Pilih Laman

Rabu (10/6/2015), Prof. Iwan Gardono Sujatmiko, Ph.D dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap UI bidang Ilmu Sosiologi Politik FISIP UI oleh Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met, di Balai Sidang UI, Kampus Depok. Prof. Iwan Gardono merupakan Guru Besar ke-27 di FISIP UI.

Dalam pidatonya, Prof. Iwan Gardono, menyampaikan pidato berjudul “Struktur Masyarakat dan Keadilan Sosial (Perspektif Sosiologi Transformatif).” Menurut Prof. Iwan Gardono, keadilan sosial merupakan hal yang mendasar karena berkaitan dengan masyarakat dan terkait dengan akses dan distribusi aset di institusi politik, ekonomi, dan sosial. Struktur masyarakat Indonesia yang kompleks dengan dimensi vertikal (stratifikasi politik dan sosio-ekonomi), horizontal (suku, agama, jender), dan regional (pusat-daerah, antar daerah) membutuhkan analisis dan kebijakan yang multi-dimensi. Pencapaian keadilan sosial membutuhkan ideologi dan agen perubahan—khsusnya negara—guna mencari model yang tepat dengan memperhatikan kompleksitas struktur masyarakat Indonesia.

Artikel Lainnya:  Refleksi Diri akan Konformitas dalam Hari Seni Rupa 2019

Khusus untuk struktur vertikal perlu dilakukan kebijakan redistribusi sehingga dapat menginklusi warga yang berada di lapisan bawah. Dalam institusi politik perlu diinklusi kepentingan dan perwakilan warga dalam proses dan lembaga politik seperti lembaga legislatif dan partai politik. Inklusi warga dalam bidang ekonomi dapat dilakukan dengan partisipasi warga dalam kepemilikan di perusahaan negara maupun perusahaan yang mengelola sumber daya alam dalam bentuk kolektif (Koperasi atau Badan Usaha Milik Desa).

Untuk meningkatkan mobilitas vertikal anak warga perlu diperbanyak beasiswa pendidikan dan kuota di TK, SD, SLTP, SLTA dan Pergutuan Tinggi. Perspektif Sosiologi Transformatif memfokuskan analisis dan solusi kebijakan untuk menginklusi warga di lapisan bawah agar mereka mengalami mobilitas vertikal. Perspektif ini menunjukkan perlunya aspek transformatif dalam pembangunan masyarakat sehingga akan menghasilkan “Demokrasi Transformatif, “Konstitusi Transformatif,” “Desentralisasi Transformatif,” “Ideologi Transformatif,” dan ”Pembangunan Komunitas Transformatif.” Semakin terbukanya stratifikasi sosial dan banyaknya mobilitas vertikal akan semakin meningkatkan keadilan sosial.

Artikel Lainnya:  Simposium Internasional Jurnal Antropologi Indonesia