Pilih Laman

Banyak studi tentang penggunaan internet pada remaja menunjukkan hasil bahwa internet adalah pedang bermata dua, di satu sisi bermanfaat tetapi di sisi lain mengandung berbagai resiko. Manfaat dan risiko online sulit untuk dipisahkan dengan tegas karena keduanya saling berkaitan dan terjalin sangat halus.

Dari sudut pandang ilmu komunikasi, Amia Luthfia, mahasiswa doktoral Ilmu Komunikasi FISIP UI tertarik menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya manfaat dan resiko online yang dialami remaja Indonesia untuk menghasilkan model teoritik baru. Penelitiannya ini Ia tuangkan dalam disertasinya yang berjudul ‘Online Opportunity dan Online Risk Melalui Lingkungan Sosial Remaja’. Dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan respon sebanyak 756 siswa SMP dan SMA di DKI Jakarta, survei dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis Structural Equation Model (SEM).

Artikel Lainnya:  Sidang Promosi Doktor: Francisca Indarsiani (Program Studi Sosiologi)

Hasilnya, temuan ini mengatakan bahwa online opportunity dan online risk terbukti dipengaruhi oleh lingkungan sosial remaja (orangtua, teman sebaya dan sekolah), status sosial demografi remaja, motif berinternet dan aktivitas pengguna. Kedekatan remaja dengan lingkungan sosialnya (orangtua, teman sebaya dan perhatian sekolah) ternyata dapat mengurangi terjadinya online risk. Kedekatan orangtua dan teman sebaya berpengaruh pada motif berinternet dan aktivitas pengguna.

Intended consequences (konsekuensi yang diharapkan) dan unintended consequences (konsekuensi yang tidak diharapkan) menjadi satu kesatuan karena onlone opportunity ternyata memengaruhi terjadinya online risk. Remaja pada dasarnya akan memperoleh manfaat – intended consequences – dari internet terlebih dahulu, baru mereka bisa mengalami online risk unintended consequences. Penggunaan internet tidak serta merta akan menghasilkan online risk tapi berpengaruh secara tidak langsung melalui online opportunity.

Amia berhasil mempertahankan disertasinya ini di hadapan dewan penguji pada sidang doktoralnya yang diketuai oleh Dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc dan dipromotori oleh Dr. Hendriyani pada Kamis (28/6), bertempat di Auditorium Juwono Sudarsono.

Artikel Lainnya:  Memperingati Hari Solidaritas Internasional untuk Palestina