Peringatan 100 Tahun Prof. Koentjaraningrat: Pendidikan Antropologi dan Pembangunan Indonesia pada Era Neoliberal

Seminar antropologi ini dilaksanakan sebagai peringatan 100 tahun Prof. Koentjaraningrat dengan tema Pendidikan Antropologi dan Pembangunan Indonesia pada Era Neoliberal pada Rabu (14/06) di Auditorium Mochtar Riady FISIP UI. Seminar ini bertujuan untuk merefleksikan kembali relevansi pemikiran Koentjaraningrat dalam debat kontemporer seputar pembangunan di Indonesia serta merefleksikan peranan dan dilema pendidikan antropologi dalam menjawab tuntutan pasar dan negara.

Suraya mengatakan bahwa pengalaman dan dilema yang dihadapi saat berkecimpung di ranah praktis dengan menerapkan pendekatan antropologi dalam proyek-proyek pembangunan. Pendekatan yang terbaru dari kajian antropologi pembangunan yaitu menggunakan kerangka pendekatan post-strukturalis untuk mengkritisi pembangunan, mendekontruksi hidden dan invisible power terkait program dan proyek pembangunan.

“Relasi antara antropologi dan pembangunan tidak mudah, sebagian melihat bahwa tugas antropolog ialah bagaimana masyarakat traditional tidak di ganggu oleh intervensi pembangunan dan mencari pengetahuan untuk melakukan sesuatu agar bisa menjawab dan menyelesaikan persoalan praktis dalam konteks pembangunan,” ujar Suraya.

Dalam sambutannya, Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto mengatakan bahwa membicarakan pak Koen tidak saja dari sisi keilmuannya tapi juga visi beliau kedepannya. “Pak Koen berupaya mengembangkan pembangunan jurusan-jurusan antropologi di universitas yang ada Indonesia, beliau memahami pentingnya antropologi sebagai ilmu yang menghasilkan deskripsi kebudayaan dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda-beda di Indonesia, yang perlu diketahui dan dipahami oleh masyarakat. Upaya pak Koen ini menjadi penting untuk kita lihat kembali perkembangan antropologi Indonesia,” ujarnya.

Prof. Aji menjelaskan, “bahwa pada tahun 90-an saya tidak lagi melihat lagi antropologi sebagai satu alat untuk gerakan pembangunan karena isu-isu lingkungan di tahun tersebut mulai marak dengan pembangunan yang berdampak serius pada degradasi lingkungan maka mulai banyak tema central dalam peneliti antropolog mengenai isu tersebut.”

Pada masanya, antropolog merumuskan nilai-nilai kebudayaan yang dianggap mampu membawa perubahan Indonesia menjadi bangsa yang maju dan modern. Koentjaraningrat menguraikan dan menetapkan nilai-nilai budaya yang diyakininya dapat mendorong dan menghambat pembangunan.

Menurut Rina pendidikan antropologi idealnya memiliki manfaat untuk kepentingan teoritis dan praktis. Dimensi praktis antropologi antaranya dapat dilihat dari pemikiran-pemikiran Koentjaraningrat tentang sumbangan antropologi bagi integrasi nasional dan pembangunan

Dalam kerangka pembangunan berbasis masyarakat yang digunakan dalam program pembangunan Indonesia di era neoliberal sekarang ini, penting untuk merefleksikan kembali pemikiran-pemikiran Koentjaraningrat.

Lebih lanjut Rina memaparkan pembangunan neoliberal ditandai dengan pudarnya batas wilayah, ekonomi dan budaya, pesatnya kemajuan teknologi informasi, munculnya kerjasama antara negara atas dasar kesamaan kepentingan sehingga membentuk blok-blok negara lalu adanya lintas budaya seperti kpop, hollywood, bollywood dan sebagainya.

Rina berpendapat bahwa pembangunan neoliberal dan dampaknya bagi Pendidikan ditandai dengan komersialisasi pendidikan seperti biaya pendidikan mahal. Neoliberal menyebabkan pendidikan menjadi cenderung seragam, apakah akan mematikan karakteristik antropologi yang mengedepankan keberagaman

Sebagai pembicara Prof. Jesse H. Grayman, Ph.D (Antropolog dan developement studies di Universitas Auckland New Zealand),  Dr. Rina Hermawati, M.A (Antropolog Universitas Padjadjaran, Bandung; Ketua Asosiasi Jurusan Antropologi Seluruh Indonesia (AJASI)), Suraya Afiff, M.A, Ph.D (Antropolog Universitas Indonesia, Ketua Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI)), Prof. James Fox, D.Phill (Guru Besar Antropologi Australian National University) serta sebagai moderator Hestu Prahara, S.Sos, M.Si (dosen antropologi FISIP UI).

Related Posts

Hubungi Kami

Kampus UI Depok
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia
Jl. Prof. Dr. Selo Soemardjan, Depok, Jawa Barat 16424 Indonesia
E-mail: fisip@ui.ac.id
Tel.: (+62-21) 7270 006
Fax.: (+62-21) 7872 820
Kampus UI Salemba
Gedung IASTH Lt. 6, Universitas Indonesia
Jl. Salemba Raya 4, Jakarta 10430 Indonesia

E-mail: fisip@ui.ac.id
Tel.: (+62-21) 315 6941, 390 4722

Waktu Layanan

Administrasi dan Fasilitas
Hari : Senin- Jumat
Waktu : 08:30 - 16:00 WIB (UTC+7)
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB (UTC+7)

Catatan:
*) Layanan tutup pada hari libur nasional, cuti bersama, atau bila terdapat kegiatan internal.
Skip to content