Pilih Laman

Rabu (12/12), Jafar Ahmad menjalani sidang terbuka promosi doktor di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI. Dalam sidang kali ini, Jafar Ahmad menyampaikan desertasi yang berjudul Strategi Orang Kuat Lokal dalam Mempertahankan Kekuasaan (Studi Peran Zulkifli Nurdin dalam Prosesdan Pasca Pelaksanaan Pilkada di Provinsi Jambi tahun 2014-2018).

Sidang terbuka promosi doktor tersebut diketuai oleh Dr. Valina Singka, M.Si., dengan promotor Prof. Dr. Maswadi Rauf, M.A., ko-promotor Julian Aldrin Pasha Rasjid, M.A., Ph.D., serta tim penguji yang terdiri dari Dr. Syarif Hidayat, Prof. Dr.Burhan Djabir Magenda, M.A., Meidi Kosandi, S.IP., M.A,. Ph.D dan Dr.Isbondroini Suyanto, M.A.

Desertasi ini menganalisis salah satu fenomena orang kuat lokal di Indonesia dengan mengambil kasus Zulkifli Nurdin di Provinsi Jambi. Penelitian ini menggambarkan kiprah Zulkifli Nurdin sebagai orang kuat lokal dengan konteks peristiwa pemilihan gubernur Jambi tahun 2015. Peran-peran Zulkifli Nurdin sebagi orang kuat lokal terlihat pada gerakan-gerakannya pada proses pemenangan pasangan Zumi Zola (anaknya) dan  Fachrori Umar serta dalam mempengaruhi politik lokal di Jambi pasca pelantikan gubernur pada12 Februari 2016.

Artikel Lainnya:  Diskusi Mahasiswa Sosiologi FISIP UI dengan Gubernur DKI Jakarta

Zulkifli menjadi orang kuat lokal di Jambi berkaitan dengan perubahan struktur masyarkat dan struktur negara. Dalam struktur negara, kondisi politik, sosial dan ekonomi yang berlangsung sejah jatuhnya pemerintahan Soeharto, 1998, menciptakan kondisi-kondisi bagi munculnya kekuatan di luar negara yang sebelumnya tidak pernah muncul. Dalam struktur masyarakat yang masih bersifat paternalistic, orang yang memiliki kekayaan dan dermawan seperti keluarga besar Nurdin akan mudah diterima oleh masyarakat. Seiring dengan itu muncul rasa hormat dan kagum atas sosok karismatiknya.

Dari penemuan  Jafar dalam kasus Zulkifli Nurdin, proses menjadi orang kuat lokal melalui beberapa tahapan. Hal pertama yang dilakukan adalah menjadi ketua partai. Zulkifli Nurdin masuk kedalam jaringan Partai Amanat Nasional (PAN). Dia menjadi ketua PAN yang terhubung secara tidak langsung dengan organisasi Muhammadiyah. Banyak penyokong PAN di Jambi adalah kader dan senior-senior organisasi masyarakat Muhammadiyah. Secara singkat, kehadiran orang kuat lokal di Jambi lebih memungkinkan karena kemampuan dalam penguasaan sumber daya. Sehingga, dengan kemampuan itu, lebih mudah membangun relasi dengan berbagai kalangan.

Artikel Lainnya:  Mengkaji Perubahan Struktur Sosial pada Petani Sawah Tadah Hujan

Kekuatan Nurdin pun berlanjut ketika mencalonkan anaknya, Zumi Zola, menjadi Bupati Tanjung Jabung ditahun 2011 hingga menjadi Gubernur Jambi ditahun 2016. Namun sayangnya setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada tanggal25 November 2017 terhadap Zumi Zola membuat status shadow state yang melekat dalam diri Zulkifli Nurdin dalam politikJambi berangsung memudar.

Atas desertasinya, Jafar Ahmad dinyatakan lulus dengan yudisium sangat memuaskan.