

Momentum wisuda menjadi momen yang membahagiakan sekaligus mengharukan bagi para lulusan setelah melalui perjuangan panjang selama menempuh pendidikan tinggi. Kerja keras, ketekunan, dan integritas yang dijalani selama masa studi, akhirnya terbayar dalam prosesi wisuda yang digelar oleh Universitas Indonesia di Balairung Kampus UI, Depok, Jawa Barat, pada 13–14 Februari 2026.
Prosesi wisuda diikuti oleh lulusan program sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3). Pada kesempatan tersebut, sebanyak 326 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI resmi diwisuda oleh Rektor UI, Heri Hermansyah.
Dalam sambutannya, Rektor UI menegaskan komitmen universitas untuk memastikan para lulusan tidak hanya unggul dalam disiplin ilmu masing-masing, tetapi juga memiliki soft skills, jejaring, serta karakter yang kuat untuk menunjang karier. Ia menekankan bahwa lulusan UI harus siap mengambil peran strategis bagi bangsa dan dunia.
Dekan FISIP UI, Evi Fitriani, turut menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan. Ia berharap para alumni FISIP UI dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
“Ilmu sosial dan ilmu politik merupakan cabang ilmu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terlebih pada masa pembangunan seperti saat ini yang membutuhkan keahlian para lulusan FISIP UI untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik,” ujar Prof. Evi.
Pada wisuda kali ini, enam mahasiswa program sarjana meraih predikat summa cumlaude, dan 87 mahasiswa sarjana memperoleh predikat cumlaude. Sementara itu, 20 mahasiswa magister dan tiga mahasiswa doktor juga meraih predikat cumlaude.
Salah satu capaian membanggakan diraih oleh Dr. Yosef Hilarius Timu yang menjadi wisudawan program doktor dengan predikat summa cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.
Yosef mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya dapat menyelesaikan studi doktoral di FISIP UI dengan hasil terbaik. “Saya merasa senang bisa berkuliah dan lulus dari FISIP UI yang membuat saya lebih kritis, lebih berguna, dan lebih berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Bagi lulusan sarjana, masa studi selama empat tahun tidak hanya diisi dengan kegiatan akademik, tetapi juga aktivitas kemahasiswaan, organisasi, serta berbagai pelatihan pengembangan soft skills.
Salah satu lulusan Ilmu Komunikasi, Grace Christy, S.Ikom., menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa FISIP UI merupakan fase yang menyenangkan sekaligus mengubah cara pandangnya terhadap banyak hal.
“Menjadi mahasiswa FISIP UI merupakan salah satu fase yang menyenangkan dan mengubah cara pandang saya terhadap banyak hal, mulai dari perspektif, pengetahuan, kehidupan sosial, hingga pandangan saya akan karier di masa depan,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa yang masih menempuh studi untuk tetap bersemangat dan memanfaatkan setiap kesempatan pengembangan diri. “Manfaatkan setiap kesempatan pengembangan diri yang ada, dan semoga berkuliah di FISIP UI dapat membantu kalian untuk lebih memahami diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.
Universitas Indonesia menyelenggarakan wisuda sebanyak dua kali dalam setahun. Pada umumnya, sekitar 60–70 persen mahasiswa lulus pada semester genap (September), sementara sekitar 30 persen lainnya lulus pada semester ganjil.
Wisuda ini menjadi tonggak awal bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang berikutnya, membawa semangat keilmuan, integritas, serta komitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan kemajuan dunia.







