Select Page

“Jangan mengaku anak UI, jika tidak tahu Mas Dibyo atau Pak Dibyo” merupakan kata-kata yang sering dilontarkan tentang Dr. Drs. A. G. Sudibyo, M.Si. atau “Mas Dibyo”. Selama 40 tahun ini, ia selalu hadir di acara wisuda Universitas Indonesia (UI), begitu pula pada acara wisuda pada Minggu (11/09) di Balairung UI.  Ia bertindak sebagai dirigen paduan suara. Dibyo juga merupakan salah seorang pendiri Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Mahasiswa UI Paragita.

Dr. Drs. A. G. Sudibyo, M.Si. adalah dosen di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia), juga sebagai Kepala Subdirektorat Pengembangan Minat dan Bakat Mahasiswa di Direktorat Kemahasiswaan UI.

Ia merupakan “legenda hidup” bagi para Mahasiswa UI. Ia sudah berkarier di UI sebagai dosen sejak tahun 1993. Dibyo juga merupakan pendiri Vocal Grup UI (Vocademia).

Ia memiliki hobi menyanyi saat menjadi mahasiswa dan ketika itu mengikuti paduan suara di kampus. Dibyo menjadi dirigen sejak masih kuliah di semester 3, pada saat masa kepemimpinan Rektor UI Nugroho Notosusanto.

Kisah berawal dari pementasan Paduan Suara UI yang diadakan di Kota Magelang, tempat ia bersekolah. Ia tertarik dan termotivasi untuk mengikuti Paduan Suara UI. “Mulai sejak saat itu, saya menyukai Paduan Suara UI. Untuk dedikasi sebagai dirigen paduan suara merupakan penyaluran hobi saja, tugas utama di UI ialah sebagai dosen,” ujarnya saat diwawancarai.

Berkat kecintaannya terhadap seni bernyanyi, Dibyo diberikan peluang oleh Rektor UI untuk memimpin Paduan Suara bagi Mahasiswa Baru sejak tahun 1983. Ketika ditanya apa yang memotivasi Dibyo, ia mengatakan, dengan suara tegas, “Salah satu motivasi menjadi dirigen, yaitu harus bisa memotivasi orang lain. Dengan ribuan Mahasiswa Baru UI yang memiliki rasa kebanggaan menjadi bagian dari UI. Rasa bangga yang dimiliki mahasiswa disalurkan melalui bernyanyi dan merupakan sebuah bentuk ekspresi. Dengan kebanggaan itulah, kita sentuh hati mereka dengan menyanyi. Selain itu, aspek yang harus dimiliki pada saat menyanyi, yaitu tanggung jawab, disiplin, dan dapat menjalin ikatan antarsatu sama lain.”

Setiap perjalanan, tentunya ada tantangan tersendiri, begitu pula saat menjadi dirigen paduan suara sekaligus dosen di UI. “Jikalau saya jatuh sakit tentunya akan menghambat kegiatan yang dilakukan,” kata Dibyo.

Tak hanya tantangan yang dihadapi, ia memiliki pengalaman menarik menjadi dirigen paduan suara di UI. “Saat beberapa Alumni UI yang sudah berusia dan sudah berkeluarga, masih mengenali saya,” ujarnya, diikuti tawa bahagia.

Padatnya kegiatan yang dilakukan Dibyo, membuatnya harus dapat mengatur agenda selama menjadi dosen, dirigen paduan suara, pembina UKM-UKM seni, sekaligus Kasubdit Pengembangan Minat dan Bakat Mahasiswa UI. “Dengan mengatur agenda dosen pengajar di jenjang S1 dan S2. Dan sisanya mengalir saja, karena dirigen paduan suara dilakukan hanya beberapa kali dalam setahun. Selama dua tahun pandemi Covid-19, baru pada tahun ini UI kembali mengadakan kegiatan latihan paduan suara bagi mahasiswa baru,” ujarnya.

Berkat dedikasinya, Paduan Suara Mahasiswa Baru pernah meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk rekor kategori pemrakarsa dan penyelenggara paduan suara dengan peserta terbanyak, yaitu 3.700 mahasiswa. Penghargaan dari MURI diberikan kepada Rektor UI pada tahun 2005. Selain itu, pada tahun 2007 pengalaman Dibyo sebagai konduktor diabadikan dalam film “The Conductors” sebagai film dokumenter, oleh sutradara Andi Bachtiar Yusuf, Addie MS dan Yuli Somphiel sebagai konduktor suporter klub sepakbola Arema Malang.

Tahun ini, pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), UI kembali meraih rekor MURI kategori “Mencanting Batik oleh Mahasiswa Baru Terbanyak” dan “Paduan Suara Mahasiswa Baru Terbanyak”. Piagam MURI tersebut langsung diberikan oleh Pendiri MURI Prof. Dr. (HC). Jaya Suprana kepada Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D., dan diberikan kepada Dibyo sebagai konduktor paduan suara mahasiswa baru terbanyak dengan jumlah 9.000 orang pada Kamis (25/8). Lebih lanjut, ia memberikan pesan bagi mahasiswa Universitas Indonesia, “Cintailah almamatermu dan jadilah orang-orang hebat baik di Indonesia maupun di Dunia,” ujarnya.

Source: https://www.ui.ac.id/dr-drs-a-g-sudibyo-sang-legenda-dirigen-paduan-suara-universitas-indonesia/