Pilih Laman

Senin (22/10), FISIP UI kembali meluluskan doktor dari Departemen Kesejahteraan Sosial. Kali
ini, giliran Franciscus Adi Prasetyo menjalani sidang terbuka promosi doktor di Auditorium Ajisuwono Sudarsono FISIP UI. Dalam sidang kali ini, Franciscus Adi Prasetyo menyampaikan desertasi yang berjudul Sembuh ke Pulih pada Orang dengan Schizophrenia: Studi Kasus di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI).

Sidang terbuka promosi doktor kali ini diketuai oleh Prof. Isbandi Rukminto Adi, Ph.D., dengan promotor Dr. Jajang Gunawijaya, M.A., ko-promotor Fentiny Nugroho, M.A, Ph.D., serta tim penguji yang terdiri dari Prof. Adi Fahrudin, Ph.D., Prof. Dr. Rusmin Tumanggor, Prof. Dr. Meutia Farida Swasono,M.S., Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc., Johana Deborah Imelda, M.A.,Ph.D.

Artikel Lainnya:  Visitasi Akreditasi Program Pascasarjana Sosiologi

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang diesbabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah faktor fungsional seperti salah asup dan mengalami perlakukan berbeda saat kecil, pernah mengalami kekerasan, telalu dimanja, dan selalu dilindungi. Faktor lingkungan pun turut andil menjadi penyebab munculnya gangguan ini. Contohnya adalah berita hoax yang kian marak sehingga seseorang secara emosi mudah marah, dengki sehingga menimbulkan kebencian.

Melalui penelitian kualitatif, Franciscus Adi Prasetyo mengungkapkan proses dari sembuh menuju pulih serta hambatan-hambatan bagi penderita Orang Dengan Skizofrenia (ODS). Dalam sidangnya, Franciscus memaparkan terdapat perbedaan antara sembuh dan pulih. Kesembuhan hanya diukur oleh satu parameter yaitu obat, tetapi ODS belum memiliki kenyamanan dalam diri sehingga self stigma dalam diri belum berhasil tereduksi. Berbeda halnya dengan sembuh, ODS dapat dikatakan pulih ketika ia sudah merasa nyaman dan menerima dirinya sehingga obat hanya menjadi alat bantu seperti layaknya kacamata bagi penderita mata minus ataupun kursi roda bagi penyandang disabilitas. Franciscus juga mengungkapkan bahwa self-stigma bagi ODS lebih berdampak ketimbang social-stigma yang diberikan masyarakat karena ketika self-stigma sudah diatasi maka penderita ODS akan lebih bisa menerima dan menghargai dirinya serta tidak mempedulikan social-stigma karena sudah terperolehnya rasa aman dan nyaman dalam diri. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan yang dalam hal ini ilmu mengenai kesehatan jiwa yang dipandang melalui presfektif kesejahteraan sosial. Selani itu penelitian ini juga dapat menjadi bahan evaluasi terhadap kurikulum kesejahteraan sosial melalui pemahaman individu akan hak manusia untuk sehat secara fisik dan jiwa, serta pendalaman materi-materi mengenai gangguan jiwa beserta stigma yang beredar karena nantinya akan berkaitan dengan langkah-langkah pekerja sosial dalam melakukan pekerjaannya.

Artikel Lainnya:  FISIP UI Luluskan 767 Wisudawan

Atas desertasinya, Franciscus Adi Prasetyo dinyatakan lulus dengan yudisium sangat
memuaskan.