


Dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi FISIP UI telah mengadakan Joint Minor Program dengan LDE Universities Alliance 2025. Program ini dirancang sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan pendidikan interdisipliner yang melampaui batas negara, memungkinkan mahasiswa untuk terlibat dengan berbagai perspektif dan mengembangkan wawasan global terkhususnya future challenge di Indonesia.
Program ini berlangsung dari Agustus – Desember. Mahasiswa yang mengikuti program ini sebanyak 40 orang, yaitu 14 orang dari FISIP UI, 1 orang dari FMIPA UI, 6 orang dari TU Delft, 5 orang dari Erasmus University Rotterdam, dan 14 orang dari Leiden University.
Joint Minor Program resmi ditutup pada Senin (01/12). Presentasi final dan closing ceremony, menandai keberlanjutan dan suksesnya kolaborasi multidisiplin antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) dengan Leiden-Delft-Erasmus (LDE) Universities Alliance.
Rangkaian penutupan tahun ini terdiri atas dua sesi. Sesi pertama diawali dengan presentasi final berupa Policy Brief oleh para participants yang selama empat bulan melakukan kegiatan belajar di dalam kelas hingga penelitian lapangan di berbagai mitra komunitas dan institusi.
Presentasi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FISIP UI, dosen pembimbing, serta perwakilan mitra lembaga seperti BRIN, Sekretariat Daerah Prov. Jakarta, AiCI, PSKP Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Perwakilan Bank Sampah RT 01 Rawajati, PT PLN Persero, Bappeda DKI, Kementerian Kebudayaan dan instansi lainnya.
Para participants mempresentasikan tujuh Policy Brief dengan beragam topik, mulai dari pengelolaan sampah, AI dalam lingkup pendidikan, ketahanan pangan, peran pekerja pendatang dalam lingkup informal pendatang, isu heritage, green sustainability, dan energi keberlanjutan.
Keberagaman tema ini mencerminkan tujuan utama program, yaitu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat, mengembangkan perspektif kritis, dan menawarkan rekomendasi berbasis penelitian.
Dalam laporannya, Kepala International Office FISIP UI, Awani Yamora Masta, M.Si, menekankan bahwa presentasi Policy Brief mencerminkan kerja keras, pemikiran kritis, dan kolaborasi multidisiplin para mahasiswa, serta menyampaikan bahwa program ini harus dilanjutkan sebagai annual program.
“Program ini layak menjadi agenda tahunan karena menyediakan platform kolaborasi UI–LDE yang konsisten, memiliki struktur fleksibel yang mudah diperluas, dan menempatkan UI sebagai pionir joint-minor di kawasan. Program ini juga memperkuat jejaring, membuka peluang riset bersama, serta menghasilkan output yang relevan bagi kebijakan, sekaligus mendukung agenda internasionalisasi UI dan misi global engagement LDE.
Ia berharap kolaborasi antara FISIP UI dan Leiden-Delft-Erasmus dapat terus berkembang di tahun-tahun mendatang. “Kami juga berharap para mahasiswa tidak hanya membawa pengetahuan akademik, tetapi juga kenangan berharga, persahabatan yang bermakna, dan pengalaman yang dapat dibagikan di institusi asal masing-masing,” ujarnya.
Dekan FISIP UI, Prof. Semiarto Aji Purwanto, menggarisbawahi bahwa program ini tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik para partisipan, tetapi juga memperluas cara pandang, memperkuat pemahaman lintas budaya, dan menginspirasi untuk berpikir kritis terhadap isu global.
Prof. Aji juga berharap inisiatif ini dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi bentuk kolaborasi yang lebih kuat di masa mendatang dan menjadi model kerja sama internasional yang berkelanjutan dan pembelajaran global yang bermakna.
Prof. Marrik Bellen, Direktur KITLV Jakarta sebagai perwakilan LDE Universities Alliance, mengapresiasi dan memberikan ucapan selamat kepada para pihak yang terlibat baik dari FISIP, KITLV, dan juga para participants. Ia menyampaikan bahwa program Joint Minor dapat menjadi ajang proses pembelajaran untuk para mahasiswa di masa yang akan datang
“Melihat presentasi luar biasa yang kalian tampilkan hari ini mungkin tidak mencerminkan seluruh tantangan yang telah dihadapi, namun jelas menunjukkan sebuah proses pembelajaran yang istimewa. Saya percaya pengalaman ini akan menjadi bekal berharga yang melekat sepanjang perjalanan kalian,” ujar Marrik.
Program ini diharapkan dapat terus dilanjutkan di masa yang akan datang sebagai bentuk kolaborasi internasional yang memperkuat pemahaman lintas budaya, membangun kerja sama akademik, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui riset-riset yang dihasilkan.







