Pilih Laman

 

Bonus demografi sebagai bagian dari transisi demografi dapat terjadi di suatu negara, tak terkecuali di Indonesia. Fenomena yang terjadi ketika rasio jumlah penduduk usia produktif lebih besar dari usia tidak produktif ini dapat menguntungkan pembangunan negara apabila didukung dengan kebijakan ekonomi dan pemerintahan yang baik.

Dewi Sri Takarini, mahasiswa pascasarjana program doktoral Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI mengkaji kesiapan pemerintah daerah dalam memperoleh bonus demografi. Studi kasus yang Ia ambil adalah kabupaten Cianjur dan Kabupaten Kudus. Penentuan lokasi di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Kudus merupakan lanjutan seminar di 3rd APA Malysia, 2015 (Takarini dkk) yang berasal dari GDP stratum top (Kudus) dan stratum high (Cianjur).  Hasilnya, penelitian ini menemukan bahwa rasio ketergantungan penduduk dari transisi demografi yang terjadi di Kabupaten Cianjur dalam tahap pre transition yaitu tingkat ketergantungan 50-56% bersiap memasuki tahap transisi dan Kabupaten Kudus tahap late transition yaitu tingkat ketergantungan 40-46% sudah meninggalkan tahap perbandingan 50%. Saran yang diberikan penelitian ini meliputi pemberdayaan kapasitas lokal dalam bersiap-siap memperoleh bonus demografi di Cianjur maupun memanfaatkan bonus demografi di Kudus agar jendela peluang (windows of opportunity) dapat diraih untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Artikel Lainnya:  Meningkatkan Pelayanan Publik melalui Budaya Birokrasi dalam Pencatatan Kelahiran

Dewi Sri Takarini berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang doktoralnya yang diketuai langsung oleh Dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., dan dipromotori oleh Dr. Sri Moetiningsih Adioetomo, SE, MA.