Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), kembali meluluskan doktor baru pada Sidang Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Jumat (3/7) di Auditorium Juwono Sudarsono, Kampus FISIP UI, Depok.

I Made Indra resmi meraih gelar Doktor Ilmu Kesejahteraan Sosial setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Perkembangan Human Service Organization (HSO) pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dalam Menghadapi Perubahan Spektrum Penyakit.”

Penelitian ini berangkat dari pengalaman pandemi COVID-19 yang menjadi titik balik bagi sistem pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, Puskesmas dituntut mampu beradaptasi terhadap transisi dari pandemi menuju endemi COVID-19 sekaligus menghadapi meningkatnya kompleksitas penyakit menular maupun tidak menular.

Untuk mengkaji dinamika tersebut, I Made Indra memilih Puskesmas Pulogadung sebagai lokasi penelitian karena merepresentasikan kawasan perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi, mobilitas masyarakat yang dinamis, serta beban penyakit yang kompleks.

Penelitian bertujuan menganalisis perkembangan Puskesmas sebagai Human Service Organization (HSO) dalam menghadapi perubahan spektrum penyakit. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pemangku kebijakan, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, yang kemudian diperkaya melalui studi dokumen. Analisis dilakukan menggunakan teknik pengkodean terbuka, aksial, dan selektif, serta triangulasi sumber untuk menjamin validitas temuan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Pulogadung berkembang sebagai Human Service Organization yang adaptif. Dua karakteristik yang paling menonjol adalah moral work dan centrality of client-worker relations. Moral work tercermin dari komitmen tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang berlandaskan nilai kemanusiaan, empati, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Sementara itu, client-worker relations terlihat dari semakin kuatnya hubungan kolaboratif yang dibangun antara tenaga kesehatan dan masyarakat.

Penelitian juga menemukan bahwa transformasi organisasi berlangsung melalui empat fase, yakni variasi, seleksi, retensi, serta adaptasi dan transformasi. Pada fase awal pandemi, pelayanan masih didominasi respons terhadap krisis dan masyarakat diposisikan sebagai objek intervensi kesehatan.

“Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai dilibatkan sebagai agen kesehatan, hingga pada fase adaptasi dan transformasi menjadi mitra strategis dalam pembangunan kesehatan. Bersamaan dengan itu, implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP), revitalisasi Posyandu, serta kebijakan kesehatan pascapandemi semakin memperkuat orientasi pelayanan yang berpusat pada manusia, keluarga, dan komunitas,” jelas I Made.

Menurut I Made Indra, temuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi pelayanan kesehatan primer tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan organisasi membangun relasi dengan masyarakat.

“Pandemi mengajarkan bahwa ketahanan pelayanan kesehatan primer tidak hanya ditentukan oleh regulasi atau pemanfaatan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan organisasi menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ketika masyarakat diposisikan sebagai mitra strategis, Puskesmas akan lebih adaptif dalam menghadapi berbagai perubahan spektrum penyakit di masa depan,” ujarnya.

Disertasi ini menawarkan kebaruan akademik melalui model evolusi Puskesmas sebagai Human Service Organization yang berlangsung secara bertahap, mulai dari fase variasi, seleksi, retensi, hingga adaptasi dan transformasi.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan transformasi Puskesmas lebih ditentukan oleh kemampuan mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dan membangun kemitraan yang kuat dengan masyarakat dibandingkan oleh faktor regulasi dan teknologi semata. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan pelayanan kesehatan primer yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.