Pilih Laman

Penerapan positive discipline penting untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak. Hal itu disampaikan oleh Eka Simanjuntak, Director of Nusantara Sejati/ The Institution of Good Governance and Regional Development pada acara yang digelar Pusat Kajian Perlindungan Anak bekerjasama dengan Unicef, Rabu (30/8).

Kebiasaan menghukum ketika anak berbuat salah seperti mencubit, memukul, atau tindakan kekerasan fisik lainnya masih sering terjadi di berbagai lingkungan, misalnya di sekolah, keluarga, atau institusi lainnya. Hal itu dianggap lumrah ketika anak berbuat salah. Akan tetapi, sejatinya menghukum menggunakan kekerasan tidaklah dibenarkan.

Untuk itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pendidikan karakter positive discipline penting dilakuan. Metode ini bukan berarti membiarkan anak berbuat salah atau berperilaku negatif, melainkan alternatif untuk menerapkan disiplin kepada anak tanpa menggunakan kekerasan.

Positive discipline menekankan penjelasan terhadap anak bahwa setiap tindakan yang dilakukan memiliki implikasi tertentu. Dialog dan pembuatan kesepakatan dengan anak akan apa konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukan mutlak diperlukan.

Penerapan hukuman juga sebaiknya yang berhubungan dengan jenis pelanggarannya. Misalnya, ketika anak terlambat datang ke sekolah sebaiknya tidak dihukum berupa cubitan atau berdiri di lapangan, melainkan sesuatu hal yang bisa menggantikan kesalahan yang telah diperbuat yaitu mengurangi waktu istirahat untuk mengejar ketinggal yang didapat akibat terlambat.

Manfaat dari penerapan karakter ini dapat dirasakan langsung, misalnya anak lebih bisa bertanggung jawab, mengerti akan konsekuensi atas perbuatan yang dilakukan, dan patuh atas apa yang disepkati.

Artikel Lainnya:  Kriminolog Bicara Tawuran Untuk Mencari Eksistensi Atau Sekadar Berkelahi

Pada acara yang diselenggerakan di Auditorium Juwono Sudarsono ini, hadir pula pembicara lainnya seperti; Marwan Syaukani, Assistant Deputy on Child Protection and Fulfillment of Rights / Kemenko PMK; Woro Srihastuti Sulistyaningrum , Director of Family, Women, Children, Youth, and Sports/ Bappenas; dan Dudy Hidayat, Project Coordinator Parenting/PDEP Cianjur, Yayasan Sayangi Tunas Cilik/ Save The Children Indonesia.

Acara ini merupakan seri bulanan dari seminar yang dilakukan Puskapa dan Unicef. Bertemakan “Protecting Children from Violence Through Policies and Programs” seminar ini juga memaparkan data-data kekerasan terhadap anak di Indonesia selama satu tahun terakhir. Pembahasan tentang Strategi Nasional Perlindungan Kekerasan Terhaap Anak (Stranas PKTA) juga dilakukan oleh pembicara.