Pilih Laman

Seorang mahasiswa program Doktoral Departemen Antropologi FISIP UI meneliti tentang fenomena migrasi dan presentasi identitas transnasional Turki di Jakarta. Ade Solihat, melakukan penelitian pada tiga kelompok sosial keagamaan Turki yang beraktivitas transnasional, Gülen, kelompok Süleymaniyah, dan kelompok Said Nursi. Penelitian yang merupakan disertasi dari Ade ini melihat adanya fenomena eskalasi dan proliferasi migrasi dari aktivitas transnasional yang dilakukan ketiga kelompok tersebut. Namun, Ade menilai bahwa fenomena ini tidak diiringi dengan perkembangan teori yang memadai. Teori migrasi masih sangat didominasi oleh perspektif ekonomi dan politik, sehingga menggiring studi migrasi kepada kesimpulan migrasi sebagai suatu problem. Pun, literatur migrasi dan identitas Turki masih memperlihatkan studi migrasi bermotif ekonomi dan migrasi sebagai tindakan bermasalah.

Artikel Lainnya:  Dinamika Identitas Etnis Tionghoa-Indonesia dalam Film Nasional

Menurut Ade, studi migrasi dalam disertasinya ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa migrasi ketiga kelompok Turki tersebut ke Indonesia meruoakan suatu kendaraan bagi proses transformasi yang dipengaruhi struktur (historis dan globalisasi) yang melibatkan pemahaman dan agensi aktor di dalam mereproduksi kebudayaan. Selain menggunakan metode etnografi pada kelompok-kelompok Turki yang berada di wilayah sekitar Jakarta selama hampir 3 tahun, penelitian ini juga memperoleh data melalui penelusuran literatur tentang kondisi kultural historis serta significant actors yang menginspirasi ketiga kelompok gerakan sosial tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa migrasi Turki tidak dipresentasikan secara tunggal dan statis, melainkan secara beragam dan dinamis oleh ketiga kelompok yang berbeda, sebagai suatu konstruksi yang melibatkan pemahaman historisitas dan juga pengalaman berinteraksi dengan masyarakat Indonesia.

Artikel Lainnya:  Pelatakan batu dan pemancangan tiang Balai Serbaguna Purnomo Prawiro

Dosen program studi Arab FIB UI inipun berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang doktoralnya yang diketuai oleh Prof. Dr. Achmad Fedyani Saifuddin, M.A., dan dipromotori oleh Prof. Dr. Sulistyowati Irianto, M.A., di Auditorium Juwono Sudarsono pada akhir Desember lalu.