Pergeseran Geopolitik Dunia Ke Asia Timur dan Politik Luar Negeri Indonesia

Departemen Hubungan Internasional FISIP UI menyelenggarakan Kuliah Umum dengan Pembicara Dr. Noer Hassan Wirajuda (Menlu RI 2001-2009) sebagai moderator Prof. Evi Fitriani, Ph.D (Guru Besar Ilmu Hubungan International FISIP UI), dengan tema kuliah umum “Pergeseran Geopolitik Dunia ke Asia Timur dan Politik Luar Negeri Indonesia” pada Jumat (6/10) di Auditorium Komunikasi FISIP UI.

Hubungan internasional merupakan arena politik antar negara yang dinamis, di mana kekuasaan atau rezim di tingkat global silih berganti. Dimulai dari berakhirnya era “Perang Napoleon” pada tahun 1815, dunia memasuki era “Revolusi Industri” di mana Inggris menjadi negara adidaya yang menyalip para pesaingnya di bidang industri, finansial dan militer.

Setelah Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, dunia memasuki era sistem uni-polar dimana Amerika Serikat menjadi negara adidaya tunggal. Namun, tren dunia terkini menunjukkan suatu perubahan di mana beberapa pusat kekuasaan baru telah muncul di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

“Abad ke-20 merupakan abad Trans-Atlantik. Pergeseran geopolitik menjadikan Asia Timur, Asia Pasifik dan Indo-Pacific menjadi kawasan perspektif ekonomi. Kawasan Asia Timur kini menjadi pusat dunia, bukan pinggiran lagi,” ujar Hassan.

Dalam sudut pandang geopolitik, transisi ini dipimpin oleh negara-negara Asia seperti Tiongkok, Jepang, ASEAN, Korea Selatan, India, dan beberapa negara lainnya. Bagi banyak negara Asia khususnya Tiongkok, dua dekade terakhir merupakan periode evolusi dan kebangkitan.

Lebih lanjut Hassan menjelaskan, “yang memicu kebangkitan negara-negara di Asia salah satunya adalah keberhasilan empat puluh tahun reformasi dan keterbukaan yang dimulai oleh Deng Xiaoping pada tahun 1979 dan juga kemajuan ekonomi Jepang dan Korea sejak 1970-an. Namun akibat kebangkitan ekonomi pada tahun 2000-an Cina mengambil alih Jepang sebagai kekuatan ekonomi kedia terbesar di dunia, dengan kekuatan ekonomi itulah, Cina juga memodernisasi militernya.”

Selanjutnya timbul ketegangan antara Amerika Serikat sebagai hegemon lama dengan Tiongkok yang mencoba menantang dominasi itu secara agresif. Titik panas yang menjadi ajang ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok berada di Laut Tiongkok Timur (kawasan negara-negara Asia Timur) dan Laut Tiongkok Selatan (kawasan negara-negara Asia Tenggara).

Hal ini pada akhirnya turut menyeret negara-negara lain yang ada di sekitar kawasan tersebut, termasuk Indonesia. Posisi Indonesia kedepan tidak dapat dilepaskan dari sejumlah implikasi strategis yang muncul sebagai akibat dari kompleksitas hubungan internasional di kawasan Asia Timur dan perkembangan geopolitik Tiongkok yang semakin besar di kawasan Asia Tenggara.

Namun menurut, Hassan negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN dapat mengurangi tekanan dari Cina jika bersatu, jika bersatu ASEAN menjadi kuat dan juga kohesif.

Kuliah umum ini di hadiri oleh Asra Virgianita, Ph.D. (Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional), Ardhitya Eduard Yeremia Lalisang, Ph.D. (Sekertaris Departemen Ilmu Hubungan Internasional), para dosen dan sekitar 80 mahasiswa Departemen Ilmu Hubungan Internasional yang menghadiri kuliah umum ini

Related Posts

Hubungi Kami

Kampus UI Depok
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia
Jl. Prof. Dr. Selo Soemardjan, Depok, Jawa Barat 16424 Indonesia
E-mail: fisip@ui.ac.id
Tel.: (+62-21) 7270 006
Fax.: (+62-21) 7872 820
Kampus UI Salemba
Gedung IASTH Lt. 6, Universitas Indonesia
Jl. Salemba Raya 4, Jakarta 10430 Indonesia

E-mail: fisip@ui.ac.id
Tel.: (+62-21) 315 6941, 390 4722

Waktu Layanan

Administrasi dan Fasilitas
Hari : Senin- Jumat
Waktu : 08:30 - 16:00 WIB (UTC+7)
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB (UTC+7)

Catatan:
*) Layanan tutup pada hari libur nasional, cuti bersama, atau bila terdapat kegiatan internal.
Skip to content