Pilih Laman

Selasa (28/11) telah diselenggarakan seminar nasional berjudul Pembangunan Alternatif dan Kemajuan Sosial: Paradigma dan Prakteknya dalam Konteks Indonesia. Seminar yang berlangsung di Auditorium Jowono Sudarsono FISIP UI dibuka secara langsung oleh dekan FISIP UI Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. Seminar ini merupakan rangkaian dari Bedah Ilmu FISIP UI yang sudah berlangsung sejak tangggal 22 November 2018.

Dra. Rahma Iryanti, M.T., selaku staf ahli Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) mengawali seminar ini denga membahas kondisi pembangunan Indonesia terkini. Menurutnya pembangunan tidak semata-mata hanya diukur dari aspek ekonomi namun ada yang lebih penting yakni pembangunan manusia. Pembangunan manusia Indonesia jika ditotal secara nasional mengalami peningkatan ditiap tahunnya. Namun sayangnya pembangunan tersebut tidak merata sehingga masih terdapat kesenjangan pembangunan antara provinsi yang satu dengan lainnya.

Artikel Lainnya:  Mahasiswa Baru FISIP UI Jalani Kegiatan PSAF

Indeks Pembangunan Manusia dinilai melalui angka melek huruf, angka harapan hidup dan  standar hidup. Strategi yang sudah dilakukan pemerintah dalam meningkatkan ketiga aspek tersebut adalah dengan memberikan bantuan tunai kepada masyarakat, namun sebelum mendapatkan itu terdapat syarat yang harus dipenuhi yakni masyarakat yang memiliki anak harus diimunisasi terlebih dahulu di puskesmas dan absen anak disekolahnya minimal 90%  kehadiran. Setelah dua syarat itu terpenuhi barulah masyarakt akan mendapat bantuan langsung tunai. Strategi ini digunakan untuk mengitegrasikan ketiga capaian sehingga mempercepat pembangunan manusia di tiap-tiap daerah.

Permasalahan kesenjangan pembangunan diantisipasi dengan cara subsidi silang dimana orang-orang yang memiliki pendapatan tinggi dikenakan pajak yang besar atas asset yang dimilikinya untuk nantinya diberikan kepada masyarakat yang memiliki pendapatan rendah dalam bentuk subsidi.

Artikel Lainnya:  Misa Sivitas Akademika Universitas Indonesia di FISIP UI

Pada 2024 Indonesia dipersiapkan untuk dapat meningkatkan perdapatan perakpita sebesar USD 12.000 sehingga perlu dobrakan-dobrakan besar salah satunya adalah mempermudah insvestasi asing untuk menggenjot perekonomian negara. Hal tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Upaya-upaya terus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pembangunan yang merata tanpa kesenjangan diantaranya adalah dengan memperluas lapangan kerja, redistribusi sumber pendapatan negara yang merata, memperluas perlindungan sosial dan mendorong perekonomian rakyat.