Pilih Laman

Pemerintahan ibarat sebuah orkestra. Dirijen memimpin orkestra Pemerintahan. Banyak para pemusik (Politikus & Birokrat) tidak bisa memainkan alat musik bahkan banyak yang menganggu pemusik lainnya serta tidak bisa membaca partitur (RPJM & RKP). Para penyanyi kadang-kadang bersuara sumbang atau suara vokal keras dan lantang tapi salah. Dari sisi panggung para penonton selalu berteriak minta “turun” jika penampilan nya jelek. Demikian penuturan dalam Kuliah yang diberikan oleh Prof. Dr. Eko Prasojo dalam Kunjungan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Cendrawasih Papua ke FISIP UI (16/09).

Dalam kuliah nya yang berjudul Memperkuat Enabling Factor Dalam Proses Pembangunan. Eko Prasojo menuturkan bahwa masalah besar bangsa Indonesia itu adalah lemahnya efektivitas pemerintahan dan kontrol terhadap korupsi. Para pemangku kebijakan tidak pernah melihat atau membuat perencanaan yang panjang, mereka hanya mampu membuat rencana lima tahunan. Mereka tidak mampu membuat perencanaan tahun 2025 atau 2045.

Ada tiga tantangan besar negara kita yaitu: (1) Tingkat perubahan harapan masyarakat yang sangat cepat dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Kecepatan ini bergerak menurut deret ukur, sedangkan perubahan birokrasi menurut deret hitung. (2) Globalisasi yang semakin masif dan komprehensif. Tahun 2015 Indonesia berada dalam ASEAN Economic Community dengan ASEAN Free Trade. (3) Sumber daya alam yang semakin terbatas karena pemanfaatannya yang tidak terkontrol. Sehingga tujuan reformasi birokrasi itu akhirnya untuk bebas dari KKN, akuntabel dan berkinerja serta pelayanan publik yang berkualitas.

Artikel Lainnya:  Human Security dalam Masyarakat Politik-Keamanan ASEAN