Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menyelenggarakan Social Skill Training (SST) 2026 bagi 76 mahasiswa angkatan 2025 Program Studi Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam pada Rabu dan Kamis (19–20 Agustus 2026) di Wisma Hijau, Depok, Jawa Barat, dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan sosial, etika, dan kemampuan membangun relasi yang menjadi fondasi dalam praktik kesejahteraan sosial.

SST 2026 resmi dibuka oleh Dekan FISIP UI, Prof. Evi Fitriani, M.A., M.I.A., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Evi menekankan pentingnya keterampilan sosial bagi mahasiswa FISIP UI, khususnya mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial yang kelak berinteraksi dan bekerja langsung dengan manusia.

Ia mengatakan bahwa keterampilan tersebut tidak hanya diperlukan untuk membentuk kompetensi sebagai ahli kesejahteraan sosial, tetapi juga menjadi bekal agar mahasiswa lebih tangguh dan resilien dalam menghadapi dunia yang semakin kompleks.

Ketua Program Studi Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial, Getar Hati, Ph.D., turut menegaskan bahwa SST merupakan bekal awal yang krusial bagi mahasiswa. Hal ini mengingat kurikulum Ilmu Kesejahteraan Sosial akan mempertemukan mahasiswa secara langsung dengan klien pada tingkat individu, kelompok, maupun masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan fasilitator dan panitia, penjelasan tujuan serta tata tertib, pengarahan keselamatan, dan pemenuhan standar higienitas makanan sebagai bagian dari standar keamanan dan keselamatan yang dipersyaratkan UI.

Sebagai materi pembuka, SST 2026 menghadirkan topik “Perlindungan dari Eksploitasi, Kekerasan, dan Pelecehan Seksual” atau Protection from Sexual Exploitation, Abuse, and Harassment (PSEAH) yang disampaikan Dr. Anna Sakreti Nawangsari, M.Si. Materi ini menjadi bagian penting dalam menanamkan kesadaran dan norma etika sejak awal masa perkuliahan. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai perlindungan diri serta mekanisme pelaporan apabila menghadapi atau menyaksikan kekerasan maupun pelecehan seksual, baik di lingkungan kampus maupun dalam praktik lapangan.

Penempatan materi PSEAH pada awal rangkaian menegaskan komitmen Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI dalam membangun lingkungan belajar yang aman sekaligus memastikan mahasiswa memahami hak dan kewajibannya.

Materi inti SST kemudian berfokus pada pengembangan keterampilan relasi sosial. Prof. Dr. Johanna Debora menyampaikan materi Disiplin Diri dan Etika, Dr. Ety Rahayu membawakan Perilaku Asertif, sedangkan Dr. Triyanti Anugrahini, M.Si., menyampaikan materi Komunikasi. Kemampuan mendengar aktif dan komunikasi efektif ditekankan sebagai keterampilan dasar yang akan banyak digunakan dalam praktik intervensi kesejahteraan sosial.

Selanjutnya, Dr. Sari Viciawati M., M.Si., mengajak mahasiswa memahami dinamika relasi melalui materi Dinamika Kelompok berbasis studi kasus. Sementara itu, sesi Pengenalan Diri menggunakan pendekatan Johari Window dipandu Prof. Isbandi Rukminto Adi, M.Kes., Ph.D., melalui tiga tahap kegiatan.

Pada hari kedua, mahasiswa mengikuti simulasi Konflik Antar Kelompok bertajuk “Win Money as Much as Possible” dan materi Kreativitas yang dibawakan Dr. Johanna Debora Imelda. Kedua kegiatan tersebut dirancang untuk melatih kemampuan pemecahan masalah melalui dinamika kelompok. Rangkaian SST kemudian ditutup dengan sesi evaluasi yang dipimpin Ketua Program Studi Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial sebelum mahasiswa kembali ke Kampus UI Depok.

Sebagai program tahunan, SST menjadi bagian dari proses pembelajaran awal mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial dalam mengenali dan mengembangkan kemampuan membangun relasi antarpribadi dan sosial, termasuk mengenali diri, mendengar aktif, berkomunikasi efektif, berperilaku asertif, serta menyelesaikan masalah melalui dinamika kelompok.

Keterampilan tersebut menjadi fondasi bagi mahasiswa yang akan menekuni profesi pemberian bantuan (helping profession) dan akan terus diperdalam melalui mata kuliah praktik, antara lain Metode dan Praktikum Intervensi Individu dan Keluarga serta Metode dan Praktikum Intervensi Kelompok. Melalui integrasi keterampilan sosial dan kesadaran perlindungan dari kekerasan seksual, SST 2026 diharapkan membentuk mahasiswa yang memiliki landasan etika, empati, kepekaan sosial, serta kesiapan menghadapi tantangan akademik dan profesional di bidang kesejahteraan sosial.