Pilih Laman

Program Doktoral Departemen Ilmu Administrasi berhasil meluluskan satu lagi doktornya. Adalah Arief Hadianto, dengan disertasinya yang membahas tentang kebijakan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dalam perspektif content dan context of policy. Masalah penyelenggaraan SPIP yang dinilai belum optimal di seluruh Pemerintah Daerah menjadi latar belakang yang mendorongnya untuk menganalisis isi kebijakan penyelenggaran SPIP dan implementasinya, sekaligus merumuskan kebijakan jangka panjangnya. Untuk studi kasus, Ia mengambil pemerintah Kota Tegal dan kabupaten.

Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi disharmoni antar peraturan perundangan dan inkonsistensi kebijakan karena ketidaktegasan pembuat kebijakan (aktor kebijakan) dan isi kebijakan. Terkait implementasi kebijakan dari aspek content of policy, belum efektifnya implementasi disebabkan belum adanya komitmen dari aktor yang terlibat karena benturan kepentingan (conflict of interest) untuk kepentingan politik. Dari aspek context of policy, kekuasaan yang besar dari kepala daerah mengamankan kepentingan politis dengan melemahkan pengendalian, adanya pola hubungan patron dan klien antara pejabat politik dengan birokrasi yang mempengaruhi program dan kegiatan, belum adanya mekanisme penegakan aturan dalam penyelenggaraan SPIP, belum ada sistem yang dapat mendorong pelaksana kebijakan tergerak untuk mengimplementasikan SPIP serta belum adanya program yang dapat menciptakan internal control culture sebagai syarat terwujudnya lingkungan pengendalian yang baik.

Artikel Lainnya:  Kiprah Antropologi Indonesia Masa Kini: Semakin “Lenyap”, “Sekadar Bertahan”, ataukah “Menguat” dalam Ranah Publik?

Arief Hadianto berhasil mempertahankan disertasinya di sidang doktoralnya yang diketuai oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura & Administrasi Umum FISIP UI, Dr. Titi Muswanti Putranti, M.Si pada Rabu (13/12), bertempat di Auditorium Juwono Sudarsono Kampus FISIP UI.