Select Page

Pada upacara wisuda virtual Pascasarjana, Gubernur Lemhannas yang juga merupakan alumnus FISIP UI Andi Widjajanto, S.Sos., M.Sc mendapatkan kesempatan untuk memberikan orasi ilmiah yang memaparkan beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh Indonesia dalam perjalanan menuju 2045, Indonesia 100 tahun.

Andi mengatakan, “Indonesia harus mampu berpikir komprehensif, kompleks dan berpikir holistik. Mulai dari memperkuat demokrasi, mengokohkan pertumbuhan ekonomi, mempercepat pemerataan infrastruktur, memanfaatkan bonus demografi, melakukan modelisasi dan tranformasi pertahanan kedepan, dan yang paling utama adalah bagaimana memperkuat budaya strategis dengan perkembangan terkini di abad ke-21.”

Di sinilah pentingnya peran perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia selalu melaksanakan Tridarma pendidikannya untuk membuat program-program pendidikan, penelitian, kajian yang dilakukan oleh universitas mampu mempersiapkan Indonesia untuk melakukan transformasi-transformasi variabel utama.  “Sehingga Indonesia mampu memproyeksikan kekuatannya tidak hanya di kawasan Asia Timur tapi bahkan di lingkungan global,” ujar Andi.

Andi menjelaskan, menuju tahun 2045, mengkaji konsolidasi demokrasi untuk politik demokrasi sangat terkait dengan peran perguruan tinggi dan mahasiswa untuk memperkokoh konsolidasi demokrasi, saat ini secara global kecenderungan dunia sudah berubah dari rezim otoritarian menjadi rata-rata negara menganut rezim demokrasi oleh karena itu ada tantangan proses menuju konsolidasi demokrasi atau demokratisasi, disinilah peran pendidikan tinggi untuk mengawal dan memberikan kesadaran tentang konsolidasi demokrasi.

Tantangan lainnya adalah peningkatan kesejahteraan, terjadinya pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri untuk ekonomi Indonesia, pemerintah mempunyai program-program ekonomi untuk mempercepat transformasi Indonesia menjadi negara maju.

Lalu tantangan mengamankan poltik kebangsaan, ancaman ideologi radikal, gerakan transnasionalisasi yang muncul dalam bentuk serangan teror di Indonesia, sejauh ini Indonesia ada kecenderungan bahwa Indonesia berhasil untuk melakukan mitigasi terornya, namun kita tidak boleh lengah, untuk itu peran perguruan tinggi menjadi sentral terhadap pemahaman kebangsaan.

Indonesia juga harus mengantisipasi perubahan global, seperti peluang kemungkinan munculnya perang dalam skala besar contohnya perang Rusia dengan Ukraina, “untuk itu perlu adanya perencanaan jangka panjang strategis yang diikuti oleh komitmen untuk melaksanakan proses pertahanan menuju tahun 2045 yang dimulai dari reformasi militer, moderenisasi pertahanan, investasi pertahanan, transformasi pertahanan dan TNI 2045 menjadi kekuatan militer Asia Timur.”

Wisuda virtual dilakukan kembali oleh Universitas Indonesia pada semester gasal tahun akademik 2020/2021, hari Jumat (25/02/) dan Sabtu (26/02) secara daring. Sebanyak 333 wisudawan/wisudawati FISIP UI, merupakan lulusan Program Sarjana, Magister dan Doktor. Mahasiswa cumlaude diraih oleh Trisha Dantiani, S.Sos dengan IPK 3.98, Anisa Nur Rohmah, M.Kesos dengan IPK 3.90 dan Dr. Muh. Ardilla Amry dengan IPK 3.88.