Sebanyak 23 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan tim pengajar Mata Kuliah Institusi Lingkungan Global, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) melaksanakan kegiatan studi ekskursi ke kantor Greenpeace Indonesia yang berlokasi di Gondangdia, Jakarta Pusat, pada Jumat (24/4). Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai dinamika tata kelola lingkungan hidup global yang semakin kompleks dan multidimensional.

Studi ekskursi ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya urgensi isu degradasi lingkungan hidup global, seperti perubahan iklim, deforestasi, polusi, sampah, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Dalam konteks Hubungan Internasional, persoalan tersebut tidak lagi hanya melibatkan negara sebagai aktor utama, tetapi juga aktor non-negara seperti organisasi non-pemerintah internasional (NGO), yang memiliki peran signifikan dalam membentuk tata kelola global.

Pengampu mata kuliah, Nurul Isnaeni, Ph.D., menjelaskan bahwa metode pembelajaran melalui studi ekskursi dirancang untuk mendorong pengembangan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa secara simultan. “Melalui interaksi langsung dengan aktor non-negara seperti Greenpeace Indonesia, mahasiswa dapat memahami secara nyata bagaimana relasi kekuasaan dan kepentingan bekerja dalam praktik,” ujarnya.

Selama kegiatan, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berdialog langsung dengan perwakilan Greenpeace Indonesia mengenai strategi komunikasi, penguatan jejaring, serta upaya advokasi yang dilakukan dalam merespons isu lingkungan global. Diskusi juga mencakup tantangan dan hambatan yang dihadapi organisasi tersebut, khususnya dalam membangun legitimasi dan otoritas di tengah beragam kepentingan aktor lain.

Greenpeace Indonesia dipilih sebagai lokasi studi ekskursi karena rekam jejaknya yang luas dalam memperjuangkan perlindungan lingkungan hidup, baik di tingkat nasional maupun internasional. Organisasi ini dinilai representatif untuk memberikan gambaran konkret mengenai peran strategis NGO dalam tata kelola lingkungan global.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh perspektif yang lebih komprehensif dan kritis, serta mengevaluasi efektivitas peran aktor non-negara dalam menghadapi tantangan lingkungan hidup global. Studi ekskursi ini juga menjadi bagian dari upaya pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan praktik di lapangan.