Select Page

Pekan Komunikasi UI mengadakan seminar tentang Public Relation, yaitu Public Relations Vaganza adalah mata acara dari Pekan Komunikasi UI yang diselenggarakan oleh peminatan Hubungan Masyarakat. Public Relations Vaganza membawakan judul “Action, Advocacy and Trust: Strategies for Communicating Sustainability” dalam seminar tahun ini. Membahas tentang bagaimana strategi perusahaan dalam pembangunan yang berkelanjutan termasuk keberlanjutan lingkungan, ekonomi dan sosial.

Menghadirkan pembicara, Stella Septania sebagai Sustainability Strategist, Reporting & Assurance dari NCSR Indonesia. NCSR (National Center for Sustainability Reporting) adalah organisasi independen pertama yang mengembangkan pelaporan keberlanjutan di Indonesia.

Perwakilan NCSR Stella Septania mengatakan prinsip keberlanjutan sudah menjadi sebuah urgency dan komitmen global untuk memastikan kelangsungan hidup dan kualitas hidup saat ini dan di masa depan.

Perusahaan-perusahaan harus mengadopsi dan mengimplementasikan prinsip sustainability dalam operasional hingga pengambilan keputusan bisnis.

Secara global sustainability dibahas pada tahun 1979 pada first climate conference yang mengunpulan para ilmuan yang membahas perubahan iklim yang dialami bumi dan terjadi di seluruh belahan dunia dan memperngaruhi keseimbangan bumi.

Menurut Stella, “sustainability adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan manusia saat ini tanpa mengurangin kebutuhan generasi selanjutnya. Seperti saat ini kita bisa menikmati udara yang bersih, air yang bersih dan kebutuhan pangan yang masih memadai, hal ini tentunya harus bisa dirasakan dan dinikmati oleh generasi selanjutnya setelah kita.”

Sustainability juga bukan hanya sekedar Corporate Social Responsibility. Perusahaan harus mengerti hubungan kepada masyarakat dan lingkungan. Pada bisnis atau perusahaan sustainability harus hand-in-hand dengan keuntungan. Perusahaan harus mengerti bahwa sukses dan sustainability tergantung dari hubungan sosial dan lingkungan.

Menurutnya, adopsi sustainability oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia masih terbatas di beberapa sektor dan oleh perusahaan-perusahaan yang secara regulasi memang diharuskan atau yang diminta oleh pelanggan, principal, dan pemegang sahamnya.

Stella menilai sustainability harus segera diintegrasikan ke dalam proses bisnis dan operasional sehari hari jika perusahaan tidak ingin tertinggal dan ditinggal oleh pemangku kepentingannya. Bahwa sustainability luas dan memiliki banyak aspek, tidak melulu soal sosial kemasyarakatan tapi juga mencakup profitabilitas perusahaan.

“Jadi sustainability ini bukan hanya tugasnya beberapa orang ataupun beberapa departemen di sebuah perusahaan. Sustainability ini tugasnya semua orang karena setiap unit dan departemen memiliki andil dan aspek sustainability yang terkait dengan tugas dan aktivitas mereka,” jelas Stella.