Select Page

Yuhendra menjadi Doktor Ilmu Kesejahteraan Sosial setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan Pasca Graduasi Melalui Kewirausahaan Sosial di Provinsi DKI Jakarta” di Auditorium Juwono Sudarsono pada Senin (9/1).

Sang terbuka promosi doktor Yuhendra diketuai oleh Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, promotor Dr. Ety Rahayu, M.Si dan kopromotor M.Si., Prof. Isbandi Rukminto Adi, Ph.D. Para dewan penguji Prof. Dr. Robert MZ Lawang, Dr. Triyanti Anugrahini, M.Si, Johanna Debora Imelda, M.A., Ph.D dan Dr. Hari Harjanto Setiawan, A.K.S., M.Si.

Kemiskinan telah menjadi masalah global yang cukup rumit dan menjadi perhatian seluruh negara, terutama negara miskin dan berkembang. Kondisi kemiskinan suatu negara atau daerah mencerminkan tingkat kesejahteraan penduduk yang tinggal pada negara atau daerah tersebut. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang masih dihadapkan pada masalah kemiskinan yang tidak bisa diabaikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2022 mencapai 26,2 juta jiwa dengan tingkat kemiskinan 9,54 persen. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 0,17 poin dibandingkan dengan September 2021. Meskipun demikian, target kemiskinan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan RPJMN 2020-2024 tidak pernah tercapai.

Penanggulangan kemiskinan tidak hanya dilaksanakan dengan strategi penurunan beban pengeluaran masyarakat miskin dan rentan melalui program perlindungan sosial (bantuan sosial dan jaminan sosial), tetapi beriringan dengan strategi peningkatan pendapatan melalui Program Kewirausahaan Sosial.

Dalam mengoptimalkan program tersebut, diberikan pendampingan program untuk memberikan fokus pada inisiatif usaha, penguatan kapasitas dan prospek wirausaha baru, kemandirian wirausaha, penciptaan ekosistem kewirausahaan yang mendukung inovasi dan kreativitas dan penekanan pada pertumbuhan usaha yang berkeberlanjutan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis program pemberdayaan melalui kewirausahaan sosial dan peran pendamping program dalam memberdayakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PH) yang telah graduasi. Data penelitian diperoleh dari hasil pengamatan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan subyek penelitian KPM PKH yang telah graduasi di Provinsi DKI Jakarta. Pendekatan penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian bersifat explanatory.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan melalui kewirausahaan sosial mencakup perencanaan pembentukan awal usaha melalui identifikasi, pemetaan usaha, dan analisis permasalahan dalam menentukan kebijakan intervensi program yang diberikan kepada penerima manfaat. Lebih lanjut untuk mencapai keberhasilan program, penerima manfäat melakukan identifikasi kebutuhan SDM dan bahan baku, serta meningkatkan kemampuan dan keahlian melalui pelatihan usaha dan pembagian tugas tenaga kerja sesuai dengan keahliannya. Dalam mengembangkan usaha dan pemasaran hasil produk kewirausahaan sosial, penekanan diupayakan pada teknik pemasaran, perizinan, pemanfaatan teknologi, dan pengemasan produk.

Hasil kedua menunjukan bahwa pendamping sosial dan mentor bisnis memiliki peran dalam memberikan pendampingan dan pemantuan usaha intuk mempercepat pengembangan usaha KPM. Pendamping sosial dan mentor bisnis melakukan pendataan penerima bantuan program kewirausahaan sosial untuk nemastikan ketepatan sasaran penerima bantuan. Selama program berlangsung sendamping sosial memberikan sosialisasi dan motivasi, edukasi berwirausaha, pelatihan, koordinasi perizinan, akses pembiayaan, pemasaran hasil untuk pengembangan usaha KPM. Pasca program kewirausahaan sosial terjadi peningkatan usaha KPM, peningkatan keahlian dan keterampilan usaha, serta perubahan perilaku KPM yang memberikan berdampak sosial terhadap masyarakat sekitar dengan nembuka akses lapangan pekerjaan dan kerjasama kemitraan.

Berdasarkan hasil temuan lapangan dan pembahasan tentang pemberdayaan KPM melalui program Kewirausahaan Sosial, terdapat beberapa saran terkait pengembangan program Kewirausahaan Sosial yaitu mengintegrasikan dan mensinkronkan program kewirausahaan sosial dengan pemerintah sejenis yang dikelola oleh Kementrian/Lembaga lainnya dan pemerintah daerah. Intergrasi tersebut dimaksudkan agar KPM mendapatkan manfaat secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari perluasan pemasaran, kemudahaan perizinan usaha, kemudahan akses terhadap tambahan modal usaha, hingga digitalisasi usaha.