Select Page

Fahmy Akmal telah sah menjadi Doktor Ilmu Kesejahteraan Sosial dengan judul disertasi “Pengelolaan Dana Zakat Produktif oleh Baitul Mal Aceh dan Dinamika Upaya untuk Meminimalisir Kemiskinan di Provinsi Aceh” pada Selasa (10/1) di Auditorium Juwono Sudarsono dengan Promotor Prof. Isbandi Rukminto Adi, Ph.D. dan kopromotor Dr. Sari Viciawati Machdum, M.Si.

Disertasi ini membahas pengelolaan dana zakat yang dilakukan oleh Baitul Mal Ace dan dinamika upaya meminimalisir kemiskinan di Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis input, throughput, output dan outcome dari pengelolaan dana zakat produktif ole Baitul Mal Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode pengamatan, wawancara, studi dokumentasi serta pemanfaatan media audio dan visual. Sasaran penelitian adalah pengelola dan penerima manfaat dari pengelolaan dana zakat produktif pada Baitul Mal Aceh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baitul Mal Aceh melaksanakan fungi organisasi yang melayani manusia (human service organization) dengan berdasarkan pada tori sistem. Elemen input terdiri atas dukungan pemerintah yang melebihi ketentuan hak amil, sumber daya manusia yang masih membutuhkan perbaikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas dan adanya persepsi positif dan negatif dalam pengelolaan zakat produktif. Elemen throughput terdiri atas pengumpulan, penyaluran dana zakat, pengembalian bantuan qardhul hasan dan keterlibatan instansi lain dalam pengelolaan dana zakat produktif.

Elemen output terdiri atas bantuan modal usaha dalam bentuk uang dan peralatan. Elemen outcome yaitu peningkatan usaha dan pendapatan mustahik serta transformasi dari mustahik menjadi muzakki. Realisasi bantuan yang diberikan kepada mustahik ditentukan oleh kemampuan petugas dalam mengelola usulan yang diterima. Informan menyampaikan bahwa kemampuan sumber daya manusia pengelola yang rendah mengakibatkan usulan yang diloloskan untuk diberikan tidak terlalu banyak. Pengembalian dana zakat sebagian mengalami penunggakan dikarenakan mustahik memiliki kebutuhan tambahan modal usaha dan kebutuhan mendesak lainnya.

Pendamping lapangan terus berkomunikasi secara intens dan baik dengan mustahik untuk melunasi pinjaman. Kondisi terakhir, Baitul Mal Aceh fokus pada pemberian bantuan modal usaha zakat produktif dalam bentuk barang.

Kesimpulan penelitian yang berjudul Analisis pendayagunaan zakat produktif oleh Baitul Mal Aceh dalam upaya pengentasan Kemiskinan di Aceh disusun berdasarkan penelitian.

Terdapat empat hal yang terjadi dalam pengelolaan zakat produktif. Input yang ditemukan meliputi alokasi dana yang terbatas, dukungan operasional dari pemerintah, kualitas sumber daya manusia dan mindset atau persepsi para penerima bantuan atau mustahik.

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa output pada pengelolaan zakat produktif oleh Baitul Mal Aceh berupa penggunaan dana zakat yang sangat spesifik. Besaran jumlah bantuan yang diberikan secara bertahap maksimal 10 juta dengan angka waktu pengembalian selama 1 tahun.

Peneliti memberikan saran bagi pemerintah Aceh, yaitu menyederhanakan proses pencairan dana untuk disalurkan kepada mustahik dengan tetap mengacu pada peraturan yang berlaku serta menerapkan secara tegas sanksi terhadap pelanggaran atau ketidakpatuhan muzakki baik perorangan maupun lembaga.

Sementara saran bagi Baitul Mal Aceh, yaitu menyusun standar yang jelas, pola pengembangan kapasitas dan sistem monitoring dan evaluasi dalam pengadaan sumber daya manusia pendamping lapangan dan enyusun program yang tepat guna dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia penerima zakat atau muzakki.