Pilih Laman

Menurunnya aktivitas masyarakat karena wabah Covid-19 malah membuka peluang kejahatan bagi para pencuri dan perampok. Kejahatan jalanan pun tetap marak. Pengamatan Kepolisian Daerah Metro Jaya, lingkungan permukiman di Jakarta dan sekitarnya memang relatif lebih aman dari penjahat karena warga menghabiskan waktu lebih banyak di rumah, sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19.

Namun minimarket di pinggir jalan yang semakin sepi menjadi salah satu sumber harta benda yang difavoritkan pencuri selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini. Subdirektorat 3/Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Senin (13/4) meringkus dua dari lima anggota komplotan perampok spesialis minimarket.

Para perampok ini mencuri bahan pokok. Aktifnya para perampok spesialis minimarket ini seakan menunjukkan mereka tidak ingin ikut arus umum pelaku kejahatan di negara-negara lain dalam pandemi Covid-19.

Ketua Departemen Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Iqrak Sulhin, menuturkan, asumsinya ada sejumlah tipologi kejahatan yang turun dalam situasi pandemi, seperti pencurian di rumah hingga kejahatan jalanan. ”Hal ini karena aktivitas orang lebih banyak dilakukan di rumah,” ujarnya.

Jenis kejahatan yang kemungkinan mengalami peningkatan di antaranya penyebaran hoaks, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan kejahatan siber, seperti penipuan daring. ”Di Eropa, banyak laporan KDRT meningkat karena korban yang memiliki riwayat hubungan kekerasan sebelumnya terperangkap di rumah,” kata Iqrak.

Artikel Lainnya:  Kriminolog Bicara: New Normal

Di Chicago, salah satu kota dengan tingkat kekerasan tertinggi di Amerika Serikat, tingkat kriminalitas secara keseluruhan turun 10% setelah pandemi muncul. Penurunan dua digit pada tingkat kejahatan amat jarang di kota-kota AS. Bahkan, dalam sejarah penurunan tingkat kriminalitas terbesar di New York City pada 1990-an, penurunan 40% baru didapatkan dalam tiga tahun. Meski demikian, senada dengan Iqrak, penegak hukum di sana juga khawatir ada tindak pidana berupa kasus KDRT yang tidak terungkap (The Associated Press, 11/4/2020).

Namun, Iqrak berpendapat, kejahatan terkait harta benda atau kejahatan properti (property related crimes), seperti pencurian dan perampokan, berpotensi naik lagi dengan asumsi situasi kesulitan ekonomi merupakan kondisi kriminogenik. Faktor kriminogen adalah faktor yang menyebabkan munculnya tindak pidana.

Iqrak berpendapat, kejahatan terkait harta benda atau kejahatan properti (property related crimes), seperti pencurian dan perampokan, berpotensi naik lagi dengan asumsi situasi kesulitan ekonomi merupakan kondisi kriminogenik. Faktor kriminogen adalah faktor yang menyebabkan munculnya tindak pidana.

Di Jakarta, terdapat 1,2 juta keluarga yang terdata memerlukan bantuan sosial. Mereka ini dalam kondisi normal pun sudah kesusahan. Jumlah orang yang kesulitan hidup bertambah dengan adanya warga yang kehilangan sumber pemasukan. Berdasarkan laporan yang masuk ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, hingga 9 April ada 76.613 pekerja yang dirumahkan dan 17.721 pekerja diputus hubungan kerjanya (dikenai PHK).

Artikel Lainnya:  Direktur Puskapol FISIP UI: Pemerintah Dalam Tekanan

Terkait maraknya pencurian di minimarket di tengah pandemi Covid-19, Iqrak mengatakan, kecenderungan kejahatan properti terjadi karena tiga hal, yaitu adanya pelaku yang memiliki motivasi, adanya target yang menguntungkan, dan lemahnya pengawasan. Karena itu, perampok dan pencuri cenderung tidak melakukan kejahatan secara acak atau tiba-tiba.

Target yang berposisi lemah, misalnya jauh dari keramaian atau dari jangkauan pengawasan kepolisian, tentu menguntungkan bagi pencuri. Dalam situasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) saat ini, minimarket punya posisi lemah karena biasanya berlokasi di jalan yang lebih sepi, mengingat aktivitas masyarakat di luar rumah berkurang.

Iqrak pun merekomendasikan polisi untuk menjaga frekuensi patroli guna menekan risiko kejahatan terhadap minimarket serta kejahatan-kejahatan jalanan lainnya. ”Patroli sebaiknya dilakukan dalam pola yang tidak ajek karena pelaku kejahatan tentu mengawasi,” ucapnya.

Sumber: https://bebas.kompas.id/baca/metro/2020/04/22/minimarket-pemikat-para-penjahat/