group Discussion (FGD). Dibagi ke dalam tiga grup diskusi, mahasiswa UI dan mahasiswa Thammasat University bergabung dan membaur membahas isu-isu lingkungan yang dihadapi masyarakat ASEAN. Salah satu topik diskusi adalah dengan pernyataan pemicu yang menyatakan “tidak akan ada pembangunan apabila kita tidak memiliki lingkungan”. Dari kalimat pemicu tersebut, mahasiswa saling berdiskusi tentang bagaimana menjaga lingkungan agar pembangunan terus berjalan. Beberapa pendapat dihasilkan seperti ajakan untuk meningkatkan kesadaran mengenai isu lingkungan kepada masyarakat lewat video YouTube atau mengajak anak-anak untuk melek isu lingkungan sedari dini dengan mengajarkan menanam tanaman yang harus mereka rawat setiap hari.

Artikel Lainnya:  Membahas Investasi Budaya dalam Rasionalisasi Kasus Korupsi

Pertemuan hari itu diakhiri dengan pertunjukan tari yang dilakukan baik oleh perwakilan mahasiswa Thammasat University maupun dari KTF UI. Pertunjukan seni adalah salah satu cara pertukaran budaya untuk semakin merekatkan hubungan persahabatan antar universitas. Kunjungan universitas dari luar negeri sendiri menjadi salah satu cara untuk saling mendekatkan, bertukar pikiran serta pengetahuan dalam rangka menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN yang dimulai sejak awal Januari 2016.