Pilih Laman

Kamis (29/11), Departemen Hubungan Internasional FISIP UI Bekerja Sama dengan Pokja 8 (Kelompok kerja Bidang Politik Keamanan) memperingati Hari Solidaritas Internasional Palestina dengan menyelenggarakan seminar nasional. Pokja 8 (P8) sendiri merupakan kelompok kajian independen yang mengkaji masalah politik dan kemanan, termasuk solidaritas Palestina. Edy Prasetyono, Ph.D., Ketua Pokja 8 mengungkapkan bahwa seminar ini merupakan kesempatan yang baik untuk merenungkan kembali dan memikirkan langkah yang diambil sebagai perwujudan solidaritas untuk Palestina, mengingat Indonesia adalah negara yang sangat konsisten dalam mendukung Palestina.

“Sejak merdeka tahun 1945, Indonesia selalu mendukung Palestina, tidak pernah Indonesia tidak mendukung. Jadi sekali lagi, ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk kita mengingat kembali dan memikirkan”, tutur Edy dalam sambutannya.

Artikel Lainnya:  Refleksi Kelembagaan Politik Formal Partai dan Pemilu Era Reformasi: Perubahan dan Keberlanjutan

Dalam seminar ini, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E Dr. Zuhair Al Shun hadir sebagai keynote speaker untuk memberikan penjelasan mengenai kompleksitas permasalahan yang terjadi di negaranya. Selain itu, hadir pula enam pembicara lain dari berbagai latar belakang yang memperkaya sudut pandang dalam memaknai mewujudkan rasa solidaritas yang ditujukan bagi rakyat Palestina. Enam pembicara tersebut antara lain; Sunarko (Direktur Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia), Broto Wardoyo, M.A., Ph.D. (Dosen Hubungan Internasional FISIP UI), Dr. M. Syauqillah (Dosen Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia), Dr. H. M. Imdadun Rahmat M,Si (Direktur SAS Institute), Drs. Hajriyanto Y. Thohari, MA (Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah), dan Soeripto, S.H. (Ketua Umum Komite Nasional untuk Rakyat Palestina /KNRP).

Artikel Lainnya:  Mengkaji Modalitas Pembangunan Tanah Papua

Pembahasan dalam seminar ini mencakup analisis kebijakan luar negeri dan hubungan antara Indonesia-Palestina terkait implikasi politik dan strategis, bentuk-bentuk dukungan domestik yang telah dilakukan dan akan dilakukan, serta harapan dari hubungan Indonesia-Palestina dalam perspektif organisasi Islam Nadhdlatul Ulama dan Muhammadiyah serta Komite Nasional untuk Rakyat Palestina. Seminar ini merupakan bentuk kesinambungan komitmen Indonesia untuk Palestina, serta meningkatkan pemahaman dan kepedulian bangsa Indonesia atas perjuangan bangsa Palestina.