Pilih Laman

Awal 2016 bagi Angkatan 84 FISIP UI diawali dengan kecerian. Bagaimana tidak, acara jalan-jalan yang sudah cukup lama direncanakan akhirnya dapat diwujudkan pada Sabtu (9/1/2016). Kehebohan dimulai dari persiapan membuat kaos dengan logo yang akan menjadi “trade mark” FISIP UI 84. Teringat awal mula sebelum UI pindah ke Depok, Angkatan 84 yang menanam pohon dan camping di area kampus yang saat itu sebagian besar lahannya masih berupa sawah dan kebun karet. Dari pengalaman ini maka tercetuslah jargon “FISIP UI 84 Pertama Mendarat di Depok” yang tertera di kaos kuning dan digunakan pada saat jalan-jalan ke Sukabumi. Bukan untuk bangga-banggaan tapi sekadar untuk mengenang rasa kebersamaan sesama angkatan.

Jalan-jalan kali ini bertujuan menggalang kekompakan untuk mewujudkan “hutang janji” pada almamater. Ini diungkapkan oleh Ketua Angkatan 84, Indah Meitasari, saat di Kereta Pangrango dalam perjalanan dari Bogor menuju Sukabumi. Indah mengatakan bahwa angkatan 84 harus mempunyai kegiatan yang bisa menjadi ladang amal di usia ABG (Angkatan Baru Gocap). Dalam perjalanan, para peserta mengumandangkan Hymne Almamater yang selalu dinyanyikan pada acara wisuda. Rasa haru tak dapat terbendung. Keinginan kuat muncul untuk segera mewujudkan pengabdian masyakarat dengan merintis rumah baca anak di kawasan Depok.

Artikel Lainnya:  Homecoming Day FISIP UI: It’s Good to be Back

Tujuan wisata ke Sukabumi adalah berkunjung ke Pabrik Keju di Kawasan Bukit Baros. Sensasi naik kereta beramai-ramai menghilangkan rasa lelah selama di perjalanan. Pandangan mata tak jemu menikmati hamparan sawah di kiri-kanan jalan. Sebelumnya, peserta jalan-jalan ini juga naik kereta komuter dari Stasiun Tanjung Barat menuju Bogor. Ada beberapa dari peserta yang bahkan belum pernah naik kereta sekalipun. Jadi, terbayang bagaimana antusiasnya ingin ikut dan merasakan serunya naik kereta bersama-sama.

Awalnya, rencana jalan-jalan bersama ini mendapatkan sedikit hambatan. Beberapa hari menjelang keberangkatan PT KAI membuat kebijakan yang mengecewakan. Lima puluh tiket Eksekutif Kereta Pangrango yang sudah dibeli satu bulan sebelumnya, ditidakan dan diganti dengan kelas ekonomi. Tentu saja hal ini sempat membuat kecewa. Namun kendala ini tidak menyurutkan niat untuk naik kereta ke Sukabumi, meski harus duduk di kelas ekonomi.

Artikel Lainnya:  Alumnus FISIP UI Menyertai Kunjungan Kerja Presiden RI ke Rusia

Indahnya kebersamaan, itulah yang dirasakan angkatan 84. Meski akhirnya mendapat duduk di kursi ekonomi dengan tetesan AC yang membasahi kursi, para peserta Sukabumi trip tetap ceria. Kendala yang sebelumnya dialami malah dijadikan kelakar. Suasana di kereta semakin semarak dengan acara tukar kado yang dipandu oleh Ida R. Noor. Tak sangka, Ida yang menjadi Dosen Departemen Sosiologi ini memiliki bakat melucu hingga suasana tambah meriah.

Tiba di Pabrik Keju Bukit Baros, disambut welcome drink susu murni dan yoghurt produksi Baros. Makan siang bersama berlangsung tepat jam 12.30 dengan menu ala Sunda, yakni Nasi Timbel lengkap dan Sayur Asem. Menu ini menggugah selera peserta trip untuk menyantapnya dengan lahap. Agenda dilanjutkan dengan menyaksikan proses pembuatan keju, demo masak, dan jalan-jalan di dalam pabrik. Namun dari semua acara yang lebih utama adalah foto bersama. Sehingga momen ini tak akan pernah dilewati. Di akhir acara diadakan permainan seru-seruan yang membuat angkatan 84 semakin akrab dan bergembira. Tidak ada yang jaim (jaga image). Semua bisa tertawa lepas.

Artikel Lainnya:  Pendistribusian Bantuan ASAP (Ayo Sahabat Aksikan Pedulimu) ke Palangkaraya

Jalan-jalan diakhiri dengan kunjungan ke Pusat Oleh-oleh dan Pusat Batik Sukabumi. Bila berangkat menggunakan kereta, maka pulang menggunakan Bus. Sungguh pengalaman yang menyenangkan dan berharga. Membuat ikatan semakin kuat dalam mewujudkan cita-cita bersama. Terngiang kembali Hymne Almamater, “…yang mengabdi Tuhan dan mengabdi Bangsa dan Negara Indonesia…” (ALUMNI FISIP UI 84)