Pilih Laman

Uang elektronik (mobile money) hadir di tengah masyarakat sebagai produk inovasi teknologi yang memudahkan manusia untuk melakukan transaksi. Penggunaannya sebagai ekstensi alat pembayaran telah dikembangkan dalam berbagai sektor seperti transportasi, akses jalan tol, belanja online, hingga layanan elektronik perbankan. Tidak ketinggalan, para pemain industri telekomunikasi seluler beramai-ramai ikut mengadopsi mobile money untuk menjadi layanan yang mereka tawarkan kepada pelanggan. Telepon seluler memiliki peluang yang tidak pernah terjadi sebelumnya, yakni menjadi perangkat yang berfungsi sebagai alat transaksi keuangan.

Sementara, penetrasi mobile money di pasar Indonesia belum sampai pada tahap yang mature, sehingga dipandang perlu dilakukannya berbagai penelitian. Salah satu penelitian yang mengusung topik mengenai penerimaan mobile money adalah disertasi milik Ricardo Indra, seorang mahasiswa doktoral Ilmu Komunikasi FISIP UI. Penerimaan mobile money sebagai alat pembayaran menjadi studi kasus yang Ia ambil untuk membahas unifikasi karakteristik inovasi dalam model penerimaan teknologi.  Dengan menggunakan Teori Difusi Inovasi, Ricardo menjelaskan tentang proses penerimaan mobile money melalui telepon seluler dengan karakteristik inovasi dari pendekatan yang ditawarkan Model Penerimaan Teknologi (Technology Acceptance Model). Responden dalam penelitian ini adalah pelanggan mobile money dari empat penyedia operator seluler. Hasilnya, penelitian ini membuktikan karakteristik inovasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap terbentuknya persepsi dalam proses penerimaan teknologi.

Artikel Lainnya:  Strategi Adaptif untuk Melepaskan Nelayan dari Jerat Kemiskinan

Ricardo berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang doktoralnya pada Senin (08/01), di Auditorium Juwono Sudarsono. Dengan demikian ia menjadi doktor ke-106 yang telah diluluskan oleh Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI.