Pilih Laman

Menjadi tua merupakan keadaan yang menakutkan bagi sebagian besar orang berusia lanjut. Kebanyakan dari mereka mengkhawatirkan kemunduran dalam kemampuan intelektual. Secara fisiologis seiring dengan proses otak menjadi tua akan terjadi pelemahan daya ingat, sehingga orang yang lanjut usia cenderung menjadi pelupa. Pada fase ini para lansia umumnya akan mengalami kemunduran memori, pemahaman bahasa, kemunduran bicara, dan kemunduran pada kemampuan komunikasi sosial. Perlu adanya dukungan dari berbagai pihak—terutama keluarga—agar orang yang berusia lanjut tidak merasa “terbuang” saat mereka berada di fase tersebut. Stigma lansia harus diubah oleh active ageing. Pemahaman terkait kesejahteraan merupakan hak bagi para lansia pun perlu ditekankan. Kesejahteraan sosial lansia dilaksanakan antar generasi.Berdasarkan latar belakang ini, membangun relasi intergenerasional lansia dan generasi muda menjadi hal yang penting. Tema ini diangkat dalam talkshow yang dihadiri tiga narasumber yakni Dra. Sinta N. Abdurrahman Wahid, M.Hum., Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc., dan Margaretha Salsah, S.Kesos. serta dimoderatori oleh Dra. Bunda Sri Sugiri, M.Hum. Talk show ini diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI pada Senin (30/11/2015) di Auditorium Jowono Sudarsono. Acara ini dihadiri oleh para lansia yang dengan semangat menyimak talk show ini dengan baik. Kegiatan ini juga diisi dengan Peragaan Gerakan Latihan Otak (GLO) yang dilakukan para peserta bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia (HMIKS) dan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial (HIMPIKS).

Artikel Lainnya:  Geev, Social Search Engine karya Mahasiswa FISIP UI