Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kian menjadi perhatian dunia. Konflik yang telah berlangsung sekitar 40 hari ini dinilai tidak hanya berdampak pada kawasan, tetapi juga mengguncang stabilitas global.
Pengamat hubungan internasional, Agung Nurwijoyo, menegaskan bahwa gencatan senjata harus segera dilakukan untuk mencegah eskalasi yang lebih luas. Menurutnya, situasi yang terus berlarut-larut telah menimbulkan kelelahan kolektif, tidak hanya bagi pihak yang terlibat langsung, tetapi juga bagi masyarakat internasional.
“Konflik ini sudah memasuki fase yang melelahkan. Jika tidak segera dihentikan, dampaknya akan semakin meluas dan sulit dikendalikan,” ujarnya dalam unggahan instagram pribadinya.
Dari sisi ekonomi, Agung menjelaskan bahwa konflik tersebut telah memicu ketidakpastian di pasar global. Ancaman terhadap jalur distribusi energi menjadi salah satu kekhawatiran utama, mengingat kawasan Timur Tengah merupakan pusat penting bagi pasokan energi dunia. Gangguan pada rantai pasok ini berpotensi mendorong kenaikan harga energi dan berdampak langsung pada perekonomian banyak negara.
Selain itu, ia menilai konflik ini tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan regional semata. Keterlibatan berbagai aktor global telah mengubah dinamika konflik menjadi isu internasional yang berisiko memicu ketegangan lebih luas. Dalam kondisi seperti ini, kegagalan mengendalikan eskalasi dapat berujung pada instabilitas global yang berkepanjangan.
Dari perspektif kemanusiaan, situasi yang terus memanas juga memperparah penderitaan masyarakat sipil. Siklus kekerasan yang berulang tidak hanya menguras sumber daya, tetapi juga mempersempit peluang terciptanya perdamaian jangka panjang.
Agung menekankan bahwa gencatan senjata merupakan langkah awal yang krusial untuk membuka ruang dialog dan diplomasi. Tanpa penghentian sementara konflik, upaya penyelesaian damai akan sulit dicapai.
Ia pun mendorong komunitas internasional untuk mengambil peran lebih aktif dalam meredakan ketegangan. “Diperlukan tekanan dan inisiatif bersama dari berbagai pihak untuk mendorong deeskalasi. Ini bukan hanya kepentingan kawasan, tetapi kepentingan dunia,” tegasnya.
Dengan meningkatnya risiko ekonomi, politik, dan kemanusiaan, gencatan senjata dinilai sebagai langkah mendesak guna mencegah dampak yang lebih luas sekaligus menjaga stabilitas global.


